Monday, February 28, 2011

Dikuasai Massa Merah Putih | Nurdin dan PSSI Lemes

JAKARTA (Pos Kota) | Revolusi PSSI Harga Mati! Demikian bunyi spanduk raksasa berukuran 10 x 5 meter yang terbentang menutupi pintu masuk sekretariat PSSI Senayan, Rabu (23/2). Di hari kedua aksi unjukrasa menuntut pengunduran diri Ketua Umum PSSI Nurdin Halid itu, aliran massa dari berbagai daerah terus berdatangan.
Tak kurang dari 7000 suporter dan para pecinta sepakbola nasional mengepung markas PSSI kemarin Upaya para pengusung  Revolusi Merah-Putih menduduki  kantor PSSI itu tak pelak lagi membuat organisasi sepakbola nasional itu  lumpuh total.
Lautan merah pun menyemut di sekitar lingkar Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, tempat  PSSI bermarkas. Tak seorang petugas PSSI pun terlihat di sana, kecuali ratusan anggota  kepolisian dari Polda Metro Jaya yang dilengkapi senjata, serta dua ekor anjing dari kesatuan K-9 Polda Metro Jaya.

Pada hari kedua  unjuk rasa  yang menuntut revolusi PSSI itu datang dari berbagai elemen suporter sepakbola nasional   dari berbagai daerah, seperti Bogor,   Malang, Bojonegoro maupun dari Tangerang. Aksi unjuk rasa pun semakin bergelora ketika tuan rumah, The Jakmania bergabung dengan pengunjuk rasa lainnya tepat pukul 14.00.
The Jak menggotong keranda (peti mati) serta bendera kuning sebagai simbol matinya sportivitas dalam tubuh sepakbola nasional. Menurut Ari, salah seorang anggota Jakmania, simbol-simbol yang mereka tunjukkan merupakan bentuk protes yang dialamatkan kepada Nurdin Halid, ketua umum PSSI yang dituding menjadikan PSSI korup.
LANJUTKAN AKSI
Ketua Umum The Jakmania, Larico Ranggamone, mengatakan akan melanjutkan aksi unjuk rasa ini hingga Nurdin Halid turun. Mereka pantang pulang sebelum Nurdin tumbang,“Hari ini kami datang lebih dari 1.000. Jumlah itu di luar perkiraan karena sebelumnya hanya mengerahkan sekitar 500 orang. Tetapi, banyak yang bergabung secara sukarela,” kata Rico.
Rico memastikan  membawa anggota Jakmania dengan jumlah yang relatif sama seperti hari kedua pelaksanaan unjuk rasa. “Kami akan lanjutkan aksi ini besok (hari ini-red). Kita ingin revolusi total sehingga Nurdin Halid benar-benar mundur dari sepakbola,” kata dia.
Menurut  Zen Rahmat, Koordinator Lapangan Revolusi Merah Putih, sebagian rekan-rekan suporter dari berbagai daerah ada yang sudah pulang. Walau demikian, direncanakan akan ada suporter lain yang bakal masuk,  yakni Bonek, suporter Persebaya Surabaya.
Menurut Zen, para pengusung Revolusi Merah Putih pada  Kamis (23/2)   akan menggelar aksi unjuk rasa ke Merdeka Utara,  Istana Negara. Namun, Presiden SBY akan bertolak ke Brunei Darussalam untuk tugas kenegaraan.
“Mungkin anak-anak akan terkonsentrasi di kawasan Senayan,” kata dia.
Selain pengunjuk rasa Revolusi Merah-Putih, juga hadir lebih dari 100 orang lebih datang ke Senayan. Mereka sempat merangsek mendekat ke kantor PSSI, namun dihalau  Jakmania sehingga membuat mereka mundur. Disinyalir, massa yang tak dikenal itu merupakan suporter bayaran  anti revolusi PSSI.(ian/yulian/bu/o)
Read more ...

Friday, February 25, 2011

Gerakan Dukung Nurdin Halid Agar Diklaim Malaysia | sepakbola.showbiznotes.net

Gerakan Dukung Nurdin Halid Agar Diklaim Malaysia ramai diperbicangkan para suporter Indonesia didunia maya | Ya, bukan rahasia lagi jika Ketua Umum PSSI Nurdin Halid sudah tidak disukai oleh mayoritas pecinta sepak bola tanah air, sadar dengan posisinya Nurdin pun ditengah Piala AFF 2010 ini banyak melakukan aksi manuver untuk mengamankan posisinya.
Nurdin Halid rajin mengaku bahwa keberhasilan Timnas Indonesia kini adalah berkat konsepnya, memasang spanduk mendukung dirinya sendiri di Gelora Bung Karno hingga mencium tangan SBY usai dua lagi semifinal lawan Filipina, dan terakhir mempolitisi Timnas Indonesia dengan ‘menjualnya’ pada keluarga Bakrie.
Tapi usahanya itu sia-sia, mayoritas suporter Indonesia sudah kadung tidak respek terhadap Nurdin Halid yang dinilainya tidak punya muka bertahan di kursi PSSI walau sudah diminta mundur karena dalam 2 tahun periode kemimpinannya tidak kunjung memberikan prestasi dan kemajuan secara umum untuk persepakbolaan Indonesia.
Menjelang partai final Piala AFF 2010 Indonesia VS Malaysia, selain menyerukan agar para suporter menggunakan bantik saat menonton final nanti, seruan agar mendukung Nurdin Halid semoga diklaim menjadi milik Malaysia pun menyeruak. Ya, partai Malaysia VS Indonesia memang sudah panas sebelum pertandingan berlangsung, ulah Malaysia yang sudah banyak mengklaim seni budaya Indonesia menjadi fokus perhatian suporter dan masyrakat Indonesia menjelang partai final ini.

Jika suporter Indonesia tidak rela seni budaya dan wilayah perbatasan Indonesia diklaim Malaysia, namun jika Malaysia berminat untuk mengklaim Nurdin halid menjadi warga negaranya, suporter Indonesia pun mempersilahkannnya dan bahkan mendukungnya.

Bagaimana Malaysia? Apakah tertarik untuk mengklaim Nurdin Halid?
Read more ...

www.ongisnade.wordpress.com | Setan Itu Bernama Nurdin Halid

Apa kamu pernah tau orang dengan foto di atas ? Kalo belum pada tau, silakan buka Google, dan ketik keyword “Nurdin Halid” !! dan….
VOILA !!! hah

Banyak banget muncul pemberitaan tentang dirinya, dan hampir semuanya berisi pemberitaan tentang kebobrokan dia di jagat raya !!
Yah…emang dia adalah salah satu setan di Indonesia yang harus dihapus peredarannya di bumi ini…ketukmeje

Nurdin Halid adalah seorang pengusaha dan politikus Indonesia, dan dia adalah Ketua Umum PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) sekaligus seorang kriminal, koruptor, yang sekarang mendekam di balik penjara,gara-gara kasus korupsi, may Allah SWT damn him, n place him in a hell !! Amiin…

Sejak PSSI dipimpin olehnya, sepakbola Indonesia bener-bener terpuruk, jangan harap memakan mentah-mentah mimpinya tentang sepakbola Indonesia menuju pentas dunia, kalo Nurdin Halid masih jadi Ketua Umum PSSI.

Gimana mungkin induk organisasi sepakbola Indonesia dipimpin oleh seorang kriminal seperti dia, gimana sepakbola Indonesia mau maju kalo dia masih jadi Ketua Umum PSSI ?? padahal berulang kali FIFA (Fédération Internationale de Football Association) -Federasi Asosiasi Sepakbola Dunia- memperingatkan PSSI untuk segera mengganti posisi Nurdin Halid sebagai Ketua Umum PSSI, bahkan Presiden FIFA, Sepp Blatter, udah memperingatkan PSSI, agar segera mengganti Nurdin Halid. Tapi PSSI tetep bergeming dan ngotot mempertahankan posisi Nurdin Halid sebagai Ketua Umum PSSI.
Lihatlah sepakbola Indonesia kita, jangan ngomong prestasi, yang ada cuma huru-hara, kerusuhan, kinerja anggota PSSI yang buruk, korupsi, liga yang kacau balau, atau tim nasional yang gak ada tajinya di dunia internasional. Menurutku itu semua adalah imbas dari kepemimpinan Nurdin Halid dan antek-anteknya yang gak becus ngurus sepakbola.

Bener-bener menyedihkan, mengingat sepakbola adalah kegemaran mayoritas rakyat Indonesia, tapi kita gak punya apa yang dinamakan “good football”. Harus ada gerakan yang mengatas namakan rakyat Indonesia, untuk menyelamatkan sepakbola Indonesia.

Ayo dukung gerakan REVOLUSI PSSI !!

TURUNKAN NURDIN HALID DAN ANTEK-ANTEKNYA !!
SELAMATKAN SEPAKBOLA INDONESIA !!

Info : Gambar “Setan Nurdin Halid” diambil dari www.detiksport.com dengan diedit dikit-dikit pake Adobe Photoshop CS3 sama aku, dan posting ini ditulis dengan penuh kebencian, heheheheh…. setan
Read more ...

Pengamat | Nurdin Halid Bebal!

JAKARTA, KOMPAS.com | Pengamat sepak bola Ari Junaedi berpendapat, Nurdin Halid seharusnya merespons aspirasi suporter sepak bola Indonesia yang menuntut dirinya lengser dari Ketua Umum PSSI.
Dalam tiga hari terakhir, gelombang protes anti | Nurdin semakin kuat disuarakan di daerah-daerah di Indonesia. Sekelompok orang yang menamakan diri suporter Indonesia bahkan menduduki dan menyegel kantor PSSI di Senayan Jakarta. Namun, desakan yang besar tersebut tidak membuat Nurdin lengser.

"Sudah jelas rakyat muak, bahkan suporter membakar foto dan membuat kuburan. Mengapa nurani dari orang yang bernama Nurdin Halid ini masih bebal dan memakai kacamata kuda?" ungkap Ari kepada Kompas.com, Jumat (24/2/2011).
Ari menilai tidak ada cara lain bagi Nurdin selain mengundurkan diri secara terhormat. "Jangan lagi tetap bersikukuh menyebut tidak mencalonkan diri. Jika nuraninya masih sehat dan nalarnya masih jalan, saya yakin dalam waktu dekat Nurdin Halid akan legowo meninggalkan kursi ketua umum," kata pengamat komunikasi politik dari Program Pascasarjana Universitas Diponegoro Semarang.
Imbas dari ketidakberesan persebakbolaan Indonesia itu, kata Ari, tampak pada kekalahan timnas U-23 oleh Turkmenistan di ajang Pra-Olimpiade 2012. "Mengapa Irfan Bachdim, Kim Kurniawan, dan Andik Vermansyah gagal membela timnas U-23? Itukan akibat egoisme PSSI di bawah rezim Nurdin Halid," tegas Ari.

Pada pertandingan di Stadion Jakabaring, Palembang, Rabu (23/2/2011) malam, Yongki Aribowo dipaksa mengakui keunggulan Turkmenistan dengan skor akhir 1-3.
Read more ...

Nurdin Halid Seperti Mubarak dan Khadafi

Jakarta | Meski sudah didemo di sana-sini, Ketua Umum PSSI Nurdin Halid masih enggan untuk turun dari singgasananya. Sebagian pihak pun menyamakan Nurdin seperti Hosni Mubarak dan Muammar Khadafi.
Di Mesir, Mubarak harus menunggu demo besar-besaran dan jatuhnya korban jiwa sebelum mundur sebagai Presiden. Sedangkan di Libya, Khadafi masih bergeming di kursinya meski sudah didemo rakyatnya.

Itulah persamaan antara Mubarak dan Khadafi dengan Nurdin di mata politisi PDIP Pramono Anung. Anung menyebut, untuk menurunkan Nurdin sepertinya harus melalui kudeta besar sama seperti kedua negara tersebut.

"Ketua Umum PSSI sudah dituntut berkali-kali untuk mundur sama seperti Mubarak dan Khadafi yang tidak mau diturunkan," kata Pram kepada wartawan.
Hal itu disampaikan Pram dalam Diskusi Dialektika Demokrasi di pressroom Gedung DPR, Senayan, Kamis (24/2/2011). Acara juga dihadiri Ketua DPP Golkar Priyo Budi Santoso, Ketua Fraksi Partai Demokrat Jafar Hafsah dan Burhanuddin Muhtadi dari Lingkar Survey Indonesia.

Priyo yang mendengarkan komentar tersebut pun hanya tersenyum-senyum saja. Seperti diketahui Nurdin Halid, adalah kader Golkar dan punya hubungan dekat dengan Ketua Umum Golkar, Aburizal Bakrie.
Read more ...

Thursday, February 24, 2011

Nurdin Halid Diusulkan Gantikan Mbah Maridjan | goal.com/id-ID/news/1387/nasional

Oleh Yuslan Kisra
31 Okt 2010 12:15:00
Prestasi sepakbola nasional selalu menempati juru kunci membuat Ketua Umum PSSI diusulkan menjadi juru kunci Merapi.
Meninggalnya sosok sepuh nan bijak Mbah Maridjan yang tewas akibat disapu awan panas (Wedhus Gembel) muntahan Gunung Merapi beberapa hari lalu, membuat kalangan Keraton Yogyakarta mencari sosok pengganti yang tepat.

Menariknya karena masalah ini menjadi perhatian politisi senior PDI Perjuangan yang juga Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung, dengan mengusulkan sosok yang tepat pengganti Mbah Maridjan sebagai juru kunci Merapi.

Seperti dilansir Tribunnews beberapa saat lalu, dalam bahasa seloroh ringan di status akun twitter miliknya, Mas Pram sapaan akrabnya, mengusulkan Ketua Umum PSSI Nurdin Halid sebagai calon kuat juru kunci Merapi berikutnya.

"Pengganti Mbah Maridjan sudah ditetapkan oleh Sultan yaitu Nurdin Halid karena terbukti selalu membawa PSSI menjadi juru kunci," tulis Anung.
Tulisan Anung tadi tentu cukup menggelitik. Meski demikian, ini bisa jadi merupakan salah satu bentuk keprihatinan terhadap prestasi sepakbola nasional yang terus terjun bebas dan saat ini malah berada di titik nadir.

Memang, politisi Senayan yang satu ini dikenal rajin menulis lelucon ringan di akun twitter miliknya. Tidak hanya sepakbola tentunya, lelucon ringan nan menghibur kerap ia tulis di tengah banyaknya permasalahan bangsa yang cukup pelik.

Akankan usulan Anung terkait juru kunci Merapi tadi terpenuhi? Jawabannya sudah pasti tidak. Hanya saja, hal ini bisa dijadikan sebagai koreksi bagi PSSI untuk segera bangkit dari keterpurukan, sehingga tidak ada lagi kritik pedas yang diterima dari publik sepakbola nasional.
Read more ...

Nurdin Halid Dikecam | akudansekitar.blogspot.com

Nurdin Halid | Nurdin Halid terkena dampak dari kekalahan Timnas Indonesia | Kekalahan timnas Indonesia di babak final Piala AFF 2010 leg 1 dari Malaysia berbuntut panjang | Para pecinta sepak bola ramai-ramai menghujat oknum pengurus PSSI, yang mereka tengarai membuat para penggawa Merah Putih tertekan dengan kepentingan politis.
Kekalahan timnas Indonesia 0-3 dari Malaysia  di leg pertama final Piala AFF 2010 mengundang reaksi keras dari pendukung tim merah putih di Medan, Sumatra Utara. Mereka menuntut Ketua Umum PSSI Nurdin Halid lengser dari jabatannya

Banyak yang beranggapan bahwa beberapa oknum PSSI berusaha mendompleng prestasi yang ditorehkan Timnas Indonesia demi kepentingan politis mereka. Salah satu tokoh oknum tersebut adalah Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid.
Sebagai bentuk pelampiasan kekecewaan, pendukung timnas ini konvoi keliling Kota Medan sambil terus menyuarakan Nurdin Halid mundur. Mereka juga mengecam ulah tidak sportif pendukung Malaysia yang menyorotkan sinar laser ke pemain Indonesia

Sebelumnya, ulah PSSI yang membawa Timnas Indonesia untuk sowan ke Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie telah menjadi buah bibir khalayak luas. Menurut para pecinta bola, ini merupakan salah satu usaha Nurdin Halid untuk mendapatkan dukungan dari Bakrie, yang merupakan salah satu orang yang sangat berpengaruh di Indonesia itu.
Komisi X DPR RI yang membidangi olahraga, segera memanggil Ketua PSSI Nurdin Halid dan jajarannya. Para wakil rakyat ini merasa perlu segera mengevaluasi kinerja Nurdin Halid selama penyelengaraan Piala AFF 2010.

Beberapa hal yang ingin ditanyakan adalah soal kepemimpinan PSSI di bawah Nurdin Halid terutama soal kisruh penjualan tiket dan kinerja PSSI belakangan ini.
Read more ...

Tuesday, February 22, 2011

Nurdin Halid ( Ketum PSSI ) Harusnya Malu. Jangan Malu-Maluin!

Malang (beritajatim.com) – Desakan agar Ketua Umum Nurdin Halid dan Nugroho Besoes selaku Sekjen di Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) segera turun dari jabatan terus bermunculan.
Salah satunya dari pemerhati sepakbola Malang, Achmad Dhofir Zuhri. Pihaknya menilai, selama keduanya berada di kepengurusan PSSI, timnas Indonesia tak pernah cemerlang meraih prestasi. "Itu sangat disayangkan," katanya kepada beritajatim.com, Sabtu (1/1/2011).

Dhofir menjelaskan, kedua tokoh itu juga sangat otoriter. PSSI tak bakal maju kalau masih dipegang oleh Nurdin dan Nugraha. Sepakbola Indonesia itu tak bisa maju bukan hanya karena tak ada pemain bagus di Indonesia. Tetapi juga karena sistem yang ada di PSSI itu bersifat oligarki.

"Sistem PSSI yang oligarki, akan menghambat kecemerlangan sepakbola di Indonesia. Silahkan cermati, tak jarang pengurus di PSSI jadi pengurus partai. Misalkan Nurdin Halid itu. Nurdin itu seharusnya malu karena selama memimpin PSSI tak pernah ada juara yang diraihnya. Dan bagi Nugraha, juga harus malu. Dia sudah 14 tahun lamanya menjadi pengurus PSSI," katanya.

Melihat Ketua umum PSSI sebelumnya, kata alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Filsafat Driyarkara (STF Driyarkara) Jakarta ini, kalau sudah tak mampu memberikan yang terbaik untuk sepakbola Indonesia alias tak berhasil meraih prestasi, dengan sadar dan bersedia untuk mundur. Tidak harus dipaksa mundur.
"Misalnya, apa yang dialami Agum Gumelar. Ia bersedia mundur karena merasa tak berhasil membawa sepakbola Indonesia berprestasi. Begitu juga apa yang dialami Azwar Anas, ketum PSSI sebelum Agum Gumelar. Itu kesatria namanya. Kalau Nurdin dan Nugraha tak mau mundur, itu malah yang banci, tak tahu malu, dan mungkin tak punya rasa malu," katanya.

Dhofir juga membeberkan beberapa hal yang tidak wajar dan sangat merugikan klub yang ada dibawah naungan PSSI. Yakni apa yang dialami klub peserta Indonesia Super League (ISL). "Di klub peserta ISL itu, boleh mengontrak maksimal lima pemain asing. Dan setiap masing-masing pemain asing, harus bayar ke PSSI senilai Rp 10 juta," katanya.

Klub peserta ISL musim ini (sebelum Persema, PSM Makasar dan Persibo mundur), ada 18 Klub. Di masing-masing klub ada 5 pemain asing. Totalnya ada 90 pemain asing. "Itu masih belum pemain asing di Divisi Utama," katanya.

Kalau di divisi utama, ada 36 klub yang ikut berkompetisi. Kalau  dijumlah ada 175 pemain asing di Divisi Utama. "Kita tinggal mengkalikan 265 pemain asing dikalikan Rp 10 juta. Totalnya uang yang masuk ke PSSI dalam permusim ISL senilai Rp 2,6 Miliar lebih," katanya.
Uang sebanyak itu, lanjut pria yang tinggal di Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang itu, kemana larinya dan digunakan untuk apa. "Kalau memang digunakan, hasilnya mana? Kok tidak ada prestasi satupun. Pokoknya, kalau Nurdin dan Nugraha punya malu, ya turun saja jangan harus dipaksa mudur dulu," tegasnya.

Kalau memang Nurdin Halid dan Nugraha Besoes itu masih tak bersedia mundur, segera digelar Kongres Luar Biasa (KLB). "Presiden SBY menurut saya, jangan takut kepada Nurdin. Semua ini demi perbaikan sepakbola Indonesia. Kasihan suporter sepakbola Indonesia yang sudah haus ingin menyaksikan timnas Merah Putih meraih juara," katanya.
Read more ...
 
Indonesia dulu dikenal sebagai bangsa yang toleran dan penuh sikap tenggang rasa. Namun, kini penilaian tersebut tidak dapat diamini begitu saja, karena semakin besarnya keragu-raguan dalam hal ini. Kenyataan yang ada menunjukkan, hak-hak kaum minoritas tidak dipertahankan pemerintah, bahkan hingga terjadi proses salah paham yang sangat jauh.
free counters

Blog Archive

Seseorang yang mandiri adalah seseorang yang berhasil membangun nilai dirinya sedemikian sehingga mampu menempatkan perannya dalam alam kehidupan kemanusiaannya dengan penuh manfaat. Kemandirian seseorang dapat terukur misalnya dengan sejauh mana kehadiran dirinya memberikan manfaat kearah kesempurnaan dalam sistemnya yang lebih luas. Salam Kenal Dari Miztalie Buat Shobat Semua.
The Republic of Indonesian Blogger | Garuda di DadakuTopOfBlogs Internet Users Handbook, 2012, 2nd Ed. Avoid the scams while doing business online

Kolom blog tutorial Back Link PickMe Back Link review http://miztalie-poke.blogspot.com on alexa.comblog-indonesia.com

You need install flash player to listen us, click here to download
My Popularity (by popuri.us)

friends

Meta Tag Vs miztalie Poke | Template Ireng Manis © 2010 Free Template Ajah. Distribution by Automotive Cars. Supported by google and Mozila