Saturday, March 5, 2011

ZOROASTERIANISME

A.      SEJARAH PERKEMBANGAN AGAMA ZOROASTER
       Zoroasterianisme adalah agama persia kuno yang mengajarkan bahwa segala yang ada terlibat dalam perebutan yang tak henti-hentinya antara dewa kebaikan dan dewa kejahatan. Zoroasterianisme berlandaskan pada ajaran Zarathustra, seorang Nabi Persia yang dikenal di Negara Barat sebagai Zoroaster. Kelahirannya diperkirakan pada jenjang waktu yang cukup jauh, yaitu antara 1200 dan 600 SM. Akan tetapi yang mendekati ialah sekitar tahun 1000 SM. Dewasa ini Zoroasterianisme menyatakan bahwa pengikutnya ada sekitar 200.000 orang, komunitas utamanya berada di Iran dan India.[1]
       Meskipun Zoroatrianisme punya macam-macam elemen yang serupa dengan agama-agama Iran yang lebih lama, tapi tak tampak tersebar luas di masa Zoroaster sendiri, daerah tempat dia hidup kait-berkait bersama dengan Kekaisaran Persia di bawah Cyrus Yang Agung di pertengahan abad ke-16 SM pada saat matinya Zoroaster. Dalam masa dua abad kemudian, agama itu diterima oleh Raja-raja Persia dan memperoleh pengikut yang lumayan. Sesudah Kekaisaran Persia ditaklukkan oleh Alexander Yang Agung di akhir pertengahan abad ke-4 SM, agama Zoroaster mengalami kemunduran deras. Tapi, akhirnya orang-orang Persia memperoleh kemerdekaannya kembali, pengaruh Hellenistis merosot, dan ada semacam kebangkitan kembali Agama Zoroaster. Di masa dinasti Sassanid (226 - 651 M) agama Zoroaster diterima sebagai agama resmi negeri Persia.
       Sesudah ditaklukkan Arab di abad ke-7 M, sebagian besar penduduk Persia lambat laun memeluk agama Islam (dalam beberapa hal dengan kekerasan, walau pada prinsipnya kaum Muslimin punya sikap toleran kepada agama lain). Sekitar abad ke-10, sebagian sisa penganut agama Zoroaster lari dari Iran ke Hormuz, sebuah pulau di teluk Persia. Dari sana mereka atau turunannya pergi ke India tempat mereka mendirikan semacam koloni. Orang Hindu menyebut mereka Parsees karena asal mereka dari Persia. Kini ada sekitar l00.000 lebih kelompok Parsees di India, umumnya tinggal di dekat kota Bombay tempat mereka membentuk suatu kelompok kehidupan masyarakat yang makmur. Walaupun deikian Zoroastrianisme tak pernah melenyap seluruhnya di Iran; hanya sekitar 20.000 penganut masih ada di negeri itu. [2]

 
B.       KITAB SUCI
       Kitab suci dalam Agama zoroasterianisme bernama Avesta, berasal dari akar kata Avistak yang berarti bacaan, sebagaimana arti Taurat dan Alquran dalam agama Yahudi dan Islam. Sedangkan pengertian lanjutan dari Avesta itu bermakna pengetahuan. Sebagaimana alkitab (Babilia) yang merupakan kumpulan kitab suci agama Yahudi yang terdiri atas 36 kitab, maka kitab suci Avesta pun pada mulanya terdiri dari 21 buah kitab, tetapi saat ini hanya tinggal 5 kitab saja, yaitu Yasna, Vispered, Vendibad, Yasht, dan Khorda Avesta.
·         Yasna
             Kitab Yasna berisikan himpunan nyanyian pujaan (Hymns) untuk keperluan kebaktian, kitab tersebut terdiri dari 72 bait haiti (fasal) dan semuanya terbagi atas tiga bagian:
1.       Bagian Pengantar, Yaitu pasal 1 – 27, tentang minuman suci yang disebut Hooma (Hom) Yaght. Fasal 12 berisikan bunyi pengakuan keimanan (credo=syahadat) dan merupakan dokumen bernilai bagi sejarah peradaban).
2.       Gatha’ ialah fasal 28 – 54, berisikan bimbingan dan tuntunan terpanjang wahyu kepada sang Nabi.Gatha’ inilah yang dipandang sebagai paling utama didalam semua kitab suci Avesta karena masih memperlihatkan ungkapan-ungkapan tua menurut gaya bahasa Iran tua. (Dengan mengambil contoh Indonesia, kitab tersebut diumpakan sebuah buku berbahasa Indonesia tetapi ada bagian yang dapat dijumpai ungkapan-ungkapan Melayu tua)
3.       Apero Yasno atau Yasna – “Belakangan”, ialah fasal 55 – 72, berisikan himpunan nyanyian pujaan terhadap kodrat-kodrat gaib, yang terdiri atas
a.      Sraosha (Srosh) Yasht, fasal 57
b.     Pujaan terhadap api, fasal 62
c.      Pujaan terhadap air, fasal 63 – 69.
d.     Pujaan terhadap Kodrat-kodrat lainnya
                 Kodrat-kodrat gaib itu dipandang menguasai unsur-unsur alami dan disebut ahuras, sesuai dengan namanya maka bagian ini adalah sisipan belakang, tetapi dalam perkembangan agama Zoroasterianisme, kitab bagian ini yang dianggap paling utama dan menjadi dasar bagi pegangan-pegangan keyakinan agamawi.


    Vispered
Kitab Visperes bermakna kodrat-kodrat terkemuka (Vispe ratave), berisikan pembahasan tentang gaib yang dipandang paling terkemuka dan semuanya tunduk kepada kodrat tunggal Maha Bijaksana (Ahura Mazda). Kitab ini pun berisikan himpunan nyanyian permohonan dan merupakan kitab kecil tentang kebaktian, 24 buah karde (anak – pasal). Isi dan bentuknya mirip dengan Yasna dan mrupakan kitab kebaktian tambahan.
·         Vendidad
            Vendidad berasal dari singkatan  Vi – daevo – datom dengan sedikit perubahan bunyi,  yangmempunyai makna “hukum menantang Setan”. Kitab Vendiddad itu berisikan hukum-hukum agama terdiri 22 buah bab, bernuala tentang kejadian alam yang dualistik (bab I), dan tentang kejadian manusia pertama yang bernama Yima (bab II), kemudian dilanjutkan 20 bab tentang kumpulan hukum-hukum agama dan berbagai macam maslah yang menyangkut:
1. Hukum-hukum dalam bidang pertanian
2. Hukum-hukum dalam bidang Peternakan
3. Hukum-hukum tentang benda suci: bumi, air, api,
4. Hukum-hukum tentang pembersihan tubuh,
5. Hukum-hukum tentang pemurnian diri,
6. Hukum-hukum tentang tata bakti kepad Ahura Mazda,
7. Hukum-hukum tentang Taubat.
          Seluruh hukum-hukum yang termuat dalam kitab Vendidad seluruhnya bertitik tolak pada sebuah doktrin yang paling pokok, yaitu: Perang terhadap Angro mainyu dan seluruh kodrat-kodrat jahat dalam pelaksanaan kebaktian terhadap Ahura Mazda.  Kodrat-kodrat gaib yang jahat dan memiliki dayagoda dinamakan Daevas, dan semianya tunduk kepada Angro Mainyu.
·         Yasht
Kitab Yasht berisikan kumpulan nyanyian keagamaan terhadap para Izad, yaitu kodrat-kodrat gaib yang termulia, berisi 21 buah nyanyian pujaan, merupakan kumpulan tambahan bagi kiab Yasna, dan sebagian dari kitab Yasht masih memperlihatkan ungkapan-ungkapan Iran tua yang dipandang bentuk tua dan asli.
Pasal 9-10 berisikan sajak agamawi bermutu tinggi peninggalan Iran tua, Yasht dipandang yang terbesar, kaya dengan kisah-kisah keagamaan dan sejarah. Adapun pasal-pasal lainnya berisikan kisah-kisah penuh corak dan warna tentang ahuras dan daevas disertai dengan kisah-kisah berisikan kiasan. bab yang dianggap paling penting ialah tentang kisah nabi terbesar yaitu Zarathustra serta ajarannya tentang akhir alam semesta (eskatologi) dan peradilan terakhir di Ahura Mazda.
·         Khorda Avesta
            Kitab Khorda Avesta bermakna Avesta kecil yang Berisikan nyanyian agamawiberbentuk singkat untuk digunakan seluruh orang beriman dari kalangan awam, di dalam kebaktian sehari-hari.[3]

C.      AJARAN, KETUHANAN, ESKATOLOGI
       Dua prinsip membentuk dasar dari etika Zoroaster : pemeliharaan hidup dan perjuangan melawan kejahatan. Untuk dapat memelihara hidup, seseorang harus menggarap tanah, memelihara hewan, kawin dan mempunyai anak. Asketisme dan selibat (tidak menikah) dikutuk; kesucian dan menghindari kekotoran (dari kematian, roh jahat dll) dihargai. Dalam rangka memerangi kejahatan, manusia harus setiap saat menentang kekuatan-kekuatan jahat dan mereka yang berteman dengan kejahatan itu. Zoroastrianisme menekankan monotheisme, sementara mengakui adanya pertentangan universal dari dua kekuatan yang berbeda (dualisme). Kekuatan baik dipimpin oleh Ahura Mazda, atau Ormazd (Tuhan yang Bijaksana), dan kekuatan jahat dipimpin oleh Angra Mainyu atau Ahriman (Roh Jahat).
       Dalam konsepnya Zoroaster, harus ada penyatuan antara kejahatan dengan kebaikan abadi Tuhan. Muhammad Iqbal menjelaskan bahwa proses penyatuan kebaikan dan kejahatan itu tidak dipahami sebagai aktivitas yang mandiri, melainkan dua aspek dari Tuhan itu sendiri. Dengan kata lain, konflik tersebut adalah perjuangan Tuhan melawan diri-Nya sendiri. Jadi dapat dikatakan secara teologis bersifat monistis dan secara filosofis bersifat dualis. Dalam menjelaskan konsep monistik, Zoroaster menyatakan bahwa hanya ada satu Tuhan sejati, Ahura Mazda, penganjur kebaikan. Tetapi pengikut Zoroaster meyakini adanya roh jahat, yaitu Ahriman, sebagai simbol dari kejahatan. Bagi mereka, alam semesta merupakan ajang pergulatan antara kebaikan dan kejahatan, keadilan dan kezhaliman, serta antara kegelapan dan cahaya terang. Dan pertarungan sengit ini harus dimenangkan oleh kebaikan, keadilan dan cahaya.
       Adapun manusia, sebagai mikrokosmos bergulat dengan dua kekuatan dalam dirinya. Manusia diberi kebebasan untuk memilih dan menentukan, bebas berpihak. Manusia memiliki freedom of choice. Gelap vs Cahaya Terang. Konsep ini rupanya mempengaruhi pemikiran Syaikh al-Isyraq, Suhrawardi, khususnya mengenai konsep cahaya dan gelap. Namun tidak sama persis. Jika dalam Zoroaster, gelap dan terang seolah-olah dipisahkan oleh garis tegas yang mengindikasikan keterputusan hubungan, maka tidaklah demikian dengan konsep gelap-terang Suhrawardi. Dalam filsafat iluminasi ini, konsep garis-terang digambarkan sebagai rangkaian intensitas dari terang menuju gelap, dimana semakin jauh dari cahaya maka semakin redup yang kemudian akhirnya gelap.[4]
       Teologi Zoroaster merupakan campuran menarik antara monotheisme dan dualisme. Menurut Zoroaster, hanya ada satu Tuhan sejati yang disebutnya Ahura Mazda (dalam sebutan Iran modern: Ormudz). Ahura Mazda (Tuhan yang bijaksana) menganjurkan kejujuran dan kebenaran. Akan tetapi, penganut Zoroaster juga percaya adanya roh jahat, Angra Mainyu (dalam istilah Persia modern: Ahriman) yang mencerminkan kejahatan dan kepalsuan.
       Dalam dunia nyata, ini perlambang pertentangan abadi antara kekuatan Ahura Mazda di satu pihak dan Ahriman di lain pihak. Tiap individu bebas memilih ke mana dia berpihak, ke Ahura Mazda atau ke Ahriman. Meskipun pertarungan kedua belah pihak mungkin dekat pada suatu saat, penganut Zoroaster percaya bahwa dalam jangka panjang kekuatan Ahura Mazda akan keluar sebagai pemenang. Teologi mereka juga termasuk keyakinan penuh adanya hidup sesudah mati. [5]
       Eskatologi berasal dari bahasa Yunani eschatos yang berarti akhir keseluruhan. Eskatologi adalah ajaran atau doktrin tentang akhir segala perkara, tentang maut, tentang kebangkitan kembali, tentang peradilan terakhir, dan tentang hidup kekal selanjutnya.
       Dalam zoroaasterianisme dinyatakan bahwa menjelang alam semesta mengalami hari terakhir atau kiamat akan muncul tiga juru selamat, yaitu : Aushedar, Aushedar-Mah dan Shayoshant.  Kedatangan juru selamat yang terakhir itu akan akan memusnahkan kelaliman dan mengakkan keadilan hingga terbangun kerajaan Ahura Mazda di muka bumi, selanjutnya akan berlangsung pemerintahan selama seribu tahun dan dan setelah itu barulah alam semsta mengalami kehancuran terakhir atau kiamat. [6]


      
D.      RITUAL AGAMA
       Penganut Zoroaster melaksanakan pelbagai ibadah agama yang menarik, beberapa di antaranya dipusatkan pada pemujaan terhadap api. Misalnya, api suci senantiasa dibiarkan berkobar di kuil Zoroaster. Terkait dengan api, Zoroastrian menyembah Ahura Mazda sebagai tuhan cahaya. Api suci dinyalakan sebagai simbol cahaya Ahura Mazda.
       Keberadaan api ini terkait dengan proses penyucian jiwa. Terlalu sederhana jika dikatakan begitu saja bahwa mereka penyembah api. Tapi, yang paling nyata dalam ibadah mereka adalah cara melenyapkan jenasah, bukannya dikubur atau dibakar, melainkan diletakkan di atas menara dibiarkan habis dimakan burung pemakan bangkai. (Burung-burung itu biasanya melalap mangsanya hingga tinggal tulang melulu dalam tempo beberapa jam).[7]




DAFTAR PUSTAKA

·         Keene, Michael, AGAMA-AGAMA DUNIA, (Yogyakarta: Kanisius), 2006
·         Sou’yb, Joesoef, AGAMA-AGAMA BESAR DUNIA, (Jakarta: Pustaka Al-husna)  1983
  • Zoroaster dan prinsip kemahdian, (diunduh dari situs http://amuli.blogspot.com. pada tanggal 15 Juni 2010)
·         Zoroaster dan zoroastrianisme, (diunduh dari situs http://azibrajaby.blogspot.com. pada tanggal 15 Juni 2010)



[1] Michael Keene, AGAMA – AGAMA DUNIA, (Yogyakarta: Kanisius), 2006, cet. V, hal. 74
[2] Zoroaster dan zoroastrianisme, (diunduh dari situs http://azibrajaby.blogspot.com. Pada tanggal 15 Juni 2010)
[3] Joesoef Sou’yb.  AGAMA-AGAMA BESAR DUNIA,  (Jakarta: Pustaka Al-husna)  1983, cet. I, hal. 223 - 226
[4] Zoroaster dan prinsip kemahdian, (diunduh dari situs http://amuli.blogspot.com. Pada tanggal 15 Juni 2010)
[5] Zoroaster dan zoroastrianisme, (diunduh dari situs http://azibrajaby.blogspot.com. Pada tanggal 15 Juni 2010)

[6] Joesoef Sou’yb.  AGAMA-AGAMA BESAR DUNIA,  (Jakarta: Pustaka Al-husna)  1983, c et. I, hal. 251
[7] Zoroaster dan zoroastrianisme, (diunduh dari situs http://azibrajaby.blogspot.com. Pada tanggal 15 Juni 2010)

Read more ...

Tuesday, February 22, 2011

Sejarah perkumpulan sepak bola di Indonesia

Di akhir tahun 1920, pertandingan voetbal atau sepak bola sering kali digelar untuk meramaikan pasar malam. Pertandingan dilaksanakan sore hari.
Sebenarnya selain sepak bola, bangsa Eropa termasuk Belanda juga memperkenalkan olahraga lain, seperti kasti, bola tangan, renang, tenis, dan hoki. Hanya, semua jenis olahraga itu hanya terbatas untuk kalangan Eropa, Belanda, dan Indo. Alhasil sepak bola paling disukai karena tidak memerlukan tempat khusus dan pribumi boleh memainkannya.

Lapangan Singa (Lapangan Banteng) menjadi saksi di mana orang Belanda sering menggelar pertandingan panca lomba (vijfkam) dan tienkam (dasa lomba). Khusus untuk sepak bola, serdadu di tangsi-tangsi militer paling sering bertanding. Mereka kemudian membentuk bond sepak bola atau perkumpulan sepak bola. Dari bond-bond itulah kemudian terbentuk satu klub besar. Tak hanya serdadu militer, tapi juga warga Belanda, Eropa, dan Indo membuat bond-bond serupa.

Dari bond-bond itu kemudian terbentuklah Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB) yang pada tahun 1927 berubah menjadi Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU). Sampai tahun 1929, NIVU sering mengadakan pertandingan termasuk dalam rangka memeriahkan pasar malam dan tak ketinggalan sebagai ajang judi. Bond China menggunakan nama antara lain Tiong un Tong, Donar, dan UMS. Adapun bond pribumi biasanya mengambil nama wilayahnya, seperti Cahaya Kwitang, Sinar Kernolong, atau Si Sawo Mateng.
Pada 1928 dibentuk Voetbalbond Indonesia Jacatra (VIJ) sebagai akibat dari diskriminasi yang dilakukan NIVB. Sebelumnya bahkan sudah dibentuk Persatuan Sepak Bola Djakarta (Persidja) pada 1925. Pada 19 April 1930, Persidja ikut membentuk Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di gedung Soceiteit Hande Projo, Yogyakarta. Pada saat itu Persidja menggunakan lapangan di Jalan Biak, Roxy, Jakpus.
Pada tahun 1930-an, di Indonesia berdiri tiga organisasi sepakbola berdasarkan suku bangsa, yaitu Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB)yang lalu berganti nama menjadi Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU) di tahun 1936milik bangsa Belanda, Hwa Nan Voetbal Bond (HNVB) punya bangsa Tionghoa, dan Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia (PSSI) milik orang Indonesia.

Memasuki tahun 1930-an, pamor bintang lapangan Bond NIVB, G Rehatta dan de Wolf, mulai menemui senja berganti bintang lapangan bond China dan pribumi, seperti Maladi, Sumadi, dan Ernst Mangindaan. Pada 1933, VIJ keluar sebagai juara pada kejuaraan PSSI ke-3.

Pada 1938 Indonesia lolos ke Piala Dunia. Pengiriman kesebelasan Indonesia (Hindia Belanda) sempat mengalami hambatan. NIVU (Nederlandsche Indische Voetbal Unie) atau organisasi sepak bola Belanda di Jakarta bersitegang dengan PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) yang telah berdiri pada bulan April 1930. PSSI yang diketuai Soeratin Sosrosoegondo, insinyur lulusan Jerman yang lama tinggal di Eropa, ingin pemain PSSI yang dikirimkan. Namun, akhirnya kesebelasan dikirimkan tanpa mengikutsertakan pemain PSSI dan menggunakan bendera NIVU yang diakui FIFA.
Pada masa Jepang, semua bond sepak bola dipaksa masuk Tai Iku Koi bentukan pemerintahan militer Jepang. Di masa ini, Taiso, sejenis senam, menggantikan olahraga permainan. Baru setelah kemerdekaan, olahraga permainan kembali semarak.

Tahun 1948, pesta olahraga bernama PON (Pekan Olahraga Nasional) diadakan pertama kali di Solo. Di kala itu saja, sudah 12 cabang olahraga yang dipertandingkan. Sejalan dengan olahraga permainan, khususnya sepak bola, yang makin populer di masyarakat, maka kebutuhan akan berbagai kelengkapan olahraga pun meningkat. Di tahun 1960-1970-an, pemuda Jakarta mengenal toko olahraga Siong Fu yang khusus menjual sepatu bola. Produk dari toko sepatu di Pasar Senen ini jadi andalan sebelum sepatu impor menyerbu Indonesia. Selain Pasar Senen, toko olahraga di Pasar Baru juga menyediakan peralatan sepakbola.

Pengaruh Belanda dalam dunia sepak bola di Indonesia adalah adanya istilah henbal, trekbal (bola kembali), kopbal (sundul bola), losbal (lepas bola), dan tendangan 12 pas. Istilah beken itu kemudian memudar manakala demam bola Inggris dimulai sehingga istilah-istilah tersebut berganti dengan istilah persepakbolaan Inggris. Sementara itu, hingga 1950 masih terdapat pemain indo di beberapa klub Jakarta. Sebut saja Vander Vin di klub UMS; Van den Berg, Hercules, Niezen, dan Pesch dari klub BBSA. Pemain indo mulai luntur di tahun 1960-an.
Read more ...

Friday, February 18, 2011

Pendekatan Studi Islam Melalui Tasawuf

TASAWUF, menurut etimologi, AHLU SUFFAH = kelompok orang pada zaman rasulullah hidupnya banyak di serambi serambi mesjidm mereka mengabdikan hidupnya untuk beribadah kepada Alah. Ada lagi mengatakan Tasawuf berasal dari kata SHAFA, orang yang bersih dan suci, orang yang menyucikan dirinya Di hadapan Allah. Ada yang mengartikan berasal dari bahasa Yunani SAUFI yang berarti kebijaksanaan. SHUF yang berarti bulu domba (wol).
Tasawuf  berdasarkan istilah,  (1)  Menurut  Al-Jurairi,  Memasuki  segala  budi (Akhlak) yang bersifat suni dan keluar dari budi pekerti yang rendah. (2) Menurut Al- Junaidi,  ia  memberikan rumus bahwa tasawuf adalah bahwa  yanhak adalayang mematikanmu dan Hak-lah yang menghidupkanmu. Adalh beserta Allah tanpa adanya penghubung.
Dari Al-Junaid dapat disimpulkan tasawuf adalah memberikan hati dari apa yang mengganggu perasaan kebanyakan mahluk, berjuang menanggalkan pengaruh budi yang asal (isntink) kita, memadamkan sifat-sifat kelemahan kita sebagai manusia. Menjauhkan segala seruahan dari hawa nafsu.mendekatkan sifat suci kerohanian dan bergantung pada ilmu-ilmu hakikat, memaki barang-barang yang penting dan terlebih kekal. Menaburkan nasihat kepada semua umat manusia, memegang teguh janji dengan Allah dalam hal hakikat dan mengikuti contoh Rasulullah dalam hal syariat.
Dari Al-Junaid dapat disimpulkan tasawuf adalah memberikan hati dari apa yang mengganggu perasaan kebanyakan mahluk, berjuang menanggalkan pengaruh budi yang asal (isntink) kita, memadamkan sifat-sifat kelemahan kita sebagai manusia. Menjauhkan segala seruahan dari hawa nafsu. Mendekatkan sifat suci kerohanian dan bergantung pada ilmu-ilmu hakikat, memaki barang-barang yang penting dan terlebih kekal. Menaburkan nasihat kepada semua umat manusia, memegang teguh janji dengan Allah dalam hal hakikat dan mengikuti contoh Rasulullah dalam hal syariat.
Fase perkembangan tasawuf :
1.        Fase Askestisme (zuhud). Berkembang pada abad kedua Hijriah, sikap semacam ini dipandang pengantar kemunculan tasawuf diman setiap individu dari kalangan muslim memusatkan dirinya pada ibadah dan pendekatan diri pada Allah SWT, mereka tidak mementingkan kenikmatan duniawi dan kemudian berpusat pada kenikmatan akherat, Tokoh yang populer pada fase ini adalah hasan Al Basri (110 H) dan Rabiah Al Adawiyah (185 H) keduanya dalam sejarah disebuth seorang zahid
2.        Fase Akhlaki. Pada fase ini tasawuf berkembang pada abad ketiga Hijriah, dimana para sufi mulai ekspansi pada wilayah prilaku dan moral manusia. Pada saat manusia ketika itu berada ditengah-tengah terjadinya dekadensi moral yang cukup akut, sehingga dari sini tasawuf mulai berkembang dengan pesat sebagai ilmu moral keagamaan dan mendapat respon yang baik dari masyarakat islam, dari sini kemudian nampaklah bahwa ajaran tasawuf semakin sederhana dan mudah dipraktekkan dengan standar akhlak.
3.        Fase Al-Hallaj. 1 abad kemudian, muncul tasawuf jenis lain yang lebih ekslusif dan fenomental yandiwakili oleh al-Hallaj,  beliau  mengajarkan tentang  kebersatuan manusia dengan Tuhan Konsep yang dibawanya adalah wahdatul wujud (bersatu dengan wujud yang satu). Dari konsep ini kemudian Al-Hallaj diputuskan bersalah dan harus dihukum mati, untuk sebuah konsistensi paham tasawufnya, Dimana masyarakat islam masih sangat indentik dengan jenis tasawif aklaki, kemudian al- Hallaj dianggap membahayakan stabilitas umat.
4.        Fase Tasawuf Moderat. Kemunculan tasawuf pada fase ini, muncul sekitar abad kelima hijriyah dengan seorang  tokohnya  yaitu  ImaGhazali,  yang  sepenuhnya  hanya  menerima tasawuf yanberdasarkan al-Quran dan Al-Hadist, serta menekankan kembali askestisme. Al-Ghazali telah berhasil menempatkan prinsip-prinsip tawawuf yang moderat, akibat pengaruh kepribadian iman al-Ghazali yang begitu besar, maka pengaruh  tasawuf  dengan  dasar  moderat  ini  telah  meluas  hampir  keseluruh pelosok dunia islam, lalu  mulailah bermunculan para tokoh sufi yang kemudian mengembangkan  tarekat  tertentu  untuk  murid-murid  mereka,  seperti  Sayyid Ahmad Ar-Rijai dan Sayyed Abdul Qadir Jaelani.
5.        Fase Tasawuf Falsafi. Pada fase ini tasawuf mulai dipadukan dengan filsafat yang muncul pada abad ke 6 Hijriah, tokoh yang muncul Syuhrowardi al Maqtul (549 H), Syek Akbar Mulyadin Ibn Araby (638 H) dan Ibn faridh (632 H) mereka memcoba menggabungkan pola pikir tasawuf yang akhlaki dan askestisme dengan filsafat yunani khususnya neo-Platonisme. Teori –teori yang mendalam khususnya mengenai jiwa, moral, ilmu tentang wijud menjadi hal yang urgensi dalam prinsip berfikir mereka.

Pemikiran Tasawuf Akhlaki
Tasawuf disini dimaksudkan untuk merubah dan memperbaiki akhlak yang mulia. Dalam pemikiraini tidak  hanya  bersifat  lahiriyah tapi juga  batiniyah,  dengan latihan (riyadoh) tujuannya adalah menguasai hawa nafsu. Untuk  itulah tasawuf akhlaki  menerapkan  terapi  pembinaan  mental  dan  akhlak  yang  disusun  sebagai berikut :
a.         Terapi takhalli adalah  mengosongkadiri dari prilaku  dan akhlak  tercela, adalah langkah awal yang harus dijalani seorang sufi, untuk memasuki dunis tasawuf yang suci. Kerena akhlak tercela adalah perangkap kenikmatan duniawi.  Sebagai  penghalang  perjalanan  seorang  hamba  pada  Tuhannya, untuk mencapai spiritual yang hakiki, Akhlak tercela lainnya yang paling berbahaya adalah Riya(suka pamer). Imam Al-Ghazali menganggap penyembuhan diri yang masuk dalam politeisme.
b.        Terapi Tahalli, dilakukan agar seseorang dihiasi oleh sikap, prilaku dan Akhlakul karimah, Tahp ini dilakukan setelah tahap pertama selesai, lalu mereka akan selalu berusaha   berjala diatas   ketentuan   agama,   tahap   ini   adala isi   dari pembersiha diri dan pengosongan jiwa. Beberaoa hal yang harus diisi dalam menghiasi beberapa prilaku tadi adalah :
1)        Taubat: penyesalan sungguh-sungguh dalam hati yang disertai dengan permohonan.
2)        ampun serta berusaha meninggalkan segala perbuatan yang dapat menimbukan dosa itu kembali
3)        Cemas  dan  Harap  adalasikap  mental tasawuf  yang  selalu  bersandar kepada salah seorang tokoh yaitu hasan Al-Basri yaitu suatu perasaan yang timbul karena banyak yang berbuat dosa dan lalai kepada Allah.
4)        Zuhud yaitu sikap mental sufi yang melepaskan diri dari ras ketergantungan terhadap kenikmatan duniawi dengan mengutamakan kehidupan akherat yang abadi.
5)        Al-faqr, sikap bermakna, dimana seorang sufi tidak menuntut lebih banyak dari apa yang telah dimiliki, sehingga tidak menuntut sesuatu yang lain. Sikap ini merupakan benteng terhadap pengaruh kenikmatan duniawi dan menghindari keserakahan, Pada prinsipnya sikap ini adalah rentetan dari sikap zuhud, hanya saja zuhud lebih eksrim sedangkan faqr adalah sekedar.
6)        Pendisiplinan, sikap inipun pada gilirannya akan menimbulkan sikap wara dalam diri sufi.
7)        Al-Shabr adalah hal yang paling  mendasar dalam tasawuf kaena sabar mengandung makna keadaan jiwa yang kokoh stabil, konsekwensi dalam pendirian, walaupun godaan dan tantangan begitu kuat, sikap ini dilandasi satu anggapan bahwa segala sesuatu terjadi merupaka kehendak Allah dan kita  harus  menerimanya  dengan  sabar,  tapi  iktiar  juga  tetap  harus dijalankan.
8)        Ridha,  sikap  ini  merupakan  kelanjtan  dari rasa  cinta  yang  merupakan perpaduan Mahabbah dan sabar, Ridho dalam hal ini mengandung makna lapang dada, berjiwa besar, hati terbuka terhadap apa yang bersadar dari Allah baik menerima ketentuan agama dan masalah nasib itu sendiri.
9)        Muraqqabah,  sikap  ini  adalah  berarti  mawas  diri  atau  lebih  tepat  nya dengaself  correction,  sikap dimana kita siap  siaga setiap  saat  untuk meneliti keadaan diri sendiri. Sikap ini berawal dari sebuah landasan pemikiran bahwa Allah senantiasa mengawasi dan mengamati setipa gerak dan langkah kita selama hidup di dunia.
c.         Terapi Tajalli merupakan pemantapan dari tahap tahlli yang bermakna nur ghaib, yaitu dengan menghayati rasa keber Tuhanan lebih mendalam yang kemudian menimbulkan rasa rindu yang amat sangat kepada sang Tuhan, karena kaum sufi berpendapat untuk mencapai kesempurnaan kesucian jiwa, hanya dapat ditempuh dengan satu jalan yaitu cinta kepada Allah secara mendalam, maka jalan menuju tuhan akan terbuka dengan lebar.
Read more ...
 
Indonesia dulu dikenal sebagai bangsa yang toleran dan penuh sikap tenggang rasa. Namun, kini penilaian tersebut tidak dapat diamini begitu saja, karena semakin besarnya keragu-raguan dalam hal ini. Kenyataan yang ada menunjukkan, hak-hak kaum minoritas tidak dipertahankan pemerintah, bahkan hingga terjadi proses salah paham yang sangat jauh.
free counters

Blog Archive

Seseorang yang mandiri adalah seseorang yang berhasil membangun nilai dirinya sedemikian sehingga mampu menempatkan perannya dalam alam kehidupan kemanusiaannya dengan penuh manfaat. Kemandirian seseorang dapat terukur misalnya dengan sejauh mana kehadiran dirinya memberikan manfaat kearah kesempurnaan dalam sistemnya yang lebih luas. Salam Kenal Dari Miztalie Buat Shobat Semua.
The Republic of Indonesian Blogger | Garuda di DadakuTopOfBlogs Internet Users Handbook, 2012, 2nd Ed. Avoid the scams while doing business online

Kolom blog tutorial Back Link PickMe Back Link review http://miztalie-poke.blogspot.com on alexa.comblog-indonesia.com

You need install flash player to listen us, click here to download
My Popularity (by popuri.us)

friends

Meta Tag Vs miztalie Poke | Template Ireng Manis © 2010 Free Template Ajah. Distribution by Automotive Cars. Supported by google and Mozila