Monday, December 7, 2009

BEDAH CERPEN KARYA LOVELI ONELIA

Setelah memosting cerpen karya Loveli Onelia, kini saatnya membedah cerpen tersebut. Yuk simak, apa saja yang perlu diperbaiki dari cerpen tersebut!

Jujur, saya rada bingung ketika membaca cerpen ini, karena :



1.adanya tokoh Mutia dan Luna. Padahal, setelah membaca sampai habis, saya hanya menemukan dua tokoh. Luna dan Leo. Mungkin, penulis salah nulis namanya. Mau menulis Luna, ditulis Mutia. Atau, mungkin juga semula berniat memakai nama Mutia, lalu diganti menjadi Luna. Seharusnya, setelah cerpen selesai dibuat, dibaca ulang dengan teliti agar tidak terjadi kesalahan seperti ini.

2.Lagi-lagi masalah tanda baca yang sering salah pemakaiannya. Saya tidak menjelaskan lebih lanjut karena bisa dipelajari dari postingan sebelumnya mengenai penggunaaan tanda baca. Untuk mengetahui penggunaan tanda baca, alangkah baiknya calon penulis sering membaca karya orang lain. Lagipula, waktu sekolah sudah pernah diajarkan mengenai penggunaan tanda baca.

3.Penggunaan huruf besar. Setiap nama orang harus menggunakan huruf besar. Hal sepele seperti ini tidak boleh dilupakan. Ini adalah dasar dari ilmu menulis.

4.dalam cerpen ini ada kalimat sbb :
Ditambah lagi dengan temannya yang selalu ingin menyakiti perasaan Luna. Ia merasa sudah tidak ada lagi cinta didalam kehidupanya. Cinta teman, orangtua, sahabat, maupun kekasih, semua lenyap didalam kesedihanya. Yang ia dapatkan hanyalah kesedihan, kemarahan, dan kebencian.

Dari kalimat itu, kita tahu Luna tidak pernah merasakan cinta. Tetapi, tidak ada penjelasan lebih lanjut. Pembaca hanya bisa menebak-nebak. Seharusnya, diceritakan sedikit apa yang melenyapkan cinta dari teman,orang tua dan sahabat serta kekasih Luna? Apakah Luna pernah patah hati? Dikecewakan teman dan sahabatnya? Apakah ortunya tidak memerhatikan dia?

Oke, Loveli….kamu sudah tahu kan apa kelemahan di cerpenmu? Saya tunggu cerpen kamu berikutnya lho. Jangan bosan berlatih menulis dan banyak membaca cerpen karya penulis lain ya.


Read more ...

Monday, August 24, 2009

MEMBEDAH CERPEN BENING

Cerpen Bening yang berjudul ‘Nyanyian Hati’ sebenarnya sudah bagus dan layak muat di majalah (menurut saya lho!) tetapi….banyak sekali penggunaan tanda baca dan huruf besar yang salah. Misalnya :
“Ada apa sih Bi, tumben.. dandanan kamu rapi, hemmm…. harum banget”.

Yang benar adalah :

“Ada apa sih Bi, tumben.. dandanan kamu rapi, hemmm…. harum banget.”
Akhiri kalimat dengan tanda TITIK baru tanda KUTIP PENUTUP.

Selain itu, Bening banyak membuat kesalahan dalam pemenggalan kalimat. Banyak kalimat yang seharusnya sudah diberi tanda titik, tapi oleh Bening tetap dilanjutkan sehingga mengurangi keindahan cerpennya. Misalnya :

aneh, pikirku tak biasanya Abi meneleponku jam-jam segini dan… ternyata dia menelepon untuk mengajakku keluar, meski tidak jelas kemana tujuannya aku mengiyakan saja.

Seharusnya :

Aneh, pikirku. Tak biasanya Abi meneleponku jam-jam segini. Dan… ternyata dia menelepon untuk mengajakku keluar, meski tidak jelas kemana tujuannya aku mengiyakan saja.



Coba bayangkan dirimu sedang membaca sebuah artikel atau berita dari koran. Kalau kalimat yang ditulis terus bersambung, bukankah itu berarti kamu harus membacanya tanpa jeda. Padahal, ketika sekolah dulu kita pasti pernah belajar mengenai fungsi tanda titik, koma, tanda seru, tanda tanya, dll. Nah, dalam mengarang semua tanda-tanda itu harus digunakan dengan benar agar ‘soul’ dari sebuah karangan semakin jelas. Bila sang tokoh sedang bertanya, gunakan tanda tanya. Bila sedang berteriak, gunakan tanda seru. Atau…..bertanya dengan cara berteriak, gunakan tanda tanya dan tanda seru.

Agar kalian semakin mahir menulis cerpen, sebaiknya sering-sering baca cerpen yang sudah diterbitkan di media cetak. Perhatikan tanda baca, pemenggalan kalimat dan penggunaan huruf besar di cerpen tersebut. Nanti kalian akan semakin mengerti bagaimana menggunakan tanda baca, huruf besar dan cara pemenggalan kalimat.

Read more ...

Wednesday, August 12, 2009

BEDAH CERPEN KARYA THE STORY

Cerpen karya The Story yang saya posting beberapa hari lalu merupakan cerpen yang temanya cukup menarik. Membaca karyanya seperti membaca novel detektif remaja. Hanya saja, seperti cerpen-cerpen sebelumnya yang dimuat di blog ini, saya menemukan beberapa kekurangan yang - lagi-lagi - sama dengan cerpen karya Vie Three dan Anazkia.

Kekurangan yang harus diperbaiki itu antara lain :



- penggunaan huruf besar. Nama orang selalu huruf besar. Jangan huruf kecil.
- penggunaan tanda baca. Misalnya :
Sebelum bermain sepak bola, Antra berlari ke toilet dia sempat melihat temannya yang yang terlambat sehingga harus menjalankan hukuman.

Yang benar adalah : Sebelum bermain sepak bola, Antra berlari ke toilet. Dia sempat melihat temannya yang yang terlambat sehingga harus menjalankan hukuman.

- alur yang terus berkelanjutan tanpa ada jeda sedikitpun. Dengan jumlah halaman sebanyak 10 cerpen, bisa membuat pembaca 'ngos-ngosan'. Seharusnya, dibuat per babak. Coba perhatikan cerpen-cerpen saya di blog Sang Cerpenis. Cek babak per babak yang diberi tanda seperti : ***, ++.

Selesai satu babak diakhiri dengan tanda *** atau ++ (mana saja boleh kok).
Tapi,ingat! Babak bukan paragraf lho. Sama seperti kalau kita menonton sandiwara atau sinetron, pasti ada babak demi babak.

Nah, untuk cerpen sepanjang ini, seharusnya bisa dibuat babak demi babak. Alurnya jangan terus berlari tanpa jeda.

- pendeskripsian lemari dalam cerpen ini juga terlalu panjang dan cenderung bertele-tele. Cerpen yang baik adalah cerpen yang padat tapi pesan yang ingin disampaikan bisa dimengerti pembaca.

Satu hal lagi, saya perhatikan cerpen The Story yang diposting di blognya lebih menarik ketimbang cerpen HILANGNYA HP PRIMADONA. Mungkin karena The Story lebih menguasai penulisan cerpen bertema umum. Bukan tema remaja.

Tapi, kalau mau rajin berlatih dan sering membaca cerpen-cerpen remaja pasti bisa menulis cerpen remaja yang lebih baik lagi.

Oke deh, buat The Story...jangan pantang mundur ya. Sebenarnya sudah ada talenta menulis. Hanya perlu dikembangkan lagi dan..jangan lupa tetap rajin membaca. Itu kunci untuk bisa menulis dengan baik.


Read more ...

Friday, July 31, 2009

BEDAH CERPEN KARYA VIE THREE

Cerpen yang akan saya bedah kali ini adalah cerpen karya Vie Three yang berjudul AKU, KAU DAN KENANGANKU. Dari segi kalimat, cerpen ini sudah oke. Gaya bahasanya khas remaja tapi ada beberapa kelemahan yang harus diperbaiki yaitu :



- Penggunaan huruf besar :
Nama orang harus disebut dengan huruf Besar. Misalnya : "Tapi, kita masih berteman kan, dit?" Seharusnya : "Tapi, kita masih berteman kan, Dit?"

- penggunaan tanda baca :
Harus diperhatikan penggunaan koma. Misalnya : Aku benar-benar merasa kehilangan sosok Adit, Aditlah yang selama ini kupercaya untuk jadi teman. Seharusnya : Aku benar-benar merasa kehilangan sosok Adit. Aditlah yang selama ini kupercaya untuk jadi teman,

- Banyak kalimat yang dibuat tanpa ada titik dan koma yang tepat. Terus saja disambung tanpa jeda. Padahal penggunaan titik dan koma bisa menimbulkan arti yang berbeda.

Alangkah baiknya, setiap kali kita selesai membuat cerpen maka kita harus membaca cerpen itu berulang kali. Kalau tanpa tanda titik, tentu kita akan membaca tanpa henti. Wah, bisa terengah-engah dong.

- Adanya penggunaan kata yang disingkat seolah-olah kamu sedang menulis sebuah SMS. Misalnya : Gara-gara kamu Adit gak mau kumpul-kumpul ma kita lagi."

Seharusnya : Gara-gara kamu Adit gak mau kumpul-kumpul sama kita lagi." Cerpen remaja memang banyak dipenuhi bahasa gaul, tetapi sebaiknya jangan menggunakan gaya bahasa SMS. Tidak semua Editor majalah remaja bisa menerima gaya bahasa seperti itu. Coba saja kamu perhatikan cerpen di majalah Kawanku atau Gadis, apakah ada penggunakan gaya bahasa SMS yang penuh dengan singkatan.

- Adanya hal-hal gak penting yang dituangkan dalam cerpen ini :
Coba baca kalimat berikut :
Hal yang harus kulakukan nanti sesampainya di mall itu antara lain :
- Setelah nyampai, muter-muter dulu. Lihat-lihat ada counter baru apa gak sambil merhatiin manusia-manusia yang lucu-lucu. Hehehehehe
- Masuk ke Gramedia. Lihat-lihat juga. Mungkin aja ada koleksi buku terbaru. Atau siapa tahu komik Naruto serial terbaru udah keluar.
- Habis itu, ke KFC. Makan sambil baca buku (gak tau apa yang nanti dibeli) terus cuci mata, siapa tau ada manusia yang aneh. Kan bisa dijadiin bahan gosip besok di kampus.
-Setelah capek, ya…duduk. Liat jadwal bioskop biar besok bisa ajak anak-anak kalo ada film yang bagus. Baru deh pulang

Menurut saya, tidak usah ditulis apa rencana Meta di mall. Toh, di paragraf
selanjutnya sudah dijelaskan apa saja yang dilakukan Meta ketika berada di Mall.
Penulisan hal yang enggak perlu bisa menimbulkan rasa bosan bagi para pembaca.

Namun selain kelemahan yang saya sebutkan di atas, cerpen ini sudah lumayan bagus untuk seorang pemula, dan memenuhi kriteria sebuah cerpen. Hanya perlu sering berlatih menulis dan membaca cerpen/novel karya orang lain. Perhatikan tanda baca, huruf besar dan alur cerita. Lambat laun pasti kamu bisa menghasilkan tulisan yang menarik.


Read more ...

Thursday, July 23, 2009

MEMBEDAH CERPEN ANAZKIA

Hari ini, saya akan memaparkan beberapa kesalahan/kekurangan serta kelebihan dalam cerpen GARA-GARA CONTEKAN. Saya memang akan membahas setiap cerpen yang dikirim ke saya dan di posting di blog ini. Dengan demikian, kalian akan tahu apa kelemahan/kekurangan cerpen kalian.

KESALAHAN YANG HARUS DIPERHATIKAN :

-Banyak kalimat yang masih terpengaruh dengan bahasa Melayu. Padahal, bila kita mau mengirim tulisan ke majalah di Indonesia, sebaiknya jangan menaruh bahasa Melayu. Mungkin karena Anaz tinggal di Malayasia, jadi secara tidak langsung terpengaruh dengan bahasa yang ia dengar sehari-hari. Bila Anaz - suatu hari nanti – ingin mengirimkan tulisannya ke majalah di Indonesia, maka pengaruh bahasa Melayu harus dihilangkan. Apalagi kalau mau mengirim cerpen ke majalah remaja, gunakan bahasa Indonesia saja. Jangan dicampur baurkan dengan bahasa Melayu. Editor bisa bingung membacanya.

Ini adalah salah satu bahasa Melayu yang saya temukan di cerpen Anaz :

Aku segera beredar, mencari kelibat Naila.
Kalimat ini sudah saya hilangkan.

- Coba ingat lagi pelajaran bahasa Indonesia waktu sekolah, perhatikan awalan dan
akhiran. Bagaimana penulisannya? Misalnya : DILETAKKAN. Kata DI dan LETAKKAN itu disambung. Bukan DI LETAKKAN. Kalau menunjukkan tempat baru dipisah, misalnya : DI SEKOLAH. DI PASAR. Kata TEMAN jangan ditulis TEMEN. UDAHLAH jangan ditulis DAH LAH. SEBENARNYA jangan ditulis SEBENERNYA. Walaupun kamu mengirimkan cerpen ke majalah remaja yang banyak menggunakan bahasa gaul, tetap saja harus diperhatikan antara ucapan sehari-hari dengan kalimat dalam media cetak. Jangan sampai Editor yang membaca cerpenmu harus mengedit begitu banyak kata yang penulisannya tidak sesuai dengan bahasa Indonesia pada umumnya.

- Jangan samakan bahasa di SMS dengan bahasa di cerpen. Misalnya : GI yang berarti LAGI. Ko yang berarti KOK.

- Perhatikan penulisan kata seperti LETAKKAN. Sering saya temukan kata LETAKAN. Kurang huruf K.

- Adanya pengulangan kata yang tidak perlu. Seperti : Asma GAK KETULUNGAN PELITNYA BENER-BENER KELEWATAN. Kata KETULUNGAN sudah cukup menunjukkan pelitnya. Tidak usah ditambahkan kalimat BENER-BENER KELEWATAN.

- Adanya kalimat AKU MENYEBELAHI. Sebaiknya diganti dengan aku duduk di sampingnya. Mungkinkah ini pengaruh bahasa Melayu?

- Tanda baca banyak yang keliru. Misalnya : “Fah, lagi ngapain?.”
Yang benar adalah : “Fah, lagi ngapain?” Setelah tanda tanya, tidak ada kata
titik.

- Adanya kalimat yang kurang penjelasan, misalnya :
“Sssttt… saya lihat catatan, teh…” Sambil menangkupkan tangannya di atas mulut.

Sebaiknya diganti dengan :
“Sssttt… saya lihat catatan, teh…” Latifah menjawab sambil menangkupkan
tangannya di atas mulut.

- Alur cerita terlalu panjang dan banyak pengulangan adegan saat ulangan di dalam
kelas. Seharusnya untuk tema yang sederhana seperti ini tidak butuh 9 halaman.
Cukup 5 halaman saja. Banyak adegan yang semestinya bisa dipotong.



Namun, di samping punya kelemahan, cerpen ini punya kekuatan juga yaitu : adanya pesan moral yang ingin disampaikan kepada pembaca. Adegan demi adegan juga sudah menyerupai sebuah cerpen. Perasaan dan pikiran para tokoh sudah tergambar jelas.

Pesan saya buat Anazkia : Coba bandingkan cerpen kamu yang belum diedit dengan yang sudah diedit dan direvisi. Nanti kamu akan menemukan hal-hal apa saja yang harus kamu perbaiki dalam menulis cerpen. Saya tidak bisa menjelaskannya secara detil di blog ini karena terlalu banyak yang direvisi.

Jangan lupa untuk rajin membaca cerpen karya penulis lain yang sudah dimuat di media cetak. Pelajari cara mereka menguraikan jalinan kisah, karakter para tokoh dan tata bahasanya. Dan…jangan jemu untuk menulis cerpen.


Read more ...
 
Indonesia dulu dikenal sebagai bangsa yang toleran dan penuh sikap tenggang rasa. Namun, kini penilaian tersebut tidak dapat diamini begitu saja, karena semakin besarnya keragu-raguan dalam hal ini. Kenyataan yang ada menunjukkan, hak-hak kaum minoritas tidak dipertahankan pemerintah, bahkan hingga terjadi proses salah paham yang sangat jauh.
free counters

Blog Archive

Seseorang yang mandiri adalah seseorang yang berhasil membangun nilai dirinya sedemikian sehingga mampu menempatkan perannya dalam alam kehidupan kemanusiaannya dengan penuh manfaat. Kemandirian seseorang dapat terukur misalnya dengan sejauh mana kehadiran dirinya memberikan manfaat kearah kesempurnaan dalam sistemnya yang lebih luas. Salam Kenal Dari Miztalie Buat Shobat Semua.
The Republic of Indonesian Blogger | Garuda di DadakuTopOfBlogs Internet Users Handbook, 2012, 2nd Ed. Avoid the scams while doing business online

Kolom blog tutorial Back Link PickMe Back Link review http://miztalie-poke.blogspot.com on alexa.comblog-indonesia.com

You need install flash player to listen us, click here to download
My Popularity (by popuri.us)

friends

Meta Tag Vs miztalie Poke | Template Ireng Manis © 2010 Free Template Ajah. Distribution by Automotive Cars. Supported by google and Mozila