Friday, September 18, 2009

ADA HIKMAH DI BALIK MASALAH

Di sebuah desa hiduplah sepasang suami isteri dengan seorang putera tunggalnya. Karena anak mereka hanya satu, maka untuk mengisi waktu luang, mereka
sering pergi ke hutan untuk mencari tumbuhan yang langka. Tumbuhan itu akan digunakan mereka untuk dibuat obat.

Suatu hari, ketika mereka sedang berjalan di tengah hutan, tampaklah sebutir telur yang tergeletak di atas rerumputan. Sang suami pun mengambil telur itu dan memberikannya pada isterinya.

Telur itu disimpan di lumbung padi mereka hingga akhirnya menetas. Seekor bayi rajawali betina tampak menciap minta makan. Suami isteri ini pun memelihara burung rajawali itu.

Ketika rajawali itu sudah semakin besar, ia pun terbang meninggalkan keluarga ini. Tetangga mereka pun mencemooh tindakan mereka yang telah susah payah memelihara rajawali itu.

“Percuma saja kalian memelihara rajawali itu. Setelah besar, dia pun terbang meninggalkan kalian.” Kata para tetangga. Tetapi keluarga ini diam saja.

Beberapa bulan kemudian, rajawali betina peliharaan mereka datang dengan ditemani seekor burung rajawali jantan. Oh, ternyata sang rajawali betina ini telah menemukan jodohnya. Keluarga ini menyambutnya dengan gembira. Mereka membiarkan sepasang rajawali itu tinggal bersama mereka.

Suatu pagi, anak tunggal mereka datang memberi makan sepasang rajawali itu. Tapi, tiba-tiba rajawali jantan mematuk ke dua bola mata anak itu hingga buta.

Para tetangga pun kembali mencemooh mereka.

“Rajawali kalian pembawa sial. Baru datang sudah membuat buta anak kalian.”

Meskipun dicemooh, keluarga ini tetap tabah. Mereka menerima semua keadaan yang tidak menyenangkan ini dengan tetap bersyukur pada Sang Khalik.
Hingga suatu hari, terjadi perang besar antara negara tempat tinggal mereka dengan negara lain. Semua pemuda yang berbadan sehat jasmani dan rohani dipaksa ikut Wamil (wajib militer). Kewajiban ini tidak berlaku bagi anak lelaki mereka yang buta karena orang cacat tidak mungkin ikut berperang.

Para tetangga kembali mencemooh keluarga ini :
“Dasar anak buta tak berguna! Semua berperang, hanya dia yang enak-enak di rumah.”

Tetapi keluarga ini hanya tersenyum sabar.

Ketika perang usai, terdengarlah kabar bahwa semua pemuda dari desa itu yang pergi berperang, semuanya gugur.

Semua masalah memang ada hikmahnya. Coba bayangkan, kalau saja pemuda itu tidak buta matanya, mungkin nasibnya akan sama dengan teman-temannya yang gugur di medan laga.

Bagaimana dengan kita? Apakah masalah kita terlalu berat untuk dipikul? Percaya saja, apapun masalahnya, semua pasti ada hikmahnya.

By. Fanny

Artikel Bersangkutan

0 comments:

 
Indonesia dulu dikenal sebagai bangsa yang toleran dan penuh sikap tenggang rasa. Namun, kini penilaian tersebut tidak dapat diamini begitu saja, karena semakin besarnya keragu-raguan dalam hal ini. Kenyataan yang ada menunjukkan, hak-hak kaum minoritas tidak dipertahankan pemerintah, bahkan hingga terjadi proses salah paham yang sangat jauh.
free counters

Blog Archive

Seseorang yang mandiri adalah seseorang yang berhasil membangun nilai dirinya sedemikian sehingga mampu menempatkan perannya dalam alam kehidupan kemanusiaannya dengan penuh manfaat. Kemandirian seseorang dapat terukur misalnya dengan sejauh mana kehadiran dirinya memberikan manfaat kearah kesempurnaan dalam sistemnya yang lebih luas. Salam Kenal Dari Miztalie Buat Shobat Semua.
The Republic of Indonesian Blogger | Garuda di DadakuTopOfBlogs Internet Users Handbook, 2012, 2nd Ed. Avoid the scams while doing business online

Kolom blog tutorial Back Link PickMe Back Link review http://miztalie-poke.blogspot.com on alexa.comblog-indonesia.com

You need install flash player to listen us, click here to download
My Popularity (by popuri.us)

friends

Meta Tag Vs miztalie Poke | Template Ireng Manis © 2010 Free Template Ajah. Distribution by Automotive Cars. Supported by google and Mozila