Saturday, January 22, 2011

Sebuah Dunia Tanpa Islam (2)

Sebuah dunia (yang tidak mungkin) tanpa Islam, sebagaimana substansi dari judul buku Graham Fuller, A World Without Islam (New York: Little & Brown, 2010). Meski demikian, Fuller sesuai judul bukunya, Washington (pemerintah AS dan Barat lainnya) dalam merumuskan kebijakan-kebijakannya di Timur Tengah harus berlaku seolah-olah 'tidak ada' Islam di Timur Tengah. Sebagian besar masalah di kawasan ini bisa ditangani dan diselesaikan tanpa melibatkan Islam sebagai sebuah penjelasan dan faktor yang memengaruhi terciptanya berbagai masalah.
 
Menurut Fuller, melibatkan Islam sebaliknya dapat mengaburkan pemahaman tentang hakikat masalah-masalah yang ada di kawasan ini; meski tentu saja banyak masalah itu terbungkus simbol dan retorik Islam. Dengan begitu, AS dan Barat tidak lagi dengan cepat selalu dapat menyalahkan Islam atas segala masalah di Timur Tengah; sama dengan kaum Muslim yang tidak bisa menyalahkan Barat atas masalah-masalah yang mereka hadapi.

Dalam konteks itu, menarik sekali rekomendasi yang diajukan Fuller untuk mengurangi ketegangan yang masih ada sekarang ini antara Dunia Muslim dan AS. Pertama, Barat harus menghentikan intervensi politik dan militer di kawasan-kawasan Muslim karena sangat provokatif bagi kaum Muslimin. Dengan begitu, kawasan-kawasan Muslim yang bermasalah atau potensial bermasalah dapat kembali tenang. Ini berarti, AS dan Barat harus menarik seluruh kekuatan militernya dari bumi kaum Muslim.

Kedua, upaya mengidentifikasi para pelaku aksi terorisme harus melalui intelijen dan polisi. Penangkapan mereka yang dicurigai sebagai teroris harus menjadi hak prerogatif badan internasional atau negara bersangkutan; bukan oleh AS yang suka menjalankan operasi ekstrateritorial-melanggar kedaulatan negara orang lain-dan membunuh orang-orang tertentu semaunya.

Selanjutnya, ketiga, AS harus menarik dukungan khususnya kepada diktator-diktator (di sejumlah negara Muslim). Karena para diktator ini sebenarnya mencemarkan nama baik AS, khususnya dalam penumbuhan demokrasi di Dunia Muslim. Dukungan AS kepada para diktator itu hanya kian menumbuhsuburkan lingkungan politik yang eksplosif dan anti-Amerika. Keempat, demokrasi harus dibiarkan tumbuh di Dunia Islam, tetapi AS harus tidak menjadi alat implementasinya. AS harus tidak campur tangan dalam penumbuhan demokrasi karena dapat mencemarkan konsep dan praktik demokrasi itu sendiri.

Lebih jauh, kelima, AS harus menerima partai-partai Islam yang menang dalam proses-proses politik demokratis. AS hendaknya memberikan kesempatan kepada mereka mewujudkan janji-janji mereka dalam menyelesaikan masalah-masalah sangat urgen dalam bidang ekonomi, sosial, dan politik. Keenam, AS harus segera menemukan penyelesaian masalah Palestina. Karena masalah ini dipandang banyak bagian Dunia Muslim sebagai bentuk telanjang imperialisme, yang membuat banyak rakyat Palestina tewas dan terbuang ke kamp pengungsian dan mengalami berbagai bentuk penderitaan lain. AS harus membalikkan usaha-usaha kolonisasi yang terus-menerus dilakukan Israel.

Fuller juga menawarkan rekomendasi ketujuh; bahwa jika AS menggunakan sepersepuluh saja dari satu triliun dolar yang dihabiskan kepentingan militer di Timur Tengah untuk membangun sekolah, universitas, rumah sakit, klinik, dan balai latihan kerja, citra Amerika dapat menjadi lebih baik. Selain itu, lingkungan hidup di Timur Tengah dapat diperbaiki. Kedelapan, kebijakan-kebijakan AS yang 'tercerahkan' agaknya dapat segera mengakhiri sumber-sumber kekerasan yang bersifat internasional dan trans-nasional. Terakhir, hanyalah kaum Muslim sendiri yang dapat menemukan pemecahan masalah radikalisme dan karena itu AS harus tidak campur tangan.

Rekomendasi-rekomendasi Fuller itu pada dasarnya tidaklah baru; banyak kalangan Muslim telah berulang kali mengajukan rekomendasi bernada dan bersubstansi sama. Namun, rekomendasi-rekomendasi itu tidak pernah mendapatkan perhatian serius para perumus dan pelaksana kebijakan AS dan banyak negara Barat lainnya. Akibatnya, berbagai masalah yang menjadi sumber ketegangan antara AS dan Barat dengan Dunia Islam tetap tidak terselesaikan; dan terus membuat ketegangan tersebut bertahan. Apakah rekomendasi Fuller bakal mereka pedulikan; hanya sejarah yang bakal membuktikan.

Pada saat yang sama, rekomendasi Fuller juga menegaskan adanya PR (pekerjaan rumah) yang harus diselesaikan kaum Muslimin sendiri, tidak hanya di Timur Tengah, tetapi juga di tempat-tempat lain. Kaum Muslimin harus menyelesaikan masalah-masalah di antara mereka secara damai; tidak dengan cara-cara kekerasan, yang lazimnya membuat AS dan negara-negara Barat lainnya terdorong campur tangan. Apalagi, jika ada pihak tertentu di kalangan Muslim yang bertikai mengundang campur tangan dan intervensi AS dan sekutu-sekutunya. Sekali intervensi itu terjadi, sulit mengakhirinya; dan pada saat yang sama menciptakan situasi konflik dan kenestapaan berkepanjangan di kalangan kaum Muslimin.


---------------
Ditulis oleh Azyumardi Azra dalam www.uinjkt.ac.id
Tulisan ini pernah dimuat di Republika, 23 Desember 2010
Read more ...

Sebuah Dunia Tanpa Islam (1)

Bayangkan bagaimana sebuah dunia tanpa Islam. Imajinasi dan pengandaian liar ini mungkin ada di benak sementara orang, khususnya di Barat, setelah ketegangan antara apa yang disebut sebagai Barat dan Islam meningkat sejak peristiwa 11 September 2001. Meski ketegangan itu kini dalam batas tertentu sudah mulai menyurut-khususnya menyangkut perang melawan terror ala Presiden George W Bush, ironisnya orang menyaksikan meningkatnya sikap anti-Islam dan anti-Muslim di Amerika Serikat dan juga di beberapa negara Eropa. Pada saat yang sama, gambaran dan referensi kepada Islam membanjiri media, baik cetak maupun elektronik Barat. Karena itu, boleh jadi kalangan seperti ini membayangkan sebuah dunia tanpa Islam dan kaum Muslim sehingga mereka merasa lebih nyaman.

Sebuah dunia tanpa Islam. Pengandaian yang menjadi judul buku terbaru karya Graham Fuller, A World Without Islam (New York: Little & Brown, 2010). Fuller, mantan wakil kepala Dewan Intelijen Nasional CIA yang kini guru besar ilmu politik di Simon Fraser University, Vancouver, Kanada, meski mengambil judul yang bisa membuat kaum Muslimin khususnya bertanya, justru memberikan jawaban atas imajinasi dan pengandaian tersebut. Bahkan, Fuller memberikan argumen bertolak belakang. Jika ada orang yang membayangkan sebuah dunia yang bakal berbeda tanpa Islam sejak dulu sampai sekarang, menurut Fuller, sesungguhnya keadaannya tidak akan banyak berbeda, khususnya menyangkut hubungan antara Dunia Barat dan Timur.

Dalam pandangan Fuller adalah absurd mengandaikan sebuah dunia tanpa Islam. Agama ini beserta para pengikutnya telah menjadi realitas sejak abad 7 Masehi. Jarum sejarah tidak pernah bisa dimundurkan dan sejarah tidak bisa ditulis ulang untuk membuat Islam dan kaum Muslim terhapus dari sejarah. Namun, menurut Fuller, pengandaian itu dapat mendorong orang untuk melihat kembali sejumlah peristiwa dan perkembangan kunci sepanjang sejarah, tidak hanya menyangkut Islam dan kaum Muslim-khususnya di Timur Tengah, tetapi juga mengenai Eropa, hubungan di antara agama-agama yang berbeda, dan juga peradaban yang berkembang.

Memang, ketika Fuller menggunakan istilah Islam, ia mengacu kepada Islam Timur Tengah dan tidak secara eksplisit merujuk kepada kaum Muslim di kawasan ini. Dengan begitu, dia memperlakukan Islam secara monolitik. Ia juga tidak memedulikan kesenjangan antara citra ideal Islam dan living Islam di kawasan ini dengan mengabaikan realitas sosial, budaya, dan politik kaum Muslim yang tidak selalu mengaktualisasikan Islam sesuai prinsip, ajaran, dan nilainya.

Karena itu, yang terutama dimaksudkan Fuller dengan Islam pada dasarnya adalah aktualisasi 
agama ini oleh para penganutnya di Timur Tengah. Jelas Fuller tidak membahas pengandaian jika tidak ada Islam. Minat dan perhatian utama karya ini adalah hubungan-hubungan yang terjadi sepanjang sejarah antara masyarakat-masyarakat Muslim Timur Tengah dan komunitas-komunitas agama lain di Eropa dan juga pada masa kontemporer dengan AS. Dan, jika dalam episode-episode sejarah tertentu hubungan itu bisa jadi sangat memburuk, menurut Fuller, Islam bukanlah penyebab utama atau bahkan tidak juga penyebab kedua.

Dalam konteks itu, bagi Fuller, Islam Timur Tengah tidak berdiri sendiri. Ia terkait erat dan berkesinambungan dengan potret keagamaan yang berkembang sebelum datangnya Islam. Sebab itu, Islam terkait dan terpengaruh kekuatan-kekuatan yang telah ada sebelumnya. Islam tidak spesial di tengah berbagai perkembangan agama dan juga politik sehingga ia masuk ke dalam arus perkembangan umum di kawasan-kawasan tersebut.

Karena itu, jika ada ketegangan di antara komunitas-komunitas Kristiani Eropa dan masyarakat Muslim, hal itu sudah mendapatkan preseden dalam ketegangan dan konflik di antara Kristiani Ortodok Timur (Bizantium) dan Kristiani Katolik Roma. Jika Islam tidak menancapkan eksistensinya di kebanyakan wilayah Timur Tengah, besar kemungkinan kawasan ini masih berada di bawah pengaruh Gereja Ortodok Timur. Dan, hubungan antara kedua gereja ini telah diwarnai kecurigaan timbal balik dan penuh racun selama hampir dua milenium-meski sebenarnya mereka berbagi banyak tradisi yang sama. Bagaimanapun, kehadiran Islam sebagai sebuah kekuatan agama, sosial, budaya, dan politik menambah kompleksitas ketegangan yang telah ada sebelumnya.

Dengan demikian, tidak mungkin ada sebuah dunia tanpa Islam. Jika ada ketegangan di antara Islam dan Barat, yang perlu dilakukan bukan mengandaikan ketiadaan Islam, sebaliknya berusaha menyelesaikan faktor-faktor yang penyebab ketegangan dan hubungan buruk tersebut.


------------

Ditulis oleh Azyumardi Azra dalam www.uinjkt.ac.id
Tulisan ini pernah dimuat di Republika, 17 Desember 2010
Read more ...

Sunday, September 5, 2010

Histori Perang Timur Tengah Sejak Zaman Mahabharata

Timur Tengah adalah sebuah wilayah yang secara politis dan budaya merupakan bagian dari benua Asia, atau Afrika-Eurasia. Pusat dari wilayah ini adalah daratan di antara Laut Mediterania dan Teluk Persia serta wilayah yang memanjang dari Anatolia, Jazirah Arab dan Semenanjung Sinai. Wilayah tersebut mencakup beberapa kelompok suku dan budaya termasuk suku Iran, suku Arab, suku Yunani, suku Yahudi, suku Berber, suku Assyria, suku Kurdi dan suku Turki.
Yang unik dari daerah timur tengah yang kaya akan minyak bumi ini adalah adanya konflik berdarah yang tiada berkesudahan sejak jaman dahulu kala. Peperangan demi peperangan terus terjadi dan masih berlangsung sampai saat ini antara suku bangsa dan antara agama-agama serumpun yang berkiblat pada moyang yang sama, yaitu nabi Abraham/Ibrahim.
Dalam kitab suci Yahudi, yaitu Taurat atau sering juga disebut Torah terdapat ayat yang menjelaskan adanya perjanjian antara Tuhan dengan tiga patriark Yahudi mengenai suatu daerah suci yang dijanjikan untuk kaum Yahudi. Tanah suci yang dijanjikan Tuhan tersebut selanjutnya dikenal sebagai Eretz Yisrael (tanah Israel), Zion, atau Judea. Setelah itu diperkirakan pada abad ke-11 SM sudah berdiri beberapa kerajaan bangsa Yahudi di tanah suci yang dijanjikan tersebut. Hanya saja setelah kegagalan dalam perang Bar Kokhba melawan Kekaisaran Romawi pada tahun 132 Masehi, kerajaan-kerajaan Yahudi ini mengalami kehancuran.
Sampai abad ke-7 terjadi peperangan dan penguasaan silih berganti atas wilayah tersebut. Secara berurutan wilayah tersebut sempat dikuasai oleh pemerintahan Asiria, Babilonia, Persia, Yunani, Romawi, Sassania dan Bizantium. Pada masa pemerintahan Bizantium, Kaisar Heraklius memerintahkan pembantaian besar-besaran atas orang-orang Yahudi sehingga menyebabkan mobilitas pengungsian besar-besaran orang Yahudi meninggalkan tanah kelahirannya. Pada tahun 636 Masehi pemerintahan Bizantium berhasil ditaklukkan oleh para tentara muslim. Mereka berhasil menguasai daerah itu selama hampir sekitar 6 abad dibawah kontrol Umayyah dan Abbasiyah sebelum akhirnya jatuh lagi ke tangan Tentara Salib di bawah Kesulatanan Mameluk pada tahun 1260. Pada tahun 1516, Tanah Israel ini kembali jatuh dan menjadi bagian dari Kesultanan Utsmaniyah yang memerintah wilayah tersebut sampai awal abad ke-20.
Orang-orang keturunan Yahudi yang telah berdiaspora di berbagai belahan dunia masih menyimpan cita-cita yang kuat untuk dapat kembali ke tanah yang dijanjikan sebagaimana yang tertulisan dalam kitab suci agama mereka. Uniknya, harapan dan kerinduan untuk kembali ke tanah Zion yang dijanjikan itu juga tertulis dalam Alkitab, kitab suci Kristiani. Akibat adanya penindasan orang-orang Yahudi oleh katolik pada abad ke-12 mendorong perpindahan orang-orang Yahudi Eropa kembali ke tanah suci yang dijanjikan. Sehingga secara bertahap jumlah mereka di tanah leluhurnya tersebut semakin meningkat. Sampai pada abad ke-16, komunitas-komunitas besar Yahudi kebanyakan berpusat pada Empat Kota Suci Yahudi, yaitu Yerusalem, Hebron, Tiberias, dan Safed. Pada pertengahan kedua abad ke-18, keseluruhan komunitas Hasidut yang berasal dari Eropa Timur telah berpindah ke Tanah Suci. Periode imigrasi besar-besaran mulai terjadi lagi pada 1881 yakni pada saat orang-orang Yahudi melarikan diri dari pogrom di Eropa Timur dan dikenal dengan sebutan Aliyah pertama.
Theodor Herzl adalah orang Yahudi pertama yang mendirikan gerakan Zionisme yang mendorong terbentuknya Negara Yahudi dari sisi politik. Pada tahun 1896, Herzl menerbitkan buku Der Judenstaat (Negara Yahudi). Ia memaparkan visinya tentang negara masa depan Yahudi. Dan pada tahun berikutnya ia kemudian mengetuai Kongres Zionis Dunia pertama.
Kesuksesan gerakan politik Zionisme ini mendorong terjadinya migrasi besar-besaran selanjutnya ke wilayah tanah penjanjian yang saat itu sudah diduduki oleh pemerintahan Arab-Palestina. Dan berkat politik balas budi pemerintahan Britania Raya/Inggris terhadap jasa Dr. Chaim Weizmann, kimiawan Yahudi yang bekerja untuk Inggris yang berhasil mensintesiskan aseton melalui fermentasi yang sangat penting dalam teknologi persenjataan membuat Inggris melalui mentri luar negerinya, Arthur James Balfour mengeluarkan pernyataan yang dikenal sebagai Deklarasi Balfour, yaitu deklarasi yang mendukung pendirian negara Yahudi di tanah Palestina. Legiun Yahudi, sekelompok batalion yang terdiri dari sukarelawan-sukarelawan Zionis, kemudian membantu Britania menaklukkan Palestina. Oposisi Arab terhadap rencana ini berujung pada Kerusuhan Palestina 1920 dan pembentukan organisasi Yahudi yang dikenal sebagai Haganah (dalam Bahasa Ibrani yang artinya “Pertahanan”). Setelah itu dan didorong oleh adanya gerakan Nazi mendorong terjadinya kembali imigrasi besar-besaran Yahudi ke daerah Palestina tersebut sehingga otomatis populasi Yahudi yang awalnya hanya 11% meningkat menjadi 33%.
Melalui Resolusi Majelis Umum PBB nomor 18 pada 29 November 1947 menetapkan daerah Palestina dibagi menjadi 2 bagian, yaitu sebagian untuk orang-orang Yahudi dan sebagian lagi menjadi bagian dari Negara Arab. Sedangkan kota Yerusalem yang merupakan kota suci yang diyakini oleh ketiga agama serumpun dijadikan daerah Internasional. Komunitas Yahudi menerima rencana tersebut, tetapi Liga Arab dan Komite Tinggi Arab menolaknya atas alasan kaum Yahudi mendapat 55% dari seluruh wilayah tanah meskipun hanya merupakan 30% dari seluruh penduduk di daerah itu. Pada tanggal 1 Desember 1947, Komite Tinggi Arab mendeklarasikan pemogokan selama 3 hari, dan kelompok-kelompok Arab mulai menyerang target-target Yahudi. Perang saudara dimulai ketika kaum Yahudi yang mula-mulanya bersifat defensif perlahan-lahan menjadi ofensif. Ekonomi warga Arab-Palestina runtuh dan sekitar 250.000 warga Arab-Palestina diusir ataupun melarikan diri.
Pada tanggal 14 Mei 1948, sehari sebelum akhir Mandat Britania, Agensi Yahudi memproklamasikan kemerdekaan dan menamakan negara yang didirikan tersebut sebagai “Israel”. Sehari kemudian, gabungan lima negara Arab – Mesir, Suriah, Yordania, Lebanon dan Irak –menyerang Israel, menimbulkan Perang Arab-Israel 1948. Maroko, Sudan, Yemen dan Arab Saudi juga membantu mengirimkan pasukan. Setelah satu tahun pertempuran, genjatan senjata dideklarasikan dan batas wilayah sementara yang dikenal sebagai Garis Hijau ditentukan. Yordania kemudian menganeksasi wilayah yang dikenal sebagai Tepi Barat dan Yerusalem Timur, sedangkan Mesir mengontrol Jalur Gaza. Selama konflik ini, diperkirakan sekitar 711.000 orang Arab Palestina (80% populasi Arab) mengungsi keluar Palestina.
Pada masa-masa awal kemerdekannya, gerakan Zionisme buruh yang dipimpin oleh Perdana Menteri David Ben-Gurion mendominasi politik Israel. Tahun-tahun ini ditandai dengan imigrasi masal para korban yang selamat dari Holocaust dan orang-orang Yahudi yang diusir dari tanah Arab menyebabkan populasi Israel meningkat dari 800.000 menjadi 2.000.000 dalam jangka waktu sepuluh tahun antara 1948 sampai dengan 1958.
Mulai sekitar tahun 1950-an, Israel terus menerus diserang oleh militan Palestina yang kebanyakan berasal dari Jalur Gaza yang diduduki oleh Mesir. Meski berbagai macam perjanjian dan mediasi damai sudah dilakukan, namun peperangan ini masih tetap berlanjut sampai saat ini dan telah merenggut ribuan korban jiwa dari kedua belah pihak. Terdapat motif-motif politis, kekuasaan dan keagamaan yang saling bercampur aduk dalam konflik ini yang menyebabkannya bagaikan benang kusut yang sangat susah diurai.
Kitab taurat mengklaim orang-orang Yahudi berhak atas tanah yang dijanjikan tersebut. Mereka juga mengklaim bahwa mereka adalah “anak emas” Tuhan di bumi ini. Umat Kristiani menganggap bahwa hanya melalui Yesus satu-satunya jalan keselamatan dan Yesus datang untuk menggenapi Taurat sehingga otomatis orang Kristiani mengklaim dirinya lebih benar dari orang Yahudi. Demikian juga Al-Qur’an menyatakan bahwa Islam adalah penyempurna agama-agama sebelumnya. Islam menyempurnakan agama Yahudi dan juga Kristen sehingga mereka mengklaim Islam adalah agama yang paling di ridhoi Allah. Dengan sikap egoisme beragama ini dan didorong oleh perebutan daerah yang sama-sama mereka klaim sebagai daerah suci mereka memperkeruh suasana yang juga tidak lepas dari kepentingan politik dan kekuasaan di Timur Tengah.
Kebanyakan penganut Islam, Kristen maupun Yahudi meyakini bahwa konflik yang terjadi di Timur Tengah adalah konflik yang tidak akan pernah ada habisnya sampai akhir jaman nanti. Mereka yakin jika sampai terjadi perdamaian antara pihak-pihak yang bertikai, maka itu artinya dunia ini sudah mendekati hari kiamat. Sebuah keyakinan unik dan menyedihkan, tetapi sudah sangat mendarah daging.
Konflik yang tidak berujung di daerah Timur Tengah ini ternyata memiliki korelasi yang erat dengan apa yang disampaikan dalam kitab suci Itihasa dalam Veda, yaitu dalam kitab Mahabharata. Pada bagian Sauptika Parva yang merupakan kitab ke-10 dari 18 bagian Mahabharata (Asta Dasa Parva) menceritakan tiga kesatria dari pihak Korawa yang melakukan serangan membabi buta pada malam harinya saat para tentara pihak Pandawa tertidur pulas. Mereka adalah Aswatama, Kripacharya dan Kritawarma. Mereka membantai kelima orang putra pandawa (pancawala, anak pancali/drupadi dengan pandawa), membunuh seluruh pasukan Panchala, Drestadyumna dan juga Srikandi di dalam kemahnya. Padahal pada saat itu peperangan dapat dikatakan sudah usai karena putra mahkota korawa, Duryodana telah tewas di tangan Bhima. Namun setelah kejadian itu Aswatama menyadari perbuatannya yang sangat jauh menyimpang dari Dharma dan memaksanya pergi ke tengah hutan dan mencoba berlindung di pertapaan Rsi Vyasa.
Drupadi yang sangat sedih dengan kejadian tersebut duduk bersimpuh di depan kelima putra-putranya tersebut dan berjanji tidak akan pergi sampai mayat Aswatama dibawa dibawa ke hadapannya. Sri Krishna yang maha mengetahui menjelaskan kepada Drupadi bahwa Aswatama telah mendapatkan anugrah berupa kehidupan yang kekal sampai akhir jaman dan tidak mungkin dibunuh sebelum waktunya tiba. Sehingga satu-satunya yang dapat dilakukan hanyalah menghukum Aswatama, bukan membunuhnya.
Pandawa yang marah dengan perbuatan bejat Aswatama tersebut dengan ditemani oleh Sri Krishna berusaha mengejarnya. Di depan pertapaan Rsi Vyasa, Arjuna terlibat pertarungan dengan Aswatama. Aswatama mengeluarkan senjata Brahmastra yang memiliki kesaktian luar biasa dan dengan daya ledak sangat tinggi yang mungkin saat ini hanya bisa ditandingi oleh senjata nuklir. Melihat kejadian tersebut Arjuna juga mengeluarkan senjata yang sama. Rsi Vyasa mengetahui kehebatan dari senjata tersebut, dia takut jika kedua senjata tersebut beradu akan mengakibatkan malapetaka hebat di atas bumi ini. Karena itulah ia menyuruh kedua kesatria tersebut menarik kembali senjata Brahmastranya masing-masing. Arjuna mampu menarik kembali senjata tersebut, tetapi Aswatama tidak memiliki kemampu menariknya dan memaksa Rsi Vyasa memerintahkan Aswatama yang haus darah untuk mengarahkan senjatanya tersebut ke dirinya sendiri. Dengan rasa dendam, Aswatama mengatakan bahwa meskipun dia tidak mampu membunuh para Pandawa, tetapi setidaknya dia akan memusnahkan keturunan para Pandawa. Dan setelah itu dia mengarahkan senjata Brahmastra tersebut menuju rahim Dewi Utari/Utara, menantu Arjuna dari anaknya Abimayu yang sedang mengandung satu-satunya keturunan terakhir Pandawa.
Senjata itu berhasil membakar janin Utari. Sri Krishna yang mengetahui kelakuan bejat Aswatama tersebut langsung berteriak pada Aswatama. Sri Krishna mengingatkan bahwa Aswatama yang bertabiat buruk dan berperilaku ceroboh  tidak akan berhasil memutus keturunan Pandawa. Sri Krishna yang merupakan Tuhan Yang Maha Esa sendiri akan menghidupkan janin yang telah terbakar oleh senjata Brahmastra tersebut. Aswatama dikutuk untuk tetap mengembara dan merana dalam kepedihan, tanpa rasa cinta, kekerasan yang tiada habisnya sebagai akibat dari kejahatannya sampai akhir Kali Yuga ke daerah Barat dimana di daerah tersebut terdapat banyak kuda. Sri Krishna juga memerintahkan permata berharga yang bersinar terang di kening Aswatama yang membuatnya tidak memiliki rasa takut terhadap segala jenis senjata, penyakit, para dewa, asura dan juga manusia dilepaskan dan digantikan dengan sebuah luka yang akan membuat Aswatama menjadi sangat menderita. Dengan kesadaran sendiri akhirnya Aswatama mencongkel permata berharga tersebut, menyerahkannya seraya memohon kepada Sri Krishna agar mencabut kutukan tersebut. Sri Krishna kembali menjelaskan bahwa hal tersebut bukanlah kutukan, tetapi akibat dari penyalahgunaan kesaktian, perbuatan jahat, bejat dan kecerobohan dari Aswatama sendiri. Aswatamapun akhirnya harus mengembara ke Barat, yaitu ke daerah Timur Tengah guna menjalani hukumannya.
Beberapa kalangan memperkirakan bahwa Aswatama yang merupakan seorang Kesatria Brahmana yang kehilangan kebrahmanaannya akibat kutukan tersebut mendapat panggilan baru sebagai seorang yang bukan Brahmana. Dalam bahasa Sansekerta kata bukan atau tidak disebut sebagai “A” sehingga otomatis panggilannya menjadi “Abrahmana”. Apakah kata “Abrahmana” ini akhirnya mengalami perubahan ejaan menjadi “Abraham” yang merupakan asal muasal ketiga agama rumpun Semitik? Apakah itu artinya ada kaitan yang sangat erat antara kutukan Tuhan Yang Maha Esa Sri Krishna dengan kekerasan, kepedihan dan penderitaan berkepanjangan yang terjadi di daerah Timur Tangah? Bukankah sebagian penganut agama Abrahamik juga meyakini bahwa kekerasan yang berlangsung di sana hanya akan berakhir pada akhir jaman?

Sumber acuan:
  1. www.wikipedia.org
  2. www.ladangtuhan.com
  3. www.wikimu.com

 --------------------

Sumber :  vedasastra.wordpress.com
Read more ...

Tuesday, August 24, 2010

JILBAB pun Tertulis WAJIB di dalam INJIL

Seringkali, umat kufar tak suka & menghina muslimah yg bertudung/jilbab, bahkan selalunya mereka berlaku tak adil pada muslimah itu, meski di kerajaan/negeri dengan mayoriti Islam.

Ada pulak Islam Liberal, dengan mengaku muslim tapi membenci Islam, mengatakan jika tudung/jilbab itu tak wajib, rambut itu bukan aurat, demi kebebasan wanita, hak azasi dan hal lainnya.

Kita tak payah risau dengan segala celaan orang yg mencela, kerana dia orang kufar lah yg tak membaca alkitab christian mereka dengan hati kecil mereka yg jujur.

Jika tudung benar, apa buktinya???
Jika tudung salah, apa buktinya???
Tudung/jilbab pun diwajibkan oleh alkitab christian. Sy cakap seperti ini bukan menurut hati sy, tapi sy selalunya cakap dengan BUKTI TERKUAT, yaitu dari kitab masing-masing agama kerana kitab itu diakui "katanya" sebagai perkataan TUHAN.

Tudung muslimah pun diwajibkan oleh alkitab christian.

1 Korintus 11:5 Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya.

11:6 Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka HARUSLAH IA MENUDUNGI KEPALANYA.

11:7 Sebab laki-laki tidak perlu menudungi kepalanya: ia menyinarkan gambaran dan kemuliaan Allah. Tetapi perempuan menyinarkan kemuliaan laki-laki.

11:8 Sebab laki-laki tidak berasal dari perempuan, tetapi perempuan berasal dari laki-laki.

11:9 Dan laki-laki tidak diciptakan karena perempuan, tetapi perempuan diciptakan karena laki-laki.

11:10 Sebab itu, PEREMPUAN HARUS MEMAKAI TANDA WIBAWA DI KEPALANYA oleh karena para malaikat.

11:11 Namun demikian, dalam Tuhan tidak ada perempuan tanpa laki-laki dan tidak ada laki-laki tanpa perempuan.

11:12 Sebab sama seperti perempuan berasal dari laki-laki, demikian pula laki-laki dilahirkan oleh perempuan; dan segala sesuatu berasal dari Allah.

11:13 Pertimbangkanlah sendiri: PATUTKAH PEREMPUAN BERDOA KEPADA ALLAH DENGAN KEPALA TIDAK BERTUDUNG?

Ayat diatas diambil dari surat pertama Paulus kepada jemaat di korintus.
Tapi ajaran yg sudah hilang, ditinggalkan & tak diikuti lagi oleh ummat terdahulu, dimurnikan lagi oleh ALLAH dalam Qur'an:

Qs.33 Ahzab:59. Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya KE SELURUH TUBUH MEREKA". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Qs.24 Nuur:31. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka MENUTUPKAN KAIN KERUDUNG KE DADANYA...

Qs.24 Nuur:60. Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Bijaksana.

Qs.7 A'raaf:26. Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.

Dan kenyataannya, ummat Islam-lah yang mengamalkan kewajiban tersebut sehingga masa ni. Lalu, jika tudung/jilbab diwajibkan oleh alkitab christian, mengapa mereka membenci muslimah bertudung?

Bagi saudari muslimah yg belum bertudung, mari kita bertudung, apa mau ditunggu lagi??? Ramai muslimah cakap belum siap, masih merasa tak baik, dan lainnya. Jika kena tunggu baik, maka sampai mati pun tak kan pernah merasa baik kerana manusia akan selalu merasa berdosa kerana kesilapan di masa lalu, kita ni manusia memiliki nafsu, bukannya malaikat yg selalu berbuat benar kerana tak ber-nafsu.

Dan bagi saudari muslimah yg sudah bertudung, mari perpaiki tudung kita dengan MENUTUPKAN KAIN TUDUNG KE DADA & MENGULURKAN KERUDUNG KE SELURUH TUBUH seperti yg perintahkan oleh ALLAH (bukan diperintah oleh manusia) dalam Qur'an.

Bagi saudari yg tudungnya sudah baik, mari kita ajak sekitar kita, rakan & saudari kita untok bertudung sahaja dahulu. Untok awal pertama, tak payah menutupi dada pun tak apa. Semua kena dilakukan bertahap, pelan-perlahan.

Secara logic pun seharusnya mereka berfikir, Ibunda Nabi Isa AS pun selalu digambarkan dengan bertudung, kenapa mereka tak ikuti suri tauladan yg dicontohkan oleh Ibu "Tuhan"???

Seumur hidup sy belum pernah tengok Bunda Maria tak bertudung, musti dan selalunya digambarkan guna tudung. Sy heran... ^_^

Perempuan ialah godaan iblis yg termasok besar sangat. Ditengok dari segi akhlak & sopan santun pun, setan lagi mudah & senang menggoda melalui wanita.

Dengan menggunakan tudung/jilbab, maka akan menjaga pandangan para bapak-bapak, anak-anak kecil & dewasa.

Bayangkan sahaja jika perempuan dengan baju ketat, pinggang nampak sangat,pantat bergoyang sana goyang sini,betis putih mulusss, paha menggoda... wow... @_~

Menurut Nabi Isa AS, melihat sahaja sudah termasok zinah:

Matius 5:28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.

Tudung/jilbab justru untok meninggikan derajat wanita & menjaga keselamatannya. Pernah tengok kah ada lelaki hidung belang menggoda muslimah bertudung baik?

tapi jika ada perempuan dengan pusar nampak, punggung pun terlihat, belahan dada menyembul... wow... @_~... ini wajib dikejar... dirayu... disentuh sikit... jika tak marah, diraba... lalu digandeng, jika masih tak marah, direngkuh. Dan bukan tidak mungkin jika dirogol atau diperkosa!

Untok soalan perkosa ini, sebetulnya ramai pulak ayat tentang perkosa dalam alkitab christian, tempo hari sudah dibuka "sikit" oleh saudara Luqman... ^_^ ... 350 ayat! Insya ALLAH kita kena bahas lain masa.

Sekarang ni, mari kita tengok soalan tudung sahaja.
Ini buktinya jika wanita berjilbab itu justru dilindungi & diangkat derajat:

1 Korintus 11:10 Sebab itu, PEREMPUAN HARUS MEMAKAI TANDA WIBAWA DI KEPALANYA oleh karena para malaikat.

QS.33:59.Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, KARENA ITU MEREKA TIDAK DIGANGGU. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Kita sebagai orang timur yg ramai beragama muslim, tentu tak pantut jika kita tak jaga sopan santun. Dan jika kita berbicara akhlak & sopan santun, maka tak boleh menurut manusia / sekumpulan manusia.

Kenapa? kerana akhlak sekumpulan manusia setempat sini tak sama dengan tempatan lain.

Saya bagi contoh sahaja: Seorang perempuan, tak bagus akhlaknya jika ia datang ke rumah kepala kampong dengan menggunakan bikini sahaja. Akan tetapi di negara barat, ada ramai tempat yg kita tak boleh mengenakan kain selembar pun ditubuh, jika tak telanjang, maka tak boleh masok ke tempat-tempat itu.

Lalu sy bertanya pada kawan saya yg berasal dari negara itu:
"Jika punya istri & anak gadis, bolehkah masok ke tempat seperti itu?"
Dan ternyata dia menjawab: "Tak boleh!" Lalu macam mana dengan para christian & Liberal + Pluralism yg membangga-banggakn budaya barat sementara ada orang barat yg tak bangga dengan budayanya???

Lalu sy tanya lagi pada kawan sy tu:
"Boleh kah jika istri & anak gadis kamu ditengok secara percuma/free/gratis oleh lelaki buaya???"

Itu budaya yg justru merendahkan kaum wanita, tapi mengapa justru mereka yg fitnah Islam membatasi Hak Azasi wanita dengan jilbab? Padahal itu ialah budaya yg tak tahu malu & tak ber-adab!

Jadi akhlak & sopan santun itu menurut agama, bukan menurut orang atau sekumpulan orang, kerana budaya setempat tak sama dengan budaya tempatan lainnya.

Ratu kecantikan yang ikut "Miss Universe Contest" pun tak tahu malu & tak ber-adab. Bahkan tak ber-adab sama sekali kerana maksiat yg dia lakukan di syiar-kan pada ramai orang sekali, bukan 1-2 negara, tapi syiar maksiat itu menyebar ke seluruh dunia.

Jadi menurut budaya barat, mengenakan bikini "2 pieces" itu masih biasa sahaja, masih sopan. Ada lagi yg teruk iaitu Lelaki, wanita, remaja, tua, muda, budak kecil pun lari sama-sama dengan telanjang bulat!

Bukan dalam gedung, tapi di jalan raya sekali..!!! Masok televisien pulak!!

Jika saudara mempunyai istri & anak gadis, bolehkah jika mereka menjumpai acara lari massal telanjang berkenaan???

Sekarang, ingin disukai para kufar dengan tak guna tudung? atau... ingin disukai ALLAH kerana bertudung?


------------------------

Disebarluaskan oleh -Fatimah Nurul Hidayah-

Read more ...

Monday, August 16, 2010

Injil Muncul Setiap Hari di Twitter

Seorang Kristen asal Inggris telah berjanji untuk menyebarkan ringkasan setiap bab dari Alkitab di Twitter.
Chris Juby (30) berencana untuk meringkas satu bab setiap hari menjadi kurang dari 140 karakter. Itu merupakan jumlah maksimum karakter yang diperbolehkan untuk sebuah entri di Twitter.
Juby, direktur ibadah di King’s Church, Durham City, Inggris, sebagaimana diberitakan Telegraph.co.uk pada akhir peklan lalu sudah mulai dengan bab pertama dari Kitab Kejadian pada hari Minggu (8/8/2010) dan bermaksud meringkas semua (1.189) bab Alkitab.


Pekerjaan itu akan memakan waktu lebih dari tiga tahun dan entri terakhir akan terjadi 8 November 2013. Entri pertamanya di Twitter berbunyi, “Allah menciptakan langit, bumi, dan segala sesuatu yang hidup. Dia menciptakan manusia menurut citra-Nya, dan memberi mereka tanggung jawab atas bumi.”
Juby mengatakan, “Sudah merupakan kebiasaan normal saya untuk membaca satu bab Alkitab setiap pagi dan saya selalu membaca dari Kitab Kejadian sampai Kitab Wahyu. Saat saya mencapai bagian akhir pada kesempatan terakhir, saya pikir saya membutuhkan suatu cara untuk memfokuskan pikiran saya sedikit lebih lanjut tentang apa yang saya baca. Saya berpikir sebuah ringkasan merupakan cara yang baik untuk melakukan itu. Saya sudah menggunakan Twitter sehingga saya pikir saya mau membagi ringkasan saya.”
Alkitab Twitter Juby mengikuti publikasi seperti yang sudah pernah ada sebelumnya, misalnya Alkitab versi 100 menit, pesan teks SMS Alkitab, dan Alkitab Geordie.
Juby mengatakan, “Saya sangat bersemangat dalam proyek ini. Alkitab banyak berperan sebagai dasar dalam kebudayaan kita. Orang-orang seperti Shakespeare dan Dickens membuat referensi yang bersifat sehari-hari untuk apa yang sekarang kita anggap secara samar-samar merupakan bagian dari Kitab Suci. Namun, orang-orang—bahkan orang-orang Kristen—tidak berniat untuk membaca seluruh Alkitab. Hal ini mungkin sedikit dianggap sebagai suatu hal yang aneh untuk dilakukan. Saya harap, dengan membuat ringkasan, hal itu akan mengilhami orang untuk membaca Alkitab bagi diri mereka sendiri. Tentu saja, ringkasan saya bukanlah pengganti untuk hal yang sesungguhnya.”

------------
Read more ...
 
Indonesia dulu dikenal sebagai bangsa yang toleran dan penuh sikap tenggang rasa. Namun, kini penilaian tersebut tidak dapat diamini begitu saja, karena semakin besarnya keragu-raguan dalam hal ini. Kenyataan yang ada menunjukkan, hak-hak kaum minoritas tidak dipertahankan pemerintah, bahkan hingga terjadi proses salah paham yang sangat jauh.
free counters

Blog Archive

Seseorang yang mandiri adalah seseorang yang berhasil membangun nilai dirinya sedemikian sehingga mampu menempatkan perannya dalam alam kehidupan kemanusiaannya dengan penuh manfaat. Kemandirian seseorang dapat terukur misalnya dengan sejauh mana kehadiran dirinya memberikan manfaat kearah kesempurnaan dalam sistemnya yang lebih luas. Salam Kenal Dari Miztalie Buat Shobat Semua.
The Republic of Indonesian Blogger | Garuda di DadakuTopOfBlogs Internet Users Handbook, 2012, 2nd Ed. Avoid the scams while doing business online

Kolom blog tutorial Back Link PickMe Back Link review http://miztalie-poke.blogspot.com on alexa.comblog-indonesia.com

You need install flash player to listen us, click here to download
My Popularity (by popuri.us)

friends

Meta Tag Vs miztalie Poke | Template Ireng Manis © 2010 Free Template Ajah. Distribution by Automotive Cars. Supported by google and Mozila