Tuesday, April 6, 2010

IKAN SEIJI DAN HIU KECIL

Kisah ini diambil dari buku: Ketika Burung-Burung Berhenti Berdoa yang ditulis Anthony Harton, sebuah buku kumpulan kisah-kisah inspiratif. Kisah yang akan kita baca ini salah satu yang telah membuka mataku akan arti kata ‘berusaha’. Begitu sulitnya mendorong manusia untuk tetap tekun berusaha, hingga kadang-kadang butuh suatu ‘dorongan’ ekstrim. Seperti contoh kisah ini…

Marumoto, seorang nelayan Osaka, Jepang menjadi pemasok tetap beberapa restoran yang menyajikan sushi sebagai menu unggulan mereka. Restoran-restoran itu menjadi istimewa karena menyajikan ikan seiji, sejenis tuna kecil yang tidak hanya segar tetapi juga masih hidup beberapa menit sebelum dihidangkan. Dan semua pasokan ikan seiji itu berasal dari keluarga Marumoto.

Pada mulanya keluarga Marumoto kesulitan memasok ikan-ikan seiji segar, karena walaupun masih segar dari laut, ikan-ikan itu sudah mati ketika tiba di darat. Kemudian mereka menemukan sebuah ide. Mereka membawa drum-drum besar yang tiga perempatnya berisi air laut. Setiap kali mereka berhasil menangkap ikan seiji, mereka segera menyimpannya ke dalam drum-drum itu. Mereka yakin cara itu bisa membantu mereka membawa banyak ikan seiji segar dan hidup ke darat.

Namun mereka lagi-lagi kecewa, karena sesampainya di darat ternyata masih banyak ikan yang mati. Mungkin jarak dari tengah laut ke darat yang cukup jauh menyebabkan ikan-ikan itu cukup lama berdesak-desakan di dalam drum dan kekurangan oksigen, yang akhirnya menyebabkan mereka mati.

Keluarga Marumoto memutar otak untuk memecahkan masalah itu. Akhirnya anak sulung mereka memberikan saran cemerlang. Karena kapal mereka cukup besar, sebagian besar dasar kapal diubah menjadi kolam kecil. Kolam itu lalu diisi dengan 3 ekor anak hiu sebesar ibu jari kaki orang dewasa. Dan hasilnya...ternyata hampir 80 persen ikan-ikan seiji yang ditangkap dan disimpan dalam kolam itu masih hidup ketika tiba di darat... Mungkin karena mereka bertahan mati-matian untuk tetap hidup menghindari sergapan hiu-hiu kecil dalam kolam kecil itu.

-----

Seperti ikan-ikan seiji itu, kitapun manusia seringkali tak memberikan usaha yang maksimal dalam pekerjaan dan karya kita. Kita selalu takut untuk ‘push to reach the limit’. Kita takut kalau kita gagal, kalau kita akan lelah, takut sakit, takut rugi, takut diejek orang, dan takut-takut yang lain. Maka akhirnya, seperti ikan seiji yang mati ketika boleh hidup bebas di kolam kecil, kita pun jadi ‘mati’ ketika situasi justru amat mendukung.

Mungkin kita harus menghadapi tantangan ‘hidup-mati’ seperti ikan-ikan seiji ketika menerima bayi ikan hiu, baru kita dapat mengeluarkan seluruh kemampuan kita demi mempertahankan hidup.

Jadi, kalau kita diberi kesempatan untuk memilih, apakah kita akan menunggu sampai titik terakhir dengan taruhan ‘hidup-mati’ dulu baru mau berusaha, ataukah justru dalam kondisi yang sehat dan berkecukupan, kita mau mencoba untuk berusaha meraih kehidupan yang lebih baik? Pilihan ada di tangan anda!

Ditulis oleh: Fanda

Read more ...

Wednesday, February 10, 2010

JADIKAN RINTANGAN SEBAGAI KEKUATAN !

Berapa sering kita dihadapkan pada prospek yang bagus, namun ada rintangan-rintangan tertentu yang bikin kita bilang: ‘Tapi gak mungkin..’, entah itu dalam karir, dalam usaha (bisnis), dalam studi maupun asmara? Mungkin banyak kali sebenarnya, hanya karena kita merasa suatu hal itu mustahil, maka kita mendorong ide itu jauh-jauh dari otak kita, sehingga akhirnya kita bahkan tak pernah memikirkannya lagi.

Tapi sebenarnya, apakah memang tidak mungkin? Apakah ada yang tidak mungkin? Kecuali, tentu saja, kalau anda ingin hidup selamanya atau anda ingin sesuatu yang melebihi wewenang Tuhan. Jangan-jangan pikiran kita yang menghalanginya, atau kita hanya terlalu malas untuk berusaha? Ayo kita lihat kisah nyata ini…

Pernah dengar atau berkunjung ke tokobagus.com, sebuah portal jual-beli online Indonesia di mana kita bisa menjual dan membeli serta pasang iklan tentang semua barang? Menurut klaimnya sendiri, tokobagus ini mendapatkan trafik ke-3 terbesar di Indonesia setelah kaskus.com dan detik.com. Menarik? Tapi bukan untuk mempromosikan portal ini tulisan ini dibuat, melainkan untuk belajar dari pendirinya.

Adalah seorang cowok berusia 19 tahun asal Belanda yang pada sekitar tahun 2000 pengen plesir ke luar negeri. Namanya Arnold Sebastian. Oleh biro travel, ia disodori 2 penawaran: ke Indonesia atau ke Meksiko. Berhubung ia belum pernah ke Indonesia, maka negara kitalah yang ia pilih. Ia adalah mahasiswa lulusan IT di negaranya, dan berobsesi untuk bisa bikin bisnis online sekelas amazon.com. Singkat kata, ia kerasan tinggal di Bali dan akhirnya memutuskan untuk pindah dan tinggal di Indonesia.

Pertama-tama ia harus beradaptasi di negeri yang baru. Ia belajar bahasa Indonesia secara otodidak melalui film barat yang diputar di TV swasta kita. Ia mendengarkan percakapan dalam bahasa Inggris dan belajar kosakata dari teks bahasa Indonesia yang mengiringi setiap percakapan. Ia pun masih ingat dengan ambisinya pada bisnis online, dan ingin mewujudkannya di Indonesia, yang saat itu sudah mulai terjangkit internet, namun hanya sedikit jumlah bisnis online yang ada. Peluang!

Akhirnya setelah melakukan survey, tibalah saat Arnold membuka tokobagus.com-nya. Karena saat itu orang Indonesia belum terbiasa bisnis online, bisnis Arnold sempat tertatih-tatih, pengunjungnya masih minim. Hingga di tahun 2008, saat penggunaan internet makin murah di Indonesia, bisnis Arnold pun melaju dengan pesat. Sekarang karyawan Arnold telah berjumlah 14 orang, dengan jumlah kunjungan 20 juta per bulan pada tahun 2009, dan diprediksi bakal melonjak 2 kali lipat tahun ini. Sedang jumlah pemasang iklannya ada 260 ribu.

Waktu baca kisah ini di Jawa Pos, aku langsung berpikir, mengapa orang Belanda ini harus menjalankan bisnis di bumi pertiwi kita? Kenapa bukan anak bangsa kita sendiri? Namun, di sisi lain, mau tak mau aku juga salut pada perjuangan Arnold, terlepas dari tempat kelahirannya. Kesuksesan Arnold harusnya menjadi cambuk buat kita, anak bangsa yang kita cintai ini, bahwa ia yang datang dan tinggal di negara baru tanpa pengetahuan dan pengenalan akan negara itu, mampu melihat sebuah prospek yang menjanjikan untuk membangun usaha.

Lalu bagaimana dengan kita, yang notabene lahir di tanah air ini, hidup dan berkembang di lingkungan yang sama berpuluh tahun. Kita yang sangat mengenal budaya masyarakat dan kebutuhan serta problemanya. Harusnya kita jauh lebih siap dan mampu melihat setiap prospek yang ada. Tentu saja tidak harus bisnis yang sama, dan tak harus sebuah bisnis juga. Kita bisa melakukan apapun yang kita impikan kalau kita memiliki kemauan yang kuat.

Rintangan jangan dipandang sebagai penghalang jalan, namun jadikan sebagai kekuatan. Lihatlah Arnold, dengan segala keterbatasannya, lingkungan baru, bahasa asing, budaya asing, namun ia mampu belajar untuk mengatasi keterbatasan itu dan membangun mimpinya justru di atas keterbatasan itu.

Kita sering berujar: Aku tak fasih berbahasa Inggris, jadi aku tak bisa membuat artikel bahasa Inggris. Aku tak pandai menulis, maka aku takkan bisa jadi penulis. Aku tak lulus sarjana, maka kehidupanku mentok seperti ini saja, dan banyak lagi alasan-alasan yang kita dengar sehari-hari.

Sekarang, ayo kita hentikan semua keluh kesah di atas. BUKAN kita tak bisa, tapi sebenarnya kita tak mau. Kalau memang sekarang kita tak bisa, maka BELAJARlah. Kalau memang sekarang belum sampai di suatu tempat, BERJALANlah. Ambillah satu langkah kecil demi langkah kecil, maka kita semua akhirnya akan membuat satu lompatan besar dari tempat start kita!

Ditulis oleh: Fanda

Read more ...

Friday, January 1, 2010

ASAH KAPAKMU!

Sebelumnya, Fanda dan Fanny mengucapkan SELAMAT TAHUN BARU 2010 buat semua teman-teman F2 Blog yaaa!

Ayo di awal tahun yang baru ini kita membangun semangat baru. Kita yang udah kelelahan berjuang sepanjang tahun 2009 lalu, kini beroleh energi baru untuk memulai perjuangan di tahun 2010. Nah, pertama-tama yang harus kita lakukan adalah memeriksa 'senjata' masing-masing sebelum 'terjun' kembali ke medan perjuangan hidup. Apakah senjata kita masih layak pakai? Kalo tidak, jangan bermimpi kita akan dapat meraih kemajuan selama tahun ini. Seperti contoh dalam kisah ini...

Ada seorang pemotong kayu yang melamar pekerjaan di sebuah industri kayu, dan ia akhirnya berhasil mendapatkan pekerjaan sebagai pemotong kayu. Bayarannya lumayan, suasana kerjanya juga nyaman. Oleh karena itu, si pemotong kayu bertekad untuk memberikan yang terbaik dalam pekerjaannya.

Sang bos memberinya sebuah kapak yang tajam, dan menunjukkan area di mana si pemotong kayu akan bekerja. Pada hari pertama si pemotong kayu mampu menghasilkan 18 pohon.

"Selamat! Kamu telah bekerja dengan sangat baik hari ini. Pertahankan semangat kamu ya!", begitu sambutan bossnya yang menyenangkan hatinya.

Si pemotong kayu begitu termotivasi, dan ia bekerja lebih keras lagi keesokan harinya. Namun, ia ternyata hanya dapat menghasilkan 15 pohon. Pada hari ketiga, ia bekerja makin keras karena ingin membayar kekurangan hari kemarin, sekaligus menghasilkan lebih banyak dari hari yang pertama. Namun...di akhir hari itu ia hanya menghasilkan 10 pohon. Demikianlah hari berganti hari, dan pohon yang berhasil ia potong pun hasilnya makin berkurang.

"Hahh...pasti ini semua karena kekuatanku makin berkurang", pikir si pemotong kayu. Maka dengan berat hati ia menghadap bossnya, dan meminta maaf sambil berkata bahwa ia tak mengerti apa yang sedang terjadi.

"Kapan terakhir kamu mengasah kapakmu?", tanya si boss segera setelah si pemotong kayu berkeluh kesah.

"Mengasah kapak? Mana aku punya waktu untuk mengasah kapak? Kan aku selalu sibuk memotong kayu supaya menghasilkan lebih banyak pohon...?"

-----

Teman-teman, si pemotong kayu bukan orang yang malas. Ia bekerja dengan penuh semangat dan dedikasi tinggi. Misalkan saja ia ditanyai, apa targetmu minggu depan? Mungkin ia akan segera menjawab: memotong lebih banyak lagi pohon! Begitu juga dengan kita semua. Apa target anda tahun 2010? Pasti jawabannya: akan berusaha menjadi lebih baik dari tahun 2009. Ya iyalah...masak kita mau lebih mundur atau lebih buruk dari tahun atau waktu sebelumnya?

Namun masalahnya, APA yang akan anda lakukan untuk menjadi lebih baik itu? Dengan bekerja lebih keras? Dengan menghabiskan waktu lebih banyak buat kerja? Mengurangi waktu istirahat supaya waktu bekerja lebih banyak, dan dengan begitu hasilnya akan lebih baik? Hal yang sama dilakukan oleh si pemotong kayu. Ia bekerja lebih semangat, mungkin juga lebih cepat. Namun hasilnya? Malah lebih sedikit alias lebih buruk.

Ayo kita belajar dari sang boss. Bahwa untuk selalu menjadi lebih baik, kita harus MENGASAH kemampuan kita setiap saat. Kita tak bisa melakukan hal yang sama saja bertahun-tahun dan mengharapkan grafiknya akan terus naik. Kita perlu berpikir cerdas, mencari terobosan baru, belajar keahlian-keahlian baru, berkenalan dengan orang-orang baru, dan mengerjakan tugas kita dengan cara yang baru. Dengan begitu, kita akan dapat menghasilkan yang lebih baik. Ingat! Jaman terus berubah, dan kita harus terus mau berubah.

Masih ada dua setengah hari lagi sebelum kita semua kembali berjuang dalam pekerjaan atau studi. Kita masih punya kesempatan untuk mengasah kapak kita masing-masing. Mungkin di blog atau di depan teman-teman kita, kita bisa bilang resolusi untuk tahun baru adalah menjadi lebih baik. Namun, bagi kita pribadi, sebaiknya kita membuat rencana yang lebih detail lagi. Mari kita renungkan, terobosan apa yang perlu kita coba, atau keahlian khusus apa yang perlu kita pertajam? Apa yang sepanjang 2009 belum sempat kita optimalkan, yang bisa jadi fokus kita di 2010? Pendek kata, buatlah target yang lebih detail dan lebih nyata. Proaktiflah untuk membuat perubahan di tahun 2010, jangan hanya berharap untuk menjadi lebih baik saja.

Well, berharap dan bermimpi itu baik, tapi apa gunanya harapan dan impian tanpa take action kan? Jadi....apa resolusi anda yang sesungguhnya di tahun 2010? Mmm...tak perlu ditulis di sini, tapi ukirlah itu dalam benak anda untuk mulai anda jalankan di awal minggu depan. OK?

Ditulis oleh: Fanda

Read more ...
 
Indonesia dulu dikenal sebagai bangsa yang toleran dan penuh sikap tenggang rasa. Namun, kini penilaian tersebut tidak dapat diamini begitu saja, karena semakin besarnya keragu-raguan dalam hal ini. Kenyataan yang ada menunjukkan, hak-hak kaum minoritas tidak dipertahankan pemerintah, bahkan hingga terjadi proses salah paham yang sangat jauh.
free counters

Blog Archive

Seseorang yang mandiri adalah seseorang yang berhasil membangun nilai dirinya sedemikian sehingga mampu menempatkan perannya dalam alam kehidupan kemanusiaannya dengan penuh manfaat. Kemandirian seseorang dapat terukur misalnya dengan sejauh mana kehadiran dirinya memberikan manfaat kearah kesempurnaan dalam sistemnya yang lebih luas. Salam Kenal Dari Miztalie Buat Shobat Semua.
The Republic of Indonesian Blogger | Garuda di DadakuTopOfBlogs Internet Users Handbook, 2012, 2nd Ed. Avoid the scams while doing business online

Kolom blog tutorial Back Link PickMe Back Link review http://miztalie-poke.blogspot.com on alexa.comblog-indonesia.com

You need install flash player to listen us, click here to download
My Popularity (by popuri.us)

friends

Meta Tag Vs miztalie Poke | Template Ireng Manis © 2010 Free Template Ajah. Distribution by Automotive Cars. Supported by google and Mozila