Tuesday, January 5, 2010

BLAME, EXCUSE AND JUSTIFY

Berdasarkan hasil penelitian, ada 16 masalah pelajar sedunia yang dianggap menghambat prestasi yaitu : daya ingat lemah, suka menunda-nunda, malas, minat yang mudah berubah, melamun/berkhayal di kelas, sulit memahami pelajaran, kecanduan computer/TV/internet, tidak bisa lama memusatkan perhatian, gelisah saat ujian, tidak tertarik pada apa yang dipelajari, melakukan kesalahan karena ceroboh, motivasi yang kurang, mudah menyerah, tuntutan dan tekanan dari ortu, terlalu banyak yang harus dipelajari dan tidak cukup waktu, guru yang membosankan.

Dari 16 masalah itu, hanya 3 hal yang disebabkan oleh pihak luar, yakni : orang tua, guru atau lingkungan. 13 lainnya adalah masalah dalam diri pelajar itu sendiri.

Bisa jadi ini merupakan gambaran ‘manusia yang gagal’ pada umumnya, dan kegagalan tersebut lebih banyak disebabkan oleh dirinya sendiri. Untuk itu, supaya tidak terjadi hal yang lebih parah, hindari sikap yang tidak mau mengakui kegagalan yaitu :

Blame (menyalahkan)
Ketika Adam gagal menjaga dirinya untuk tetap mentaati firman Tuhan, ia menyalahkan Hawa, bahkan menyalahkan Tuhan. Demikian juga dengan Hawa, dia menyalahkan ular. Sikap menyalahkan ini diwariskan kepada keturunannya, termasuk kita semua. Memang menyalahkan orang lain lebih mudah daripada introspeksi diri. Tetapi, sikap ini sama sekali tidak membangun, bukan saja tidak membangun orang lain, tetapi juga diri sendiri.

Excuse (mencari-cari alasan)
Jika dicari-cari, memang banyak hal yang bisa dijadikan alas an mengapa seseorang gagal. Tetapi, mencari alas an membuat seseorang cenderung untuk lepas dari tanggung jawab.

Justify (mencari pembenaran atas kesalahan)
Contoh ucapan yang membenarkan kesalahan adalah :
“Saya kan nggak kuliah, jadi maklum saja kalau saya nggak berhasil.”

Sikap ini menyuburkan keinginan untuk tidak mau berubah menjadi lebih baik.

B.E.J = Blame, excuse and justify hanya akan memupuk jiwa cengeng, menyerah pada nasib, pesimis pada hasil usaha dan mematahkan harapan. B.E.J membuat kita mudah memaklumi diri sehingga tak ada usaha untuk memperbaiki kehidupan kita.

So, bila kamu berkomitmen untuk maju, harus belajar menghindari B.E. J.

NOTE : KECENDERUNGAN MELIHAT KELUAR KETIKA GAGAL AKAN MEMPERBERAT BANGKITNYA KEINGINAN UNTUK BERHASIL


Oleh : FANNY

Artikel Bersangkutan

0 comments:

 
Indonesia dulu dikenal sebagai bangsa yang toleran dan penuh sikap tenggang rasa. Namun, kini penilaian tersebut tidak dapat diamini begitu saja, karena semakin besarnya keragu-raguan dalam hal ini. Kenyataan yang ada menunjukkan, hak-hak kaum minoritas tidak dipertahankan pemerintah, bahkan hingga terjadi proses salah paham yang sangat jauh.
free counters

Blog Archive

Seseorang yang mandiri adalah seseorang yang berhasil membangun nilai dirinya sedemikian sehingga mampu menempatkan perannya dalam alam kehidupan kemanusiaannya dengan penuh manfaat. Kemandirian seseorang dapat terukur misalnya dengan sejauh mana kehadiran dirinya memberikan manfaat kearah kesempurnaan dalam sistemnya yang lebih luas. Salam Kenal Dari Miztalie Buat Shobat Semua.
The Republic of Indonesian Blogger | Garuda di DadakuTopOfBlogs Internet Users Handbook, 2012, 2nd Ed. Avoid the scams while doing business online

Kolom blog tutorial Back Link PickMe Back Link review http://miztalie-poke.blogspot.com on alexa.comblog-indonesia.com

You need install flash player to listen us, click here to download
My Popularity (by popuri.us)

friends

Meta Tag Vs miztalie Poke | Template Ireng Manis © 2010 Free Template Ajah. Distribution by Automotive Cars. Supported by google and Mozila