Pada awalnya, suami saya menganjurkan saya untuk memakai jilbab, dan saya pada waktu itu masih belum memikirkan hal seperti itu karena pengetahuan agama saya masih minim (saya dulu sekolah di SMU Katolik, tapi saya beragama Islam). Saya juga tahu bahwa seorang wanita muslim diwajibkan mengenakan jilbab, sehingga saya mulai mempersiapkan diri dengan membeli beberapa kerudung. Saya juga mulai banyak membaca terjemahan al-Qur'an, dan akhir-akhir ini mulai timbul keinginan untuk mengenakan jilbab. Tapi saya sendiri masih ragu akan niat saya ini bukan 100% karena Allah, bisa jadi disebabkan karena anjuran suami saya atau karena ingin tampil beda. Saya berkesimpulan demikian, karena pada waktu membaca terjemahan al-Qur'an surah 3:59, surah tersebut belum menggugah hati saya pada saat itu (saya tekankan pada saat itu) karena keinginan itu baru timbul akhir-akhir ini.
Apa yg harus saya lakukan? Apakah saya tetap melanjutkan keinginan saya ini atau saya harus menunggu sampai hati saya mantap? Saya mohon arahan dari Bapak.
Terima kasih.
Ifa - Makassar
Jawab:
Kebingungan Anda untuk memakai jilbab apa harus nunggu sampai hati mantap? Saya sarankan Anda segera memakainya. Alasannya, ya karena jilbab itu wajib. Dan Anda sudah yakin bahwa jilbab itu wajib. Pelaksanaan suatu (perintah) kewajiban itu hubungannya dengan mampu atau tidak. Maksudnya, kalau kita mampu ya harus dilakukan. Tidak perlu nunggu suasana hati, sampai benar-benar ikhlas/rela.
Secara logis bisa disederhanakan begini:
Memakai jilbab dengan ikhlas, maka akan mendapat pahala sekaligus terhindar dari dosa. Memakai saja tanpa hati ikhlas, maka telah terhindar dari dosa, pahalanya belum. Tidak memakainya, maka mendapat dosa.
Nah, sekarang ya dipaksa-paksakan sedikit lah. Agar Anda terhindar dari dosa.
Arif Hidayat
0 comments:
Post a Comment