Setelah memosting cerpen karya Loveli Onelia, kini saatnya membedah cerpen tersebut. Yuk simak, apa saja yang perlu diperbaiki dari cerpen tersebut!
Jujur, saya rada bingung ketika membaca cerpen ini, karena :
1.adanya tokoh Mutia dan Luna. Padahal, setelah membaca sampai habis, saya hanya menemukan dua tokoh. Luna dan Leo. Mungkin, penulis salah nulis namanya. Mau menulis Luna, ditulis Mutia. Atau, mungkin juga semula berniat memakai nama Mutia, lalu diganti menjadi Luna. Seharusnya, setelah cerpen selesai dibuat, dibaca ulang dengan teliti agar tidak terjadi kesalahan seperti ini.
2.Lagi-lagi masalah tanda baca yang sering salah pemakaiannya. Saya tidak menjelaskan lebih lanjut karena bisa dipelajari dari postingan sebelumnya mengenai penggunaaan tanda baca. Untuk mengetahui penggunaan tanda baca, alangkah baiknya calon penulis sering membaca karya orang lain. Lagipula, waktu sekolah sudah pernah diajarkan mengenai penggunaan tanda baca.
3.Penggunaan huruf besar. Setiap nama orang harus menggunakan huruf besar. Hal sepele seperti ini tidak boleh dilupakan. Ini adalah dasar dari ilmu menulis.
4.dalam cerpen ini ada kalimat sbb :
Ditambah lagi dengan temannya yang selalu ingin menyakiti perasaan Luna. Ia merasa sudah tidak ada lagi cinta didalam kehidupanya. Cinta teman, orangtua, sahabat, maupun kekasih, semua lenyap didalam kesedihanya. Yang ia dapatkan hanyalah kesedihan, kemarahan, dan kebencian.
Dari kalimat itu, kita tahu Luna tidak pernah merasakan cinta. Tetapi, tidak ada penjelasan lebih lanjut. Pembaca hanya bisa menebak-nebak. Seharusnya, diceritakan sedikit apa yang melenyapkan cinta dari teman,orang tua dan sahabat serta kekasih Luna? Apakah Luna pernah patah hati? Dikecewakan teman dan sahabatnya? Apakah ortunya tidak memerhatikan dia?
Oke, Loveli….kamu sudah tahu kan apa kelemahan di cerpenmu? Saya tunggu cerpen kamu berikutnya lho. Jangan bosan berlatih menulis dan banyak membaca cerpen karya penulis lain ya.
0 comments:
Post a Comment