Monday, July 25, 2011

Gejolak Iman Gadis Filipina Bukan Malaysia

Gejolak Iman Gadis Filipina Bukan Malaysia

“Thanks Flor!” kataku sambil membukakan pintu kepada tamu yang baru saja pamitan pulang. Tamu ini saya undang untuk kepentingan interview dalam rangka menyelesaikan sebuah tugas Qualitative Research. “You know what..?” lanjutnya sebelum melangkahkan kakinya ke lift “I will tell you something. A surprise. Very surprising..!” lanjutnya sambil memberikan teka-teki yang membikin saya jadi semakin penasaran saja. “I will embrace Islam!”. Sambil tersenyum, diutarakan kalimat terakhir ini dengan mata yang berbinar, menyuarakan ungkapan kebahagiaan.

“What?” tanyaku seolah tidak percaya dengan kata-katanya. “You are going to be a Moslem?” “Yes! You don’t believe it?” “I can read even Surah Al Ikhlas!” Subhanallah! Flor, begitu saya biasa memanggil nama singkatnya, membacakan ‘Qul huwallahu ahad…….dan seterusnya hingga ayat yang keempat. Sempurna!

Rasanya hari itu saya tertimpa bulan purnama! Rejeki yang sangat besar, yang diturunkan oleh Allah SWT dari langit. Kebahagiaan itu tidak terkira, meskipun Flor belum benar-benar menjadi seorang Muslimah. Dia belum membacakan Syahadat di kantor pengadilan. Tapi saya yakin bahwa yang diungkapkan kepada saya, terucap dari hati yang paling dalam. Segera aku hubungi sejumlah rekan-rekan, memberitahu kabar gembira ini. Beberapa sms saya terima mengungkapkan syukur, ‘Alhamdulillah’.

Florence tidak main-main. Gadis asal Visayas, negerinya Presiden Aroyo ini, sudah lima tahun lebih saya kenal. Kami bekerja di sebuah rumah sakit umum. Selama itu pula saya mengenalnya sebagai seorang Katolik yang taat. Saya melihat Flor tidak seperti kebanyakan perempuan asal Filipina lainnya yang cenderung ‘bebas’. Ia membatasi diri dari pergaulan yang cenderung menghilangkan ‘jati diri’ orang-orang asli Filipina. Flor tadinya memang rajin ke gereja. Namun dalam 4 tahun terakhir ini, dia tanpa saya ketahui, ternyata sudah banyak belajar tentang Islam.

“One day...” katanya. “Saya seperti umumnya anak-anak muda Filipina yang menggandrungi musik, sedang berjalan-jalan ke kota. Saat itu, saya melewati sebuah toko kaset yang saya pikir jual lagu-lagu” ceritera Flor memulai perkenalannya dengan Islam. “Saya amati semua kaset-kasetnya berbahasa Arab. Tadinya saya tidak ambil peduli, toh banyak lagu-lagu yang memang berbahasa Arab kan?” begitu jelasnya. “We are not selling songs !” kata sang penjual, seorang Arab setengah baya menjawab pertanyaan Flor yang meminta jika ada kaset lagu-lagu Barat. “Terus kaset-kaset apa ini?” tanya Flor ingin tahu. “Ini kaset-kaset tentang Islam!” jawab sang penjual. “Alright! Give me something good!” pinta Flor. Orang Arab tersebut bukannya memberikan kaset, namun beberapa brosur tentang Islam. Katanya “Kalau anda mau belajar tentang Islam, jangan belajar Al Quran terlebih dahulu. Masih sulit. Anda pelajari buku-buku yang ‘ringan’ ini!” Maka, diberikanlah sejumlah buku-buku kecil yang berisi informasi tentang Islam kepadanya.

Sejak itulah Flor semakin bimbang dengan keyakinannya sebagai seorang Katolik. Sebaliknya, dia makin rajin mengkaji Islam. Mempelajarinya, bahkan belajar Bahasa Arab. Suatu hari Flor pernah mendatangi sebuah kantor pengadilan untuk bertanya kepada seorang ahli hukum agama. Padahal orang tersebut sedang sibuk mengurusi klien-kliennya. Saat itulah Flor mendekat, dan ditanya “Yes... young lady?” kata sang hakim. “I want to know about Islam!” jawab si Flor. Mendengar jawaban Flor, sang hakim langsung menunda klien-kliennya, kemudian mempersilahkan Flor duduk didepannya, sambil berkata “Sit..here...please!” Flor pun gembira. Demikian pula sang hakim. Flor mengaku tidak mengalami hambatan mempelajari Islam ini. Tantangan yang dihadapi bukan datang dari keluarganya, namun justru yang dia lihat di lapangan.”People are not practcing Islam!”Begitu tuturnya, jujur.

“Mom... I have a very good news for you...” kata Flor suatu hari ketika dia menelepon ibunya di Filipin sana. “Tentu saja saya bisa menduga anakku!” Jawab ibunya yang mengungkapkan kegembiraan. “Aku tahu kamu punya teman laki-laki ya?” kata ibunya mencoba menerka berita gembira tersebut, yang ternyata salah. Sebagaimana biasa, di Filipina (Baca: juga di Indonesia!), pacaran diantara anak-anak muda bukan hal yang asing. Dan para orangtua justru menyetujuinya begitu saja! Astaghfirullah! “No Mom..!”kata Flor. “Bukan itu yang saya maksud. Aku sedang menemukan jalan hidup baru...agama baru...!”

Diluar dugaan, ibunya Flor justru mendukung. Subhanallah!. “Anakku...” kata sang ibu. “Kamu sudah dewasa dan bisa berdiri sendiri. Aku serahkan kepadamu tentang jalan hidup yang bakal kamu tempuh. Jika itu yang membuat kamu bahagia...maka jalanilah...! “ Dan..Florence menangis.......Haru!

Florence hanyalah satu diantara sekian ratus ribu orang-orang Filipina yang ‘kembali’ ke pangkuan Islam. Kalau anda membaca (http://www.geocities.com/WestHollywood/Park/6443/Philippines/mt1.html), akan anda dapatkan ceritera dimana seorang bekas reporter televisi juga ‘kembali’ ke Islam. Rivera namanya, Filipin asalnya, mengatakan “Sebelum saya menjadi seorang Muslim, konsentrasi saya hanyalah uang, serta bagaimana agar hidup ini enak. Namun sekarang saya bertanya kepada diri saya sendiri ‘untuk apa semua ini?’ kata Rivera. Seperti halnya Flor, Rivera juga satu diantara sekian ratus ribu orang yang mulanya Kristen dan kemudian memeluk Islam sejak tahun 1990.

Sebuah kantor pusat Islam yang bernama The Office of Muslim Affairs memperkirakan sedikitnya 20 ribu orang Filipina kembali ke Islam. Oarng yang memeluk Islam mereka sebut dalam Bahasa Tagalog, Bahasa Nasional Filipina sebagai ‘Balik Islam’. Tidak jauh dengan Bahasa Indonesia kan? Mereka lebih suka disebut sebagai istilah ini dibanding ‘Riverts’dalam Bahasa Inggris. Mereka tinggal di Luzon, ditengah kehidupan tradisi Katolik yang kuat.

Catatan menunjukkan diantara 6, 599 juta orang local komunitas Islam disana, 200 ribu diantaranya adalah kaum Balik Islam (http://www.manilatimes.net/others/special/2003/nov/17/20031117spe1.html).

Sejak peristiwa September 11 yang menyerang Amerika Serikat, jumlah mereka yang ingin mempelajari Islam lebih dalam memang semakin banyak. Bahkan menurut Shariff Solaiman Gonzales, pemimpin International Worldwide Mission, mereka sempat kehabisan buku karena jumlah permintaan yang meningkat tajam. Orang-orang Filipina yang pertama memeluk Islam dimulai dari mereka yang bekerja di Timur Tengah, khususnya Saudi Arabia dimana diterapkan hukum syariah. Mereka begitu terkesan dengan apa yang ditemui disana, sehingga ketika kembali ke Filipina, mereka terapkan pola kehidupan serupa didalam keluarga, bahkan diperkenalkan kepada teman-temannya, juga lingkungan mereka. Demikian pengakuan Ahmad Santos, Presiden Balik Islam Unity Congress yang memeluk Islam di tahun 1991.

Dalam sebuah artikel yang berjudul ‘The Philippines Historical Overview’ (http://www.hawaii.edu/cseas/pubs/philippines/philippines.html), disebutkan lebih dari 60 juta penduduk Filipina saat ini, 5-7% diantaranya Muslim. Muslim Filipina ini lebih memiliki kesamaan dengan negara tetangganya Malaysia dan Indonesia dibanding saudaranya sendiri Kristen Filipina. Kaum Kristen Filipina telah ‘dididik’ Spanyol lebih dari 400 tahun lamanya untuk memerangi kaum Muslim disana. Oleh karena itu, hingga sekarang pun, Muslim Filipina tidak lebih diperlakukan layaknya mimpi buruk. Bahkan menurut rekan kerja saya Hermie de Villa, seorang mekanik mobil asal Manila yang Katolik, para orangtua sering menakut-nakuti anak-anaknya dengan gambaran sadis perilaku kaum Muslimin Mindanao. Meskipun kenyataannya, Spanyol lah yang harus menjadi ‘hantu’ bagi anak-anak Filipina.

Khadijah Potter, gadis Filipna lainnya, yang memeluk Islam ketika di California (AS), mengaku tidak pernah berhubungan dengan orang-orang Islam, kecuali sesudah memeluk Islam (http://forums.gawaher.com/index.php?act=ST&f=115&t=981&). Praktek keagamaan Katolik di Filipina menurutnya tidak lebih dari praktek perdukunan selama ini. Karena banyak orang-orang Kristen yang tidak memahami ajaran mereka. Khadijah akan memberikan sumbangan informasi tentang Islam dan Muslim Filipina lewat internet. Islamlah yang menurut dia telah mengajarkan bahwa praktek perdukungan adalah haram.

Sebagaimana ceritera Flor, beragam latar belakang mengapa orang-orang Filipina mulai tertarik terhadap Islam. Ditengah-tengah hujatan bahkan oleh Presiden Filipina sendiri yang secara tidak langsung ingin ‘memberangus’ keberadaan Abu Sayyaf, dan kaum Muslimin Mindanao, ternyata Islam adalah agama yang tercepat pergerakan pertumbuhannya di Filipina, sesuai pengakuan Balik Islam diatas.

Tidak hanya di Filipina, di Australia pun dalam 25 tahun terakhir ini komunitas Islam telah berlipat ganda. Menurut sensus tahun 2001, terdapat sedikitnya 281.578 orang Islam, atau 40% kenaikannya dibanding sensus 1996, atau 91% meningkat dalam dekade terakhir (http://www.geocities.com/WestHollywood/Park/6443/Fastest/australia.html). Diperkirakan saat ini umat Islam di Australia berjumlah 350-450 ribu.

Di Perancis, menurut Hadi Yamid, koresponden Islam Online (IOL), dalam 50 tahun terakhir setidaknya terdapat 50 ribu warga Perancis memeluk Islam. Mereka katakan Islam telah berhasil mengisi kevakuman kebutuhan spirual mereka (http://www.geocities.com/WestHollywood/Park/6443/Fastest/french.html).

Di Mexico, Islam juga mulai dikenal. Kota Mexico yang berpenduduk terpadat di dunia dan didominasi Katolik ini, kini mulai mengenal trend baru, refleksi dari kejadian yang serupa di Amerika Latin, yakni ribuan orang Katolik memeluk Islam. Demikian menurut Centro Cultural Islamico de Mexico yang membuka pintu untuk Islam 6 tahun yang lalu. Baca selengkapnya di (http://www.geocities.com/WestHollywood/Park/6443/LatinAmerica/mexico1.html).

Dalam sebuah artikel yang berjudul ‘Islam Lure More Latinos’, karya Christ L. Jenkins, di Washington Post, edisi 7 Januari 2001, Islam disebut sebagai agama yang mulai menjalar dalam kehidupan orang-orang Amerika Latin. Di Amerika Serikat, negara adidaya yang paling berpengaruh di muka bumi ini, kenaikan jumlah penganut Islam lebih mengejutkan lagi. Dalam artikel yang berjudul ‘The Fastest Growing Religion ‘ karya Moon Lion (http://druidry.org/obod/news/growth_paganism.html), dari tahun 1990 hingga 2001, Islam tumbuh sangat mengesankan: 109%! Lihat di http://www.gc.cuny.edu/studies/key_findings.htm. Bahkan hal ini diakui oleh Hillary Clinton (Istri Bill Clinton) di Los Angeles Time, 31 Mei 1996. Pengakuan yang sama datang dari ABC News, NEWSDAY, New York Times, USA Today, Encyclopedia Britannica, CBS News, Times Magazine, CNN, dan masih banyak lagi
(http://www.geocities.com/Pentagon/3016/fastest.htm).

Ditengah hujatan terhadap kaum Muslimin sebagai dalang teroris, agama Islam dianggap sebagai agama pedang, bahwa jenggot dan jilbab sebagai simbol kekolotan, ironisnya telah membuktikan diri sebagai agama yang paling populer dan banyak diminati. Subhanallah!

“Rasanya bisul ini sudah pecah!” begitu pengakuan Flor saat menentukan pilihannya bahwa Islam lah yang tepat. Menyimpan keyakinan dalam diri namun tidak sesuai dengan suara hati memang seperti halnya menyimpan bisul dalam tubuh. Sakit sekali! Sekali bisul merekah dan pecah, hilanglah rasa sakit tersebut.

Tidak seperti agama lain yang berupaya menarik perhatian kaum Muslimin dengan berbagai materi duniawi, Islam tidak lah demikian. Florence, Rivera, Khadijah Potter, dan Sharif Gonzales hanyalah segelintir dari ratusan ribu ‘mantan’ kaum Nasrani Filipina yang tidak tertarik oleh Islam karena bujukan materi. Sebaliknya, kemurnian ajaran Islam telah mampu membawa jiwa mereka untuk kembali berpikir bahwa ajaran yang satu ini memang benar-benar bagi orang yang mau menggunakan akalnya. Islam, the fastest growing religion!

Syaifoel Hardy
shardy@emirates.net.ae
Read more ...

Carilah Kesamaan, Bukan Perbedaan

Carilah Kesamaan, Bukan Perbedaan

Saya amat terkesan dengan apa yang diajarkan guru sekolah dasar ketika pertama kali masuk sekolah. Ibu Guru menggambar dua buah lingkaran di papan tulis. Ia menamai lingkarang yang satu Laki-laki, sedangkan lingkaran yang lain Perempuan.


Kedua lingkaran itu saling menabrak sehingga terbentuk sebuah bidang kecil yang menjadi bagian yang sama dari kedua lingkaran tersebut. Sambil menunjuk bidang tersebut, Ibu Guru berkata, "Bidang ini milik bersama kedua lingkaran. Tujuannya, untuk mewadahi hal-hal yang punya kemiripan baik yang dimiliki anak laki-laki maupun anak perempuan. Nah, mari kita isi bersama-sama, apa saja yang bisa kita masukkan di tempat ini!"


Murid-murid kemudian saling menyebutkan apa saja kesamaan antara anak lelaki dan perempuan semisal, "menangis, tertawa, makan, minum," Mereka melanjutkan, "Kita semua bisa berantem, bisa bermain, dan kita semua suka es krim, dan masih banyak lagi."


Setelah itu Ibu Guru menggambar tiga buah lingkaran di papan tulis. Masing-masing lingarakan diberi nama Hitam, Putih, dan Kuning. Sekali lagi ia menjelaskan, ketiga lingkaran itu saling menabrak satu sama lain sehingga tercipta sebuah bidang yang menjadi milik bersama. Bidang itu dipakai untuk menampung segala sesuatu yang dari kelompok yang memiliki kesamaan. Nah, apa yang harus kita masukkan dalam ruangan itu?


Kembali usulan murid membanjir. Akhirnya ada seorang anak yang maju ke depan. Sambil menujuk bidang dalam ketiga lingkaran itu ia berkata, "Bidang di mana ketiga lingkaran itu saling menempel terlalu kecil Kita perlu memperbesar agar semua kesamaan-kesamaan yang kita punyai bisa tertampung di dalamnya."


Apa yang dikatakan murid cerdas itu memang benar. Insan manusia itu pada kenyataannya memang memiliki lebih banyak kesamaan antara yang satu dengan yang lain daripada perbedaan-perbedaannya.


"Hai Manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesunggunya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (Al Hujuraat:13)



(Carmen Mariano/Djs)
Read more ...

Aku Menyaksikan Tangismu

Aku Menyaksikan Tangismu

Dia menelungkup, membenamkan wajahnya pada kedua tangan yang dilipat di atas meja, kemudian menangis tanpa suara. Sesaat hening, samar-samar Raihan bersenandung puji-pujian melalui speaker komputer. Kami bertiga duduk berhadapan dalam sebuah laboratorium kedap suara.

“Kapan kejadiannya?” tanyaku setengah berbisik. Dia mengangkat wajah dan menerima selembar tissue yang disodorkan ikhwan. “Kamis malam” katanya pendek. Bagaimana mungkin? Kemarin dia terlihat ceria seperti biasanya, alangkah pandainya dia menutupi semua kesedihannya, kataku dalam hati.

“Lalu apa yang terjadi?” ikhwan bertanya. “Aku menahan tangan ayah yang sudah mengangkat meja, aku tidak mungkin membiarkan Ibu dipukuli meja kayu.” jawabnya “Kejadiannya cepat, dan aku hilang kontrol, aku tidak bisa menahan diri seperti biasanya, aku akan memukul Ayah, tapi adikku menghalangi Kami, dan menjerit-jerit.” lanjutnya. “Aku ditarik Ibu masuk kamar, Kami berdua mengunci pintu, Ibu menggigil ketakutan, Ayah menggedor-gedor pintu, berteriak-teriak memaki, kemudian berusaha mendobrak masuk., tapi tidak berhasil”.

Dia menghela napas “Ayah mulai memecahkan kaca-kaca, bahkan kaca di atas pintu kamar, pecahannya jatuh menancap hanya satu senti dari tanganku. Ayah lalu berteriak-teriak dan mengancam akan membakar rumah.”

“Apa?” aku dan ikhwan berseru kaget. “Ya, tapi alhamdulillah tiba-tiba nenek datang, beliau langsung menjerit-jerit karena ternyata adikku pingsan, jadi perhatian Ayah langsung teralihkan. Aku dan Ibu akhirnya keluar setelah nenek mengetuk pintu.” Jawabnya, “Tentu saja ayah menyalahkanku karena kejadian ini, dia memaki aku di hadapan saudara-saudaraku yang datang kemudian. Akhirnya adikku siuman jam 6 pagi. Aku pergi kerja setelah didesak Ibu, aku sempat berpesan pada Ibu untuk pergi dari rumah kalau Ayah berusaha menyakitinya lagi”.

“Apa Ayahmu melakukannya lagi?” Tanya ikhwan “Tidak, kemarin dia pergi, entah kemana, mungkin berjudi lagi, Ayah baru pulang larut malam.” Katanya “Ugh menyebalkan” kataku tanpa sadar, “Mestinya Ayahmu diadukan ke Asosiasi Pembelaan Perempuan, biar dipenjara.”

“Yaaa mesalahnya keadaan tidak sesederhana itu kan..” kata ikhwan. Tiba-tiba dia tersenyum, lalu bangkit “Terima kasih ya kalian sudah mendengarkan, terima kasih.” sebelum melangkah ke luar ruangan dia berkata, “ Semoga suatu saat keadaan membaik.”

Aku dan Ikhwan termenung.

Aku memandang gerimis lewat kaca jendela kamar, mengingat kejadian tadi siang. Baru pertama kali aku menyaksikan ia menangis setelah 2 tahun aku berteman dengannya. Aku tidak pernah menyangka bahwa masalah yang ia hadapi begitu berat, sampai ia memutuskan untuk menceritakannya pada diriku dan Ikhwan. Kami bertiga bersahabat baik, hampir sebaya. Tiba-tiba aku menangis, air mataku jatuh satu-satu…

Kata-katanya tadi siang masih terngiang :
Ayahku pemarah.Ayahku dulu sering selingkuh. Sekarang tidak, tapi dia suka berjudi. Dia sering memaki Ibu. Dia sering menyakiti Ibu. Padahal Ibu lah yang bekerja keras. Padahal aku yang membiayai adikku sekolah. Tapi Ayah tetap tidak perduli. Dia tetap menyakiti kami. Dan Ayah mengancam Ibu..

Dia tidak sanggup lagi berkata…lalu dia menangis….dan aku menyaksikan tangisnya..

Sekarang aku mengerti….mengapa dia melewatkan begitu banyak kesempatan kerja di luar kota, padahal gaji yang akan diperoleh lebih dari apa yang telah dia dapatkan di perusahaan tempat kami bekerja… karena dia tidak mungkin meninggalkan Ibunya, dan belum mampu membawa serta Ibunya dengan kondisi keuangan seperti saat ini. Sekarang aku mengerti…mengapa dia menunda untuk menikah, karena saat ini dia hanya ingin mencintai Ibunya..Ibunya yang sudah sebatang kara dan sering disakiti Ayahnya…

Sekarang aku mengerti....mengapa dia begitu peka terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan seorang Ibu..
Sekarang aku mengerti…dia telah mengorbankan semuanya….Untuk melindungi dan memuliakan Ibunya..

Aku teringat jawaban Rasulullah saw saat seorang sahabat bertanya tentang orang yang mesti dimuliakan..”Ibumu..ibumu…ibumu…, setelah itu baru Ayahmu..”

Di luar, gerimis telah menjadi hujan lebat…(Maret 2004, pinka@eramuslim.com)

Untuk sahabatku, semoga Allah melimpahkan kasih sayangNya padamu dan Ibumu…
Read more ...

Ada Apa Dengan Kita?

Ada Apa Dengan Kita?

Saudaraku, saat mobil mewah dan mulus yang kita miliki tergores, goresannya bagai menyayat hati kita. Saat kita kehilangan handphone di tengah jalan, separuh tubuh ini seperti hilang bersama barang kebanggaan kita tersebut. Saat orang mengambil secara paksa uang kita, seolah terampas semua harapan.


Tetapi saudaraku, tak sedikitpun keresahan dalam hati saat kita melakukan perbuatan yang melanggar perintah Allah, kita masih merasa tenang meski terlalu sering melalaikan sholat, kita masih berdiri tegak dan sombong meski tak sedikitpun infak dan shodaqoh tersisihkan dari harta kita, meski disekeliling kita anak-anak yatim menangis menahan lapar. Saudaraku, ada apa dengan kita?


Saudaraku, kata-kata kotor dan dampratan seketika keluar tatkala sebuah mobil yang melaju kencang menciprati pakaian bersih kita. Enggan dan malu kita menggunakan pakaian yang terkena noda tinta meski setitik dan kita akan tanggalkan pakaian-pakaian yang robek, bolong dan menggantinya dengan yang baru.


Tetapi saudaraku, kita tak pernah ambil pusing dengan tumpukan dosa yang mengotori tubuh ini, kita tak pernah merasa malu berjalan meski wajah kita penuh noda kenistaan, kita pun tak pernah tahu bahwa titik-titik hitam terus menyerang hati ini hingga saatnya hati kita begitu pekat, dan kitapun tak pernah mencoba memperbaharuinya. Saudaraku, ada apa dengan kita?


Saudaraku, kita merasa tidak dihormati saat teguran dan sapaan kita tidak didengarkan, hati ini begitu sakit jika orang lain mengindahkan panggilan kita, terkadang kita kecewa saat orang lain tidak mengenali kita meski kita seorang pejabat, pengusahan, kepala pemerintahan, tokoh masyarakat bahkan orang terpandang, kita sangat khawatir kalau-kalau orang membenci kita, dan berat rasanya saat orang-orang meninggalkan kita.


Tetapi juga saudaraku, tidak jarang kita abaikan nasihat orang, begitu sering kita tak mempedulikan panggilan adzan, tak bergetar hati ini saat lantunan ayat-ayat Allah terdengar ditelinga. Dengan segala kealpaan dan kekhilafan, kita tak pernah takut jika Allah Yang Maha Menguasai segalanya membenci kita dan memalingkan wajah-Nya, kita pun tak pernah mau tahu, Baginda Rasulullah mengenali kita atau tidak di Padang Masyhar nanti. Kita juga, tak peduli melihat diri ini jauh dari kumpulan orang-orang sholeh dan beriman.


Saudaraku, tanyakan dalam hati kita masing-masing, ada apa dengan kita?


Wallahu a'lam bishshowaab
Read more ...

Sunday, July 24, 2011

Apa Arti Kekayaan?

Apa Arti Kekayaan?

Sebuah diskusi kecil di dalam ruang kelas, terdiri atas beberapa anak-anak muda dan masih murni belum terkotori oleh debu-debu ribawi. Sebuah pertanyaan terlontar, “Apa jadinya bila seluruh orang yang ada di dunia ini diberikan oleh Allah SWT satu kilogram emas perorang?

Mereka dengan penuh tanda tanya dan merasa aneh menjawab “Ngga bakalan ada yang mau kerja”, “ngga bakalan ada yang jadi tukang sapu”, “ngga bakalan ada yang jadi sopir” tetapi ada satu jawaban smart yaitu, harga emas akan menjadi turun dan emas tidak akan berharga lagi. "Smart", saya bilang.

Pertanyaan kedua, “Apa jadinya bila Allah menjadikan semua orang dimuka bumi menjadi S-3 semua?” Ada banyak jawaban, “semua orang jadi pinter”, “semua akan jadi professor”, yang pasti harga pendidikan tidak akan semahal ini, bahkan boleh jadi ilmu begitu murahnya sehingga orang tidak merasa terhormat bila menyandang gelar S-3 lagi, karena tukang sapu pun bergelar S-3.

Jadi apa yang kita cari? Apakah kekayaan yang begitu banyak, ataukah gelar yang terhormat? Mengapa Allah SWT tidak menciptakan semua orang dimuka bumi menjadi kaya dan mengapakah Allah SWT tidak menjadikan manusia bergelar S-3 semua. Mengapa ada yang perlu menjadi tukang tambal ban, penjaga sekolah, menjadi tukang sapu, menjadi sopir, menjadi tukang ojek. Mengapa Allah SWT tidak mengangkat mereka semua menjadi Presiden Indonesia? Atau menjadi Sekjen PBB? Atau menjadikan mereka semua menjadi Perdana Menteri atau Kanselir?

Mungkin ini pertanyaan yang rada tolol, tapi pernahkah kita berpikir tentang hal ini? Ada apa dibalik semua ini? Bukankah bagi Allah SWT Maha Segalanya dan mudah bagi Allah menciptakan manusia menjadi Presiden semua dan mudah bagi Allah untuk menciptakan manusia ini menjadi Perdana Mentri semua. Tapi sudah sunnatullah ternyata Allah menginginkan manusia mengambil manfaat dari semua ini. Bila tak ada lagi tukang tambal ban, dapatkah kita bayangkan kesulitan yang akan terjadi yang menimpa kita? Bila tidak ada tukang sampah maka kita akan kebauan sampai berkilo-kilo meter, bila tidak ada yang menjadi tukang sapu maka apa jadinya lantai di rumah, kantor dan masjid serta tempat ibadah lainnya?

Pemilu 2004 menjadikan semua rakyat Indonesia berkeinginan menjadi presiden RI dengan segala cara. Ada yang lewat konvensional, meskipun sudah bebas dari ancaman terdakwa tetapi ambisi masih ada. Ada pula yang menjual diri kepada masing-masing partai untuk mengangkat dirinya menjadi presiden meskipun bukan orang partai. Ada pula yang asik berkoar-koar menarik konstituen partainya agar terpilih menjadi presiden dengan berbagai macam cara.

Apakah yang diinginkan oleh Allah SWT sebenarnya? Hanya satu yang diinginkan oleh Allah SWT dan keinginan Allah SWT tidak diterjemahkan secara benar oleh umat manusia sejak dari nabi Adam sampai Muhammad SAW, yaitu menyembah Allah, sujud kepada Allah adalah lebih baik daripada menjadi seorang Presiden RI, sujud kepada Allah adalah lebih baik daripada menjadi seorang ketua DPR RI, sujud kepada Allah akan menyebabkan derajat orang menjadi tinggi, bukan sebaliknya. Apabila semua orang sujud kepada Allah, harga sujud bukan semakin rendah seperti harga emas, akan tetapi dengan sujud kepada Allah, Allah justru membukakan pintu barakah bagi seluruh penduduk yang sujud kepada-Nya, sujud menjadi sesuatu yang sangat mahal harganya dan tidak akan mengalami devaluasi.

Maukah kita sujud tengah malam dan mendoakan agar pemimpin kita adalah orang muslim, tidak berdusta, tidak khianat, tidak ingkar janji, tidak korupsi, tidak berzina, sejauh mana sujud kita kepada Allah telah merubah bangsa ini?

Husnul Yanwar
husnul_ssi@yahoo.com
Read more ...

Thursday, July 21, 2011

Anda Mujahid Layak Dapat Bintang

Anda Mujahid Layak Dapat Bintang

Abdul Rozak (40) pengusaha roti, tewas seketika tatkala mobil Hijet 1000 No. Pol D-1474-DC yang dikemudikannya dihantam truk kontainer. Musibah yang terjadi pukul 05.00 di sekitar Kebon Karet, Jalan Raya Cibening Purwakarta, beberapa kilometer sebelum Tol Cikampek-Karawang, meremukkan batok kepala lelaki asal Palembang itu. Abdul Rozak tak sempat kembali ke rumahnya untuk membeli bahan-bahan pembuat roti. Karena ajal telah lebih dulu menjemputnya tanpa ia duga. (sebagaimana dilaporkan Mingguan Dialog edisi 22-28 September) tk menyebutkan lebih jauh status korban. Seperti isteri dan berapa anak yang ditinggalkannya, tak tertulis. Namun melihat usia korban, ia kemungkinan berstatus seorang kepala keluarga.)


Taroklah kita berasumsi, tatkala Abdul Rozak hendak berangkat mencari nafkah, niatnya karena Allah. Maka insya Allah ia tergolong mendapat akhir yang baik (husnul khotimah). Almarhum layak disetarakan sebagai seorang yang sedang berjihad. Dengan catatan tambahan tentunya, kalau saja saat ia mulai melangkahkan kakinya ke luar rumah hingga maut menjemputnya, motivasinya tetap istiqomah mencari rezeki yang halal untuk menghidupi keluarganya.

Kita berdoa kepada Allah, mudah-mudahan pedagang roti itu memang seorang ayah yang taqwa. Yang senantiasa menjaga keluarganya dari rezeki yang haram. Memelihara pandangannya dari melihat pemandangan yang bukan haknya untuk ia lihat. Menjaga lisannya dari menggunjing, memfitnah, mengumbar lelucon-lelucon beraroma cabul, memaki orang dengan kasar, mengejek serta merendahkan orang lain, menipu, dan lain-lain. Semoga.

Seandainya pergulatan Abdul Rozak dalam menafkahi keluarganya setiap hari, senantiasa diawali dengan untaian doa kepada Allah. Jika saja dalam kesibukannya bekerja sehari-hari ia tak pernah meninggalkan ibadah dan taat kepada Allah. Pendek kata, andaikan hari-harinya ia niatkan semata-mata untuk beribadah dan melaksanakan perintahNya. Maka kematian Abdul Rozak layak disebut sebagai mati syahid di jalan Allah.

Rasul dalam salah satu wasiatnya menerangkan, seorang kepala keluarga yang sungguh-sungguh mencari rezeki yang halal, lalu ia mati. Orang itu dalam penilaian beliau saw, mati syahid di jalan Allah.

Allah telah menetapkan laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita. Karena secara fitrah penciptaannya, bukan hanya pria diberikan kelebihan dalam segi fisik (otot), perasaan, tapi juga akal. Karena itulah Allah meletakkan beban kewajiban yang lebih atas pria terhadap kaum wanita. Salah satu kewajiban paling mendasar ialah pria sebagai pelindung dan pengayom kaum wanita.

"Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (kaum pria) atas sebagian yang lain (kaum wanita). Karena mereka telah (diwajibkan) menafkahkan sebagian harta mereka (terhadap isteri)." (QS 4:34)

Tak usahlah kita perdebatkan soal hak perlindungan kaum wanita yang mesti mereka peroleh dari kaum pria. Ini bukan soal supremasi dan dominasi kaum lelaki terhadap kaum wanita. Tapi soal tanggung jawab fitrah. Memang kita akui, sampai saat ini kaum feminis masih saja meributkan soal hak-haknya itu yang mereka anggap telah "dirampas" kaum pria. Kita khawatir bila tanggung jawab melindungi (mencari nafkah) itu sama-sama dibebankan kepada wanita, banyak wanita yang akan kepayahan sendiri nantinya. Karena konsekuensinya, jam kerja mereka harus sama dengan kaum pria tanpa cuti haid maupun cuti hamil, misalnya. Lebih parah lagi, banyak kaum pria yang nantinya enggan bertanggungjawab memberi nafkah pada istrinya. Karena sebagian kewajibannya dianggap sudah dihendel kaum wanita.

Lantaran itu Rasulullah menekankan kaum pria giat bekerja untuk menghidupi serta berusaha keras membahagiakan keluarga mereka. Sebaliknya beliau mencela para pemalas, yang tak pernah berusaha untuk membahagiakan keluarganya. Apalagi bila ia berlaku kasar pada anak dan istrinya.

"Taqwalah kamu kepada Allah di dalam mengurus perempuan istri--pen). Sebab dia adalah dalam lingkungan penjagaanmu. Dan hendaklah kamu cukupkan belanjanya dan pakaiannya dengan pantas." (HR Muslim)

"Yang paling berat dalam timbangan orang mukmin adalah akhlaq yang mulia. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang melakukan perbuatan keji lagi hina." (Shahih al-Jami')

"Berdosalah seseorang yang menyia-nyiakan tanggungan yang seharusnya ia beri makan," (HR Muslim)

Sungguh mulia para mujahid yang telah membanting tulang untuk menafkahi keluarganya dengan cara halal. Yakni seorang ayah yang tak pernah mengotori hartanya dengan yang haram.Yang keras menolak uang suap, menghindari praktik-praktik ilegal, dan tindakan manipulatif apapun.

Sungguh ajaib para mujahid yang telah bekerja serius menghidupi keluarganya untuk merengkuh ridhoNya. Yakni ayah yang selalu ingat, betapa anak dan isteri di rumah selalu setia mendoakan keselamatannya. Seorang suami yang selalu memelihara kesuciannya sebagaimana isterinya di rumah selalu menjaga kehormatannya dari pandangan mata dan jamahan tangan-tangan liar. Hingga ia tak mungkin mau mengumbar pandangannya pada wanita-wanita yang bukan mahromnya. Apalagi sampai bercumbu dan berkencan dengan wanita teman sejawat atau sekretarisnya. Betapa mengagumkan para mujahid yang ikhlas berletih-letih bekerja untuk mengantarkan keluarganya menuju rahmat Allah.Yakni mereka yang tidak menjerumuskan dirinya dalam praktik kerja dan pergaulan mesum. Menjauhkan mengeksploitasi perempuan sebagai umpan bisnis. Menolak lobi-lobi bisnis dilakukan di tempat-tempat mesum sembari mengumbar cerita-cerita cabul. Sementara aroma khamar dan bau parfum wanita menghiasi lobi-lobi mereka. Tidak! Para mujahid pasti akan mengenyahkan praktik-praktik bisnis terkutuk itu. Mereka adalah para hamba yang selalu menjauhkan diri dari cerita-cerita skandal yang menjijikkan.

Apapun profesi mereka, andaikan mereka berusaha keras menjaga diri dan keluarga mereka dari yang diharamkan Allah. Entah mereka sebagai penarik becak, pedagang kaki lima, pengemudi mikrolet, penjual nasi, pedagang sayuran, pemulung, penjaja mainan anak-anak di perempatan-perempatan lampu merah, dan lain sebagainya. Sungguh setiap tetes keringat dan tarikan napas mereka, insya Allah akan dicatat sebagai tetesan darah jihad di jalan Allah. Mereka pantas disebut mujahid.

"Dan sesungguhnya engkau tidak akan memberi nafkah yang diniatkan karena Allah, kecuali engkau akan mendapatkan balasannya. Termasuk apa yang engkau berikan ke dalam mulut istrimu." (HR Bukhori-Muslim)

Mujahid tidak layak disandangkan pada para ayah yang dalam bekerja tak pernah mengindahkan pantangan-pantangan Allah.Yakni mereka yang gemar melakukan praktik-praktik suap dan tindakan manipulatif. Mengeksploitasi wanita untuk promosi bisnis mereka. Ngerumpi dengan kolega yang hobi melontarkan kata-kata dusta dan humor-humor mesum. Yang senang membeberkan masalah-masalah privasi rumah-tangganya dihadapan koleganya. "Eh...semalam bini gua..." dan seterusnya, dan seterusnya. Mereka yang terbiasa dengan dunia perselingkuhan. Na'udzubillahi min dzalik.

Kelompok terakhir ini, hakikatnya tak layak disebut kepala keluarga. Karena mereka tak mampu memimpin diri mereka sendiri, apalagi untuk memimpin keluarga. Kepada mereka tak pantas diberi gelar mujahid, betapapun mereka telah memberikan harta melimpah pada anak-isteri mereka. Sebab mereka hakikatnya adalah para pengkhianat. Yang telah menghianati diri mereka sendiri, menghianati amanah keluarga, amanah masyarakat-bangsa-dan negara, dan tentunya menghianati amanah Allah swt.

Mudah-mudahan Anda bukan termasuk kelompok terakhir.Karena Anda adalah mujahid, dan Anda layak mendapat bintang! (stn)
Read more ...
 
Indonesia dulu dikenal sebagai bangsa yang toleran dan penuh sikap tenggang rasa. Namun, kini penilaian tersebut tidak dapat diamini begitu saja, karena semakin besarnya keragu-raguan dalam hal ini. Kenyataan yang ada menunjukkan, hak-hak kaum minoritas tidak dipertahankan pemerintah, bahkan hingga terjadi proses salah paham yang sangat jauh.
free counters

Blog Archive

Seseorang yang mandiri adalah seseorang yang berhasil membangun nilai dirinya sedemikian sehingga mampu menempatkan perannya dalam alam kehidupan kemanusiaannya dengan penuh manfaat. Kemandirian seseorang dapat terukur misalnya dengan sejauh mana kehadiran dirinya memberikan manfaat kearah kesempurnaan dalam sistemnya yang lebih luas. Salam Kenal Dari Miztalie Buat Shobat Semua.
The Republic of Indonesian Blogger | Garuda di DadakuTopOfBlogs Internet Users Handbook, 2012, 2nd Ed. Avoid the scams while doing business online

Kolom blog tutorial Back Link PickMe Back Link review http://miztalie-poke.blogspot.com on alexa.comblog-indonesia.com

You need install flash player to listen us, click here to download
My Popularity (by popuri.us)

friends

Meta Tag Vs miztalie Poke | Template Ireng Manis © 2010 Free Template Ajah. Distribution by Automotive Cars. Supported by google and Mozila