Sunday, February 21, 2010

DEMI HARI TUA

Apa yang anda bayangkan ketika kita membicarakan ‘hari tua’? Ah…masih lama tuh, buat apa dibingungkan sekarang? Yang penting senang-senang dulu menikmati masa muda… Begitu kebanyakan orang pasti berpikir. Lalu ketika kita sudah semakin matang dan bijak, dan kebanyakan yang berada di fase ini sudah membangun keluarga dan memiliki anak-anak, kita akan berujar, …Ah..ga perlu terlalu khawatir tentang hari tua, saya akan membesarkan anak-anak, dan besok mereka yang akan mengurusi saya

Logika di atas semuanya memang benar. Tapi, kalo kita tak memikirkan hari tua kita dari sekarang, jangan-jangan nasib Pak Mardiyatim ini terjadi pula pada kita…

Seperti yang diberitakan di Jawa Pos, pak Mardiyatim adalah warga Surabaya yang tak punya tempat tinggal dan hidupnya terlantar. Beliau ini sudah sepuh, usianya lebih dari 80 tahun, dan tak punya keluarga, punya penyakit jantung koroner, glaukoma, dan penyakit paru-paru. Lalu bagaimana ia hidup dan bagaimana ceritanya sehingga pak Mardiyatim ini jadi terlantar?

Sewaktu muda, ia membantu orang tuanya membuka toko elektronik. Hasilnya lumayan juga, namun disinilah hidup tampaknya tak berpihak pada Mardiyanto. Ketika ia sudah berusia senja, ibunya terjangkit kanker dan menghabiskan seisi toko untuk membiayainya, sampai akhirnya sang ibu meninggal. Setelah itu ia sempat ditanggung oleh seorang dokter, namun setelah sang dokter meninggal, jadilah ia terlunta-lunta. Saat ini beliau tinggal berpindah-pindah di tempat kerabat atau orang yang iba padanya. Makan pun harus mengharapkan uluran tangan orang lain.

Bagaimana dengan panti jompo? Untuk masuk ke panti jompo pak Mardiyatim harus membayar beberapa ratus ribu rupiah (seharusnya panti jompo itu menyediakan beberapa tempat buat manula yang terlantar dong, kan bisa dikompensasikan pada manula yang didukung keluarga yang kaya?). Tempat kos adalah alternative kedua. Namun ketika akhirnya ada dermawan yang mau menanggung biaya kos, si tempat kos menolak kehadiran pak Mardiyatim. Mungkin karena penyakit akut yang dideritanya, dan khawatir beliau mati mendadak ketika berada di tempat itu!

Dari kisah itu, kita diingatkan bahwa hari tua itu harus kita persiapkan justru ketika kita masih muda dan kuat bekerja. Jangan pikir tentang anak, pasangan atau keluarga. Pertama, mereka bisa saja malah mendahului kita ‘berangkat’ dan meninggalkan kita seorang diri akhirnya. Kedua, manusia itu bisa saja berubah. Saudara, pasangan, bahkan anak bisa saja menolak untuk mengurusi kita. Memang kedengarannya kejam, tapi banyak sudah kejadian seperti ini di sekitar kita.

Beberapa saat lalu saudara jauh kami, seorang wanita yang ditinggal suaminya selingkuh (sekaligus membawa lari harta si istri!), ditelantarkan pula oleh anak perempuan semata wayangnya yang ikut suami ke luar pulau. Si ibu sampai-sampai akhirnya menjadi pengemis di depan pertokoan karena tak tahu harus bekerja apa. Hal ini tanpa sepengetahuan keluarga besarnya, dan akhirnya terungkap setelah salah seorang sanaknya bertemu dengannya yang sedang mengemis…

Lalu apa yang bisa kita persiapkan untuk hari tua?

1. Kesehatan. Sedari muda jagalah selalu kesehatan anda. Memang kedengarannya kayak nasihat kuno, tapi dengan menjaga kesehatan dengan baik, paling tidak meminimalkan resiko penyakit di saat tua. Jauhilah pola hidup yang tak sehat. Jangan mengumbar makanan hanya demi kenikmatan belaka, jangan ngotot kerja sepanjang hari, tidur dan istirahat yang cukup, serta jangan lupa olahraga rutin, dan minum air putih 8-10 gelas sehari (kalo anda minum kopi, tambahkan 2 gelas air putih lagi untuk setiap cangkir kopi yang anda minum!). Berjalan kaki selama 1 jam, 5 hari dalam seminggu disinyalir bisa mengurangi resiko penyakit stroke loh! Minumlah susu sapi segelas sehari untuk mencukupi asupan kalsium supaya kelak tulang anda tak mudah patah, terhindar dari osteoporosis, atau badan membungkuk, dan anda akn bisa bergerak aktif hingga tua.

2. Bekerja. Keluar-masuk kerja selama 2-3 kali sih masih wajar untuk mengukur kemampuan sekaligus minat kita. Tapi begitu kita sudah menemukan yang baik, jangan pikirkan untuk segera pindah. Bekerjalah dengan baik, bersikaplah baik pada semua kolega dan pimpinan anda. Yang namanya kerja, pasti menemui: gak cocok sama kolega, dimarahi bos, dimarahi pelanggan, dicemburui kolega, bosan setengah mati, stress karena dikejar-kejar deadline… (yang udah kerja, betul gak??). Kalau anda suka pindah-pindah, akhirnya setiap kali anda harus memulai lagi dari awal (adaptasi), lalu kapan dong anda menguasai pekerjaan anda? Dan buat perusahaan yang ada system bonus, bonus itu makin lama anda kerja makin gede loh!

3. Keuangan. Aturlah keuangan sebaik dan seteliti mungkin sedari muda. Sesedikit apapun jumlahnya, uang itu uang anda kan? Jangan hidup boros, usahakan menyisihkan uang setiap bulannya, dan masukkan ke rekening khusus yang (kalo perlu) ga usah minta kartu ATM-nya. Jangan ambil tabungan itu kecuali kalo sangat terpaksa. Ketika anda dapat bonus gede, ambil secukupnya aja untuk menyenangkan keluarga, lalu cepat-cepat simpan sisanya di rekening yang aman tadi.

Pilihlah bank/lembaga keuangan yang paling anda percaya. Kalau perlu pilihlah deposito yang bunganya lebih besar ketimbang tabungan biasa. Tapi, hati-hatilah memilih produk yang menjanjikan bunga terlalu besar. Lebih baik yang konvensional aja.

Ketika simpanan anda makin bertambah banyak, pecah-pecahlah harta anda ke beberapa bank/lembaga keuangan yang berbeda. Kata pepatah: jangan taruh semua telurmu ke satu keranjang, kan? Memang sih biaya banknya jadi lebih banyak, tapi anda kan bisa tidur lebih tenang? Orang yang seluruh duitnya dulu disimpan di bank Century pasti beberapa bulan ini menderita insomnia deh..hehehe…

4. Asuransi. Aku tahu, salah satu jenis orang yang paling gak kita sukai adalah penjual polis asuransi. Tapi, asuransi itu perlu buat kita. Carilah produk yang setelah tahun kesekian, duitnya bisa diambil (katakanlah setelah kita usia 65 tahun). Kalau asuransi itu preminya tahunan, agar tidak memberatkan, bagilah jumlahnya menjadi 12, dan sisihkan hasilnya dari pendapatan bulanan, lalu simpan di tempat aman (jangan lalu diambil karena anda lagi ngebet pengen jalan-jalan loh!). Kalau anda mengikuti asuransi semenjak muda (katakanlah dari 24 tahun), preminya gak terlalu berat kok…

5. Perbanyaklah berbuat baik dan menebar kasih pada semua orang. Dekatkan diri kepadaNya. Karena, saat kita terdesak, hanya Ia lah yang menjadi tumpuan kita, dan Ia pasti takkan pernah meninggalkan dan menelantarkan kita. Tapi meski demikian, kita harus tetap berusaha kan? Jangan sampai kita sekarang berfoya-foya karena berpikir kelak toh Tuhan akan memelihara kita!

Moga-moga informasi di atas berguna. Tulisan ini kubuat karena teringat seorang sahabat (cewek-single) yang di usia lebih dari 40 tahun tiba-tiba di-PHK dari perusahaan tempat ia bekerja. Lalu ia berusaha pindah ke Amrik, dengan menggunakan seluruh tabungannya yang (ternyata) tak banyak itu. Aku jadi sadar bahwa selama ini ia memang boros (dengan gaya hidup yang agak mewah, dan jarang menabung). Sekarang ia sudah di Amrik, tanpa tabungan, dan masih harus bekerja dan ngumpulin duit lagi. Kalo aku, pasti panik setengah mati deh!

Jadi, selama kita masih mampu, tak ada salahnya mempersiapkan hari tua kita di masa depan mulai dari saat ini. Jangan hanya memikirkan masa sekarang saja, menikmatinya dengan tiada batas sehingga esok baru menyesalinya.

Ditulis oleh: Fanda

Read more ...

Tuesday, November 17, 2009

BERUBAH ATAU MATI

Mungkin anda sempat membaca berita di koran beberapa hari lalu bahwa sang raja media, Rupert Murdoch telah secara terbuka mengeluarkan ancaman akan memblokir search engine terbesar saat ini: Google dari akses ke berita-berita yang diterbitkan di medianya.

Sepertinya sudah sejak lama ada resistensi antara Murdoch, pemilik News Corporation (The New York Post, The Sun, dll) dengan Google. Ia menuduh Google telah mencuri berita-berita yang ditayangkan di media di bawah jaringannya, yang lalu dipublikasikan di Google News. Seperti yang telah kita semua sadari, internet telah begitu cepat dan begitu dalam mempengaruhi setiap sendi kehidupan manusia di dunia. Begitu cepatnya, hingga awalnya kita tidak merasakan adanya perubahan. Mungkin itu pulalah yang terjadi pada News Corp.

Mereka awalnya tak bereaksi apa-apa tentang Google atau Yahoo News. Lalu mungkin akhirnya terpikir oleh mereka bahwa bombardir berita di Google dan Yahoo yang jauh lebih efektif menjangkau pelanggan mereka itu dapat membuat mereka bangkrut jika dibiarkan.

Menurutku, gejala internetisasi (mengusung semua hal ke internet) akan makin membesar pada abad ini. Pelanggan atau konsumen semakin kritis cara berpikirnya, dan mereka tak mau didikte oleh para penyedia, termasuk tak mau dipaksa untuk membayar mahal untuk suatu layanan. Mereka maunya cepat, bagus, mudah dan murah. Bagaimana lagi penyedia layanan atau produk bisa merealisasikannya kalau tidak lewat internet?

Google memang sangat cerdik membidik keinginan konsumen ini, dan mereka dengan sangat cepat dan inovatif memanjakan mereka dengan layanan serba gratisnya. Dapat berita gratis, mencari informasi gratis (bikin blog juga gratis!). Dan karena selama ini belum ada hukum yang jelas untuk dunia maya, maka tak ada yang dapat melarang Google untuk mencomot berita darimana saja untuk dipajang di Google Newsnya.

Apakah Google salah? Menurutku bukan soal salah atau tidaknya, tapi siapa yang akan menyalahkan?

Menurutku lagi, terlepas dari salah tidaknya Google, fenomena ‘gratis di internet’ ini takkan terbendung di tahun-tahun mendatang. Kalau ada yang gratis, buat apa kita membayar untuk layanan yang sama? Begitu pasti filosofi para konsumen.

Aku pribadi setuju dengan hal itu, karena sekarang konsumen tidak harus tunduk lagi kepada produsen. Kini saatnya konsumen benar-benar menjadi raja. Produsenlah yang harus lebih jeli, kreatif dan inovatif agar dapat memanjakan konsumen dan di saat yang sama tetap mendapatkan keuntungan. Jangan lagi membohongi konsumen dengan menjual barang dengan harga mahal, padahal sebagian besar jumlah itu masuk ke kantong para CEO-nya, bukannya untuk meningkatkan mutu layanannya! Kalau mereka tidak mau berubah….well, kurasa mereka yang berpikiran konvensional seperti Mr. Murdoch itu akan cepat tergilas oleh kemajuan jaman.

So, Mr. Murdoch, anda mau berubah…atau mati?
Read more ...

Monday, October 19, 2009

MENGENAL PROFESI SEKRETARIS

Ketika Fanny menulis tentang Caddy, aku jadi punya ide untuk menulis tentang sebuah profesi lainnya yaitu Sekretaris. Ada kesamaan antara Caddy dan Sekretaris. Keduanya adalah profesi yang banyak digeluti oleh wanita (meski pria juga ada), dan keduanya juga kerap memiliki image yang agak miring di masyarakat.

Kebetulan menjadi seorang sekretaris sudah menjadi keinginanku ketika di akhir SMA. Saat itu ada beberapa orang (kebanyakan ibu-ibu tetangga) yang bertanya pada mamaku:

Ibu A : ‘Fanda mau ngelanjutin kuliah di mana?’
Mama: ‘Di jurusan Sekretaris’
Ibu A : ‘Waduh, kalo bisa jangan jadi Sekretaris deh..’
Mama: ‘Loh kenapa?’
Ibu A : ‘Kan Sekretaris itu sering dicap miring, bukan pekerjaan yang baik buat anak perempuan’

Adegan itu terjadi kira-kira 20 tahun-an yang lalu, entah bagaimana di jaman sekarang.

Sekretaris itu adalah orang yang membantu atasannya dalam menjalankan tugasnya. Daftar tugasnya bisa bermacam-macam tergantung tugas sang atasan sendiri. Kalau sang atasan adalah seorang Direktur, tugas Sekretaris akan makin beragam, contohnya sesuai dengan pengalamanku pribadi:

Mengatur perjalanan sang Direktur saat dinas keluar kota: booking pesawat dan hotel, mengatur tempat untuk meeting bila dibutuhkan, membuatkan janji pertemuan dengan client (kadang bahkan mengatur waktunya juga), dll.

Menerima semua telpon/surat/fax masuk untuk sang Direktur, dan menyortir mana yang bersifat penting, sangat penting, dan tidak penting. Karena sang Direktur jadwalnya padat, seorang Sekretaris harus pandai-pandai menentukan mana hal yang harus dikabarkan pada beliau saat itu juga, mana yang bisa ditunda hingga beliau sudah tidak sibuk.

Membuatkan surat/laporan/presentasi yang dibutuhkan Direktur. Kadang-kadang kalau Sekretaris itu sudah hapal seluk beluk bisnis perusahaan itu, ia juga diminta membuat sendiri presentasi (tanpa arahan dari sang Direktur).

Bila ada tamu penting untuk Direktur, Sekretaris yang mengurus pemesanan hotelnya, minuman/snack yang harus dihidangkan. Kadang saat OB tidak masuk, aku bahkan harus ke dapur untuk membuatkan dan menghidangkan kopi!

Saat Idul Fitri/Natal/Imlek, dan Direktur ingin memberikan bingkisan kepada clientnya maka tugas Sekretaris lah untuk mencarikan, memesankan, bahkan kadang juga ikut membungkus atau menghias kalau bingkisan itu berupa barang.

Tak jarang urusan pribadi sang Direktur juga akan dikerjakan oleh Sekretaris. Misalnya pada saat tahun ajaran baru anaknya baru dibelikan buku, maka Sekretaris bisa saja dimintai tolong untuk menyampulkan semua bukunya…

Kesimpulannya,

1. Karena tugas Sekretaris itu bisa dari A hingga Z, maka dibutuhkan seseorang dengan inisiatif yang tinggi serta mau terus menerus belajar, untuk menjalani profesi ini.
2. Karena Sekretaris biasanya cewek sedang Direktur kebanyakan cowok, ditambah lagi dengan kerjasama yang erat antara keduanya, membuat profesi Sekretaris sering dicap miring oleh masyarakat. Memang, ada juga Sekretaris yang akhirnya menjadi wanita simpanan bosnya, tapi itu kan hanya segelintir dari banyak wanita yang berprofesi jadi Sekretaris?

Pada akhirnya, kembali pada masing-masing individu untuk menjalaninya. Yang jelas, saat itu aku justru tertantang untuk membuktikan bahwa Sekretaris adalah pekerjaan yang baik dan sekaligus ingin membuktikan pada si ibu itu bahwa aku akan menjadi Sekretaris yang baik pada suatu hari. Alasan lainnya adalah karena masa studi yang hanya 3 tahun (D3), dengan lebih banyak praktek daripada teori, serta gaji rata-rata untuk fresh graduate yang lumayan tinggi, membuat aku sreg untuk masuk ke jurusan Kesekretariatan untuk kemudian menapaki karir sebagai Sekretaris.


Ditulis oleh: Fanda

Read more ...

Friday, October 2, 2009

HARRY POTTER – MENDIDIK ATAU MENYESATKAN?

Hari ini aku membaca di koran JawaPos tentang fakta bahwa JK Rowling, sang pengarang fenomenal yang mengarang cerita fiksi tentang dunia sihir, terutama tentang seorang anak yatim piatu yang bisa sihir bernama Harry Potter. Pada era Presiden George W. Bush, ia pernah masuk nominasi penerima penghargaan kepresidenan AS, yakni Medali Pembebasan Presiden, sebuah penghargaan yang diberikan kepada orang-orang yang dirasa memberikan kontribusi pada kepentingan nasional AS, perdamaian dunia atau penjaga kebudayaan. Akhirnya anggota pemerintahan Bush mencoret JK Rowling dari daftar penerima penghargaan.

Tentu bukan kapasitasku untuk mengatakan apakah JK Rowling layak atau tidak mendapat penghargaan itu, namun aku lebih menyoroti alasan penolakan itu, yakni karena Rowling dianggap telah mempromosikan sihir. Di lain sisi, setelah buku Harry Potter yang ke 7 terbit, Rowling pernah membenarkan bahwa karakter Prof. Dumbledore dalam cerita itu adalah seorang gay. Maka ia pun lalu dikritik karena dianggap menyusupkan indoktrinasi liberal pada anak-anak.

Memang, semua hal di dunia ini selalu menimbulkan pro dan kontra. Aku sendiri menganggap Harry Potter justru membawa nilai-nilai yang baik untuk anak-anak, seperti mengasihi sesama meski berbeda dari diri sendiri. Contoh dalam kisah itu, Hermione yang memperjuangkan hak-hak peri rumah (sama dengan pembantu rumah tangga dalam hidup nyata). Selain itu juga kesetia-kawanan dan keberanian berkorban untuk orang lain (contoh: ketika Harry rela memberikan dirinya pada musuhnya: Voldemort, untuk menyelamatkan teman-teman dan gurunya di sekolah sihir Hogwarts). Dan nilai terbesar yang menurutku telah berhasil diusung oleh Rowling adalah ‘cinta kasih yang mengalahkan kejahatan’.

Dari semula Prof Dumbledore meyakini bahwa untuk menghadapi penyihir paling jahat dan paling ‘hitam’, yang memiliki kekebalan hingga 7 nyawa, bukan senjata ampuh atau sihir tingkat tinggi yang bisa mengalahkannya, melainkan ‘cinta’. Di sini Rowling hendak menekankan bahwa tak ada kejahatan di dunia ini yang akan sanggup mengalahkan cinta. Karena Tuhan adalah cinta dan kebaikan, sedang si jahat adalah semua hal yang bertentangan dengan cinta (keserakahan, kebencian, kekejaman, keegoisan, dll), maka bisa diartikan secara simbolis bahwa Rowling mau mengajarkan kepada anak-anak untuk menjadi baik. Karena pada akhirnya kebaikan itu akan menang melawan kejahatan.

Tapi bagaimana dengan tema yang diusung Rowling itu, yaitu sihir? Bukankah sihir itu sama dengan dunia hitam? Menurutku dunia sihir itu hanyalah cara agar anak-anak dapat mengembangkan khayalan mereka, sama saja dengan semua kisah anak-anak yang ada yang selalu ada sisi buruknya. Seharusnya, tugas orang tualah untuk membimbing si anak untuk belajar tentang kehidupan, bahwa kisah itu hanyalah ada di cerita, bukan kehidupan nyata. Bahwa dalam hidup ini tak ada yang bisa menyihir sesuatu dari tak ada menjadi ada hanya dengan satu mantra, sama seperti dalam hidup nyata tak ada perkawinan di mana kedua insan ‘live happily ever after’ alias hidup bahagia selama-lamanya!

Mengenai kritik bahwa Dumbledore itu gay sebenarnya mengada-ada menurutku. Karena di ceritanya sendiri tak pernah ada sedikitpun tanda-tanda orientasi seksual yang menyimpang pada tokoh manapun. Yang ada di kisah itu hanya kebaikan vs kejahatan. Lalu bagaimana kisah itu bisa mengindoktrinasi anak untuk menjadi gay? Bukankah yang lebih berbahaya adalah ketika si anak sudah masuk dalam lingkup pergaulan sosial?

Akhirnya, kupikir memang semua hal di dunia ini selalu ada sisi positif dan sisi negatifnya. Dalam pendidikan anak, tentu saja kita perlu menekankan sisi positif itu untuk diambil hikmahnya, sambil menjelaskan pula akibat dari sisi negatif itu bila dilakukan. Pendidikan iman dan moral adalah tanggung jawab utama orang tua, sedang dongeng, cerita, dan buku hanyalah sarana pendukungnya saja. Kalau kita bisa menyelipkan sebuah pelajaran lewat sesuatu yang menarik dan digandrungi anak-anak, tentunya si anak akan selalu ingat pelajaran itu kan?

Bagaimana menurut anda?


Ditulis oleh: Fanda
Read more ...

Wednesday, September 30, 2009

LUBANG HITAM DI ANGKASA

Dalam ilmu Astronomi dikenal istilah black hole atau dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi ‘lubang hitam’. Lama sejak aku mendengar istilah ini, entah dimana, aku ingin mengetahui apa sih sebenarnya lubang hitam itu? Yang aku ketahui samar-samar adalah bahwa lubang hitam itu adalah salah satu fenomena yang ditakuti di luar angkasa. Tapi apa wujudnya? Apakah ia benar-benar sebuah lubang menganga di luar angkasa? Seperti di film-film science fiction tentang mesin lorong waktu, di mana ketika kita melewati sebuah gerbang dengan sinar yang berpendar-pendar, kita akan terseret suatu pusaran (kalau di film wujudnya seperti gas berwarna-warni), lalu kita akan terlempar di tempat lain dan di abad lain?

Hari ini aku membaca di koran Jawa Pos bahwa khayalanku itu sama sekali salah. Buat teman-teman yang ingin tahu, silakan membaca terus. Buat para guru, terutama yang mengajar Fisika, jangan heran ya kalo setua ini baru aku mengenal fenomena black hole. Maklum, pelajaran sekolahku dulu tak secanggih sekarang. Dan yang jelas, dulu belum ada ensiklopedia gratis macam Wikipedia.

Dalam Wikipedia, black hole dideskripsikan sebagai:

Sebuah pemusatan massa yang cukup besar sehingga menghasilkan gaya gravitasi yang sangat besar. Gaya gravitasi yang sangat besar ini mencegah apa pun lolos darinya kecuali melalui perilaku terowongan kuantum. Medan gravitasi begitu kuat sehingga 8kecepatan lepas di dekatnya mendekati kecepatan cahaya. Tak ada sesuatu, termasuk radiasi elektromagnetik yang dapat lolos dari gravitasinya, bahkan cahaya hanya dapat masuk tetapi tidak dapat keluar atau melewatinya, dari sini diperoleh kata "hitam". Istilah "lubang hitam" telah tersebar luas, meskipun ia tidak menunjuk ke sebuah lubang dalam arti biasa, tetapi merupakan sebuah wilayah di angkasa di mana semua tidak dapat kembali. Secara teoritis, lubang hitam dapat memliki ukuran apa pun, dari mikroskopik sampai ke ukuran alam raya yang dapat diamati.

Lukisan rekaan dari lubang hitam di depan galaksi Bima Sakti yang bermassa 10x massa matahari kita, dilihat dari jarak 600 km. (Gambar diambil dari Wikipedia)


Singkatnya, black hole atau lubang hitam itu sama sekali bukan lubang menganga di suatu tempat, melainkan suatu partikel yang massanya teramat padat (akibat adanya pemusatan massa) dan gravitasinya sangat besar. Saking besar dan kuatnya gaya gravitasi itu, sehingga bisa menarik semua benda dalam jarak radius 10 mil darinya. Bahkan cahaya saja bisa dibengkokkan oleh black hole ini. Makanya bintang-bintang yang ada di sekitar black hole biasanya bentuknya aneh, seperti terdistorsi. Itu karena adanya pembengkokan cahaya. Cahaya itu seolah-olah dihisap oleh si lubang hitam.

Gambar bintang yang cahayanya dihisap black hole. Lihat bentuk bintang besar di kiri atas yang aneh. (Gambar diambil dari sini)

Lubang hitam itu tidak dapat dilihat dengan kasat mata, namun dapat dideteksi bila ada benda atau objek yang tersedot atau istilahnya ‘jatuh’ ke dalam lubang hitam itu. Para astronom telah mengidentifikasi bahwa sebenarnya ada milyaran lubang hitam ini di seluruh alam semesta.

Awal terbentuknya black hole adalah dari sebuah objek (diyakini sebagai bintang raksasa) yang tak dapat menahan besarnya kekuatan tekanan gravitasinya sendiri, lalu akhirnya meledak. Ledakan itu membuat bagian luar bintang itu pecah berhamburan, dan bagian intinya memadat. Hal itu membuat gaya gravitasinya semakin besar lagi. Karena tekanan yang cukup besar itu, maka area di sekitarnya menjadi gelap (hitam).

Mengapa jumlah lubang hitam bisa sebanyak itu (milyaran)? Itu karena begitu banyak benda atau objek yang tertarik atau terjerat ke dalamnya, dan karena adanya tabrakan dengan lubang hitam lain yang lalu bergabung sehingga lubang hitam itu menjadi besar.

Menarik bukan? Tapi jangan khawatir bahwa bumi kita akan menjadi sebuah lubang hitam, itu karena gaya gravitasi bumi maupun matahari tak memilki tekanan yang cukup besar untuk jadi lubang hitam.

Lalu kalau teman-teman penasaran, gimana ya kalau seandainya kita berkeliaran di luar angkasa lalu terhisap oleh lubang hitam? Kalau lubang hitam itu ukurannya lebih kecil dari volume kita, maka begitu mendekati lubang hitam tubuh kita makin cepat dan makin cepat saja menuju lubang hitam itu berkat akselesari yang diakibatkan gaya gravitasi. Kakimu akan merasakan gravitasi itu lebih kuat daripada kepalamu karena kaki lokasinya lebih dekat ke pusat gravitasi. Karena itu kakimu akan jadi semakin penyet, lalu pelan-pelan seluruh tubuhmu sebelum menghilang. Bila lubang hitam itu sangat kecil, tubuhmu bahkan akan hancur sebelum memasuki lubang hitam. Namun sebaliknya kalau lubang hitam itu besar sekali, tubuhmu takkan mengecil bahkan setelah melewati ‘batas’ lubang hitam itu. Tapi setelah itu tubuhmu akan hilang karena menjadi satu dengan lubang hitam itu sendiri.

Mau merasakannya sendiri? Klik aja link ini, lalu cari dan klik tulisan ‘Begin Experiment’.

Selalu menarik menyingkap rahasia alam semesta yang maha luas ini, begitu banyak hal yang belum terungkap, terus menjadi misteri bagi manusia. Membuat kita merasa bagaikan sebutir pasir di samudra nan luas. Namun herannya, bahkan butiran-butiran pasir yang kecil dan tampak tak berarti itu selalu dipelihara dan dicintai oleh Sang Penciptanya Yang Maha Kuasa, setiap butirnya….


Ditulis oleh: Fanda
Sumber: Wikipedia, Hubblesite, koran Jawa Pos 29/09/09

Read more ...

Wednesday, September 9, 2009

KETIKA KOMITMEN DIKALAHKAN EGO

Akhir-akhir ini kita semua dibuat gerah oleh kasus perceraian para selebriti. Yang terakhir adalah kasus KD-Anang. Aku sebenarnya bukan orang yang demen mengikuti gosip selebriti, namun tak urung sebuah pertanyaan muncul di benakku: mengapa makin hari makin banyak kasus perceraian? Nah..ini analisaku, bisa benar bisa salah. Namanya juga analisa...

Ada dua masalah mendasar menurutku,

Pertama, perkawinan sudah kurang dianggap sakral di jaman modern, sehingga orang dengan begitu gampang memutuskan untuk ‘nyemplung’ pada sebuah mahligai pernikahan ketika jatuh cinta pada lawan jenisnya. Tanpa mempertimbangkan masa depan, keluarga, persamaan dan perbedaan karakter dan pandangan. Lalu, ketika dirasa ada perbedaan, dengan gampangnya ikatan perkawinan, yang notabene telah disatukan di hadapan Tuhan, begitu saja diputuskan. Perkawinan hanya sebuah ikatan di atas selembar kertas, sama seperti kontrak kerja. Dapat diputus sewaktu-waktu....

Kedua, ego manusia sudah semakin melambung tinggi. Kalau dipikir-pikir, dari dulu hingga kini pasti dalam sebuah perkawinan ada perbedaan. Karena dua orang yang berbeda latar belakang, karakter, dll. harus disatukan. Tentu akan ada perbedaan pandangan dan gesekan sehari-hari. Tapi kenapa kasus perceraian mengemuka di jaman ini? Apa yang terjadi dengan para nenek moyang kita dulu?

Menurutku karena ego manusia semakin lepas kendali. Saking tingginya, hingga akhirnya ego itu mengalahkan sebuah komitmen, bahkan mengalahkan cinta yang tulus. Manusia semakin ingin semua kebutuhannya dipenuhi, semua kemauannya dituruti. Kesempurnaan semakin jadi tuntutan. Padahal, dalam hidup, baik dulu maupun kini, takkan pernah ada kesempurnaan. Hidup adalah hidup, yang harus dijalani hari demi hari. Bagaikan air yang mengalir, yang ketika melewati palung akan menjadi air yang tenang, namun saat jatuh ke ngarai akan menjadi air terjun yang deras. Namun, air tetaplah air, yang akan terus mengalir.

Semua hal dalam hidup ada konsekuensinya, dan kita harus menghadapinya kalau kita mau terus mengarungi hidup dengan selamat. Kalau kita memilih untuk menikah, maka konsekuensinya kita harus mau dan mampu menciptakan kompromi. Tapi kalau kita menolak untuk kompromi, janganlah menikah! (semoga gak ada pengacara khusus perceraian yang membaca kalimat terakhir tadi..). Itulah konsekuensi, dan seharusnya setiap manusia dewasa mampu memahaminya. Hidup ini memang sulit ya? Yah...siapa juga yang bilang gampang??


Ditulis oleh: Fanda

Read more ...

Monday, September 7, 2009

SULITNYA BERSIKAP SOLIDER

Malam minggu yang lalu aku asyik jalan-jalan ke Supermal bersama mamaku. Belanja sana belanja sini, dapatlah baju-baju murah dan bagus. Lalu sekitar jam 18:15 kami mulai lapar, maka kami menuju resto favorit kami: Qua-Li. Tapi, kami baru ingat kalo waktu itu adalah waktu buka puasa. Semua meja sudah ditempati orang. Jadilah kami harus antre, sambil memilih menu agar nanti saat meja kami sudah siap, kami sudah selesai memesan. Untungnya tak lama kemudian kami sudah bisa duduk manis.

Sambil menunggu makanan kami datang, aku memperhatikan orang yang lalu lalang di mal yang ramai, juga macam-macam tipe orang yang mengantre seperti kami tadi. Nah, ternyata menarik juga untuk mengamati kebiasaan atau budaya antre ini!

Perlu diketahui bahwa resto ini tempatnya terbuka, dalam artiansemua orang bisa langsung nyelonong masuk ke deretan meja-meja tanpa melalui meja untuk antre. Yang menjaga antrean ini cuma seorang staf. Ada sepasang suami istri dan anak kecil mereka mendekat ke kerumunan antre. Mereka diberitahu oleh si staf bahwa mereka harus menunggu sebentar. Mungkin karena kasihan pada si istri yang lagi hamil, atau memang mereka sedang puasa dan tak sabar untuk berbuka, si suami melihat-lihat ke deretan meja, lalu diam-diam nyelonong lewat sisi lain resto menuju ke sebuah meja yang sedang dibersihkan pelayan. Mereka sekeluarga lantas dengan tenang duduk di situ.

Yang kelabakan tentu saja si staf yang menjaga antrean, saat ia menunjukkan meja itu pada sepasang cewek-cowok yang tiba gilirannya untuk mendapat meja. Maka si staf terpaksa berjalan ke meja itu, dan berkata pada keluarga yang lancang itu, bahwa untuk dapat meja harus antre! Si suami dengan tampang tak berdosa malah pura-pura baru tahu kalau ia harus antre. Di sisi lain resto juga ada kejadian serupa yang sempat aku perhatikan.

Lalu aku juga perhatikan ada sebuah keluarga, yang ketika aku masih antre sudah mulai makan. Hingga aku sudah mau membayar, mereka baru selesai. Padahal aku menunggu makananku tiba saja ada 20 menitan. Berarti mereka makannya lebih dari 40 menit! Padahal resto begitu ramai dan yang mengantre banyak sekali. Memang sih, mereka membayar untuk makan di situ dan berhak tetap duduk di situ selama belum selesai. Tapi, kalau mereka punya sedikit solidaritas kepada orang lain, paling tidak mereka bisa mempercepat acara makan mereka sehingga tempatnya bisa diberikan pada orang lain.

Solidaritas menurutku adalah berpikir di luar diri kita sendiri. Saat kita sama-sama berada di sebuah situasi yang sama, kita juga harus menyadari bahwa orang lain juga merasakan apa yang kita rasakan. Saat harus antre di resto yang penuh misalnya, kita merasa capek menunggu dan perut sudah lapar. Apalagi buat mereka yang sedang berpuasa. Bagaimana perasaan kita andai kita menyaksikan ada keluarga yang sudah selesai makan tapi malah tetap duduk dan asyik ngobrol sambil merokok, sementara kita sudah capek berdiri? Nah, begitu jugalah perasaan orang lain yang sedang menunggui kita!

Kalau kita memang ingin ngobrol selain makan, carilah tempat yang lebih tidak crowded. Di cafe misalnya. Kalau kita memang hanya ingin makan, sebaiknya setelah selesai makan kita langsung meninggalkan tempat dan memberi kesempatan buat yang lain untuk makan juga. Itulah contoh solidaritas dalam hidup sehari-hari.

Setelah makan, aku dan mamaku pulang naik taxi. Di sini lagi-lagi kami harus mengantre, meski tak lama, bersama seorang wanita bule. Tadinya kupikir wanita bule itu tiba lebih dulu ketimbang kami. Makanya ketika satu taxi sudah datang, aku diam saja karena kupikir itu taxi buat dia. Tapi, sambil tersenyum simpatik ia merentangkan tangan untuk menyilakan kami naik taxi itu. Awalnya aku tetap menolak, tapi karena petugas yang mengatur mengatakan bahwa kamilah yang datang duluan, barulah aku naik ke taxi itu sambil tak lupa mengucapkan 'thank you' pada si bule yang masih tersenyum ramah.

Nah, betapa berbedanya pengalamanku ini dengan apa yang kusaksikan di resto tadi. Budaya mengantre agaknya sudah tertanam dalam kehidupan orang-orang di negeri barat sana. Bagaimana dengan di negara kita? Bila kita ingin berubah, haruslah dimulai dari diri sendiri, lalu ajarkan pada anak-anak kita. Hanya dengan begitulah kita bisa menerapkan solidaritas dalam hidup sehari-hari. Ingat, solidaritas itu juga salah wujud rasa kasih terhadap orang lain loh!

Bagaimana pendapat atau pengalaman kalian?

Ditulis oleh: Fanda


Read more ...

Sunday, August 30, 2009

KEMAJUAN ATAU KEMUNDURAN?

Dua hari lalu aku sempat membaca sebuah artikel di surat kabar tentang transplantasi DNA demi mendapatkan keturunan yang sehat. Jadi misal ada ibu A yang memiliki penyakit turunan, katakanlah diabetes. Ibu A dan Bapak B (yang sehat) ingin memiliki anak, tapi takut si anak akan menderita diabetes juga. Maka, mereka mencari donor, katakanlah ibu C yang sehat walafiat. Nantinya, DNA yang sehat (hanya diambil yang sehat) dari ibu A ditransplantasikan ke sel telur induk ibu C, yang lalu dibuahi dengan sperma dari bapak B. Ruwet ya?

Bukan teknologi yang masih diujicobakan pada monyet itu yang ingin aku bahas, namun dari segi moralnya. Memang alasan riset tersebut adalah untuk memperbaiki hidup manusia. Bayangkan, kalau riset itu berhasil, berapa bayi yang akan lahir dengan sehat? Tentu itu terobosan baru di bidang kesehatan, dan mungkin menurunkan angka kematian. Tapi bagaimana dengan tanggung jawab moral manusia kepada Tuhan?

Tuhan adalah Sang Pemilik dan Pencipta kehidupan. Kita manusia adalah ciptaanNya. Sebagai orang tua, kita tak bisa me-request kepada Tuhan, kita mau dapet anak yang ganteng, kulitnya putih, sehat, dsb. Sebagai manusia kita cuma bisa berpasrah padaNya. Ia akan memberikan anak bagi si orang tua, dan orang tua harus dapat menerima, mencintai dan membesarkannya, apapun keadaannya. Di sini tampak jelas ke-Maha Kuasaan Tuhan sebagai Sang Pencipta, dan peran kita sebagai manusia, ciptaanNya.

Nah, kalau tiba-tiba saja manusia bisa menciptakan manusia lain dengan kloning, atau mengatur supaya si jabang bayi lahirnya begini-begitu, bukankah berarti kita sebagai manusia sudah melangkahi Tuhan? Merasa lebih pintar dari Tuhan? Lama-lama, mungkin manusia akan berpikir, ahh..buat apa menyembah Tuhan? Untuk membikin anak aja saya sudah lebih pintar dari Tuhan. ‘Hasil’nya lebih sempurna dari bikinan Tuhan!....

Oo...alangkah mengerikannya apabila saat itu tiba! Makanya, aku sama sekali tidak setuju apalagi kagum pada teknologi kloning atau transplantasi DNA ini. Manusia boleh-boleh saja bermimpi, lalu berjuang menggapai impian yang lebih tinggi. Tapi, jangan sampai kebablasan. Kita harusnya tetap ingat bahwa Tuhanlah yang empunya kita. Kita ini cuma segelintir kecil makhluk ciptaanNya. Kita tak bisa apa-apa tanpaNya.

Teknologi memang berarti kemajuan, namun teknologi yang mau melampaui Tuhan, itu adalah kemunduran!

Itu pendapatku, bagaimana menurut teman-teman?

Ditulis oleh: Fanda

Read more ...
 
Indonesia dulu dikenal sebagai bangsa yang toleran dan penuh sikap tenggang rasa. Namun, kini penilaian tersebut tidak dapat diamini begitu saja, karena semakin besarnya keragu-raguan dalam hal ini. Kenyataan yang ada menunjukkan, hak-hak kaum minoritas tidak dipertahankan pemerintah, bahkan hingga terjadi proses salah paham yang sangat jauh.
free counters

Blog Archive

Seseorang yang mandiri adalah seseorang yang berhasil membangun nilai dirinya sedemikian sehingga mampu menempatkan perannya dalam alam kehidupan kemanusiaannya dengan penuh manfaat. Kemandirian seseorang dapat terukur misalnya dengan sejauh mana kehadiran dirinya memberikan manfaat kearah kesempurnaan dalam sistemnya yang lebih luas. Salam Kenal Dari Miztalie Buat Shobat Semua.
The Republic of Indonesian Blogger | Garuda di DadakuTopOfBlogs Internet Users Handbook, 2012, 2nd Ed. Avoid the scams while doing business online

Kolom blog tutorial Back Link PickMe Back Link review http://miztalie-poke.blogspot.com on alexa.comblog-indonesia.com

You need install flash player to listen us, click here to download
My Popularity (by popuri.us)

friends

Meta Tag Vs miztalie Poke | Template Ireng Manis © 2010 Free Template Ajah. Distribution by Automotive Cars. Supported by google and Mozila