Tito baru saja kehilangan pekerjaannya. Ia datang ke rumah sahabatnya, seorang pendeta tua, dan dia mengeluh mengenai masalah yang menimpanya.
“Pak pendeta, aku sudah banyak mengalami masalah dalam hidupku dan sekarang aku kehilangan pekerjaanku. Mengapa bisa begini?!” Teriak Tito marah.
Pak pendeta sedang berada di kamarnya dai ia tidak mendengar ucapan Tito, maka Tito menjadi kesal. Ia mengepalkan tinjunya sambil berteriak : “Pak pendeta bilang Tuhan akan selalu menolong, tetapi mengapa aku seperti ini?! Mengapa Tuhan tidak menolongku?!!”
Mendengar suara ribut-ribu di luar, pendeta tua pun berjalan keluar. Ia mengucapkan sesuatu dan menunggu reaksi Tito. Tetapi Tito tidak mendengar apa yang ia katakan.
“Pak pendeta bilang apa sih?” tanya Tito.
Pak pendeta kembali mengucapkan sesuatu, tetapi Tito belum juga bisa mendengar apa yang dikatakannya. Akhirnya ia mendekati pak pendeta yang kini sedang duduk di atas sebuah kursi. Tito duduk di samping pendeta itu.
“Tito…kalau kita kalap karena masalah hidup, maka kadang-kadang kita tak bisa mendengar suara Tuhan. Seolah-olah Dia tidak peduli terhadap masalah kita. Tetapi, sesungguhnya tidak demikian. Tuhan kadang berbisik sehingga kita perlu mendekat kepadaNya untuk bisa mendengarkan suaraNya.”
Tito tertegun mendengarkan kata-kata pendeta tua dan akhirnya ia pun mengerti.
Bukankah tadi ia pun sedang berteriak-teriak dengan kalap? Kekalapannya membuat ia tak bisa mendengarkan apa kata pak pendeta. Setelah ia mendekati pak pendeta dan duduk di sampingnya, maka ucapan pak pendeta baru bisa didengarnya.
Seperti Tito, kita pun seringkali kalap dengan banyaknya kesulitan hidup yang kita hadapi. Kita berteriak dan protes kepada Tuhan mengapa Ia membiarkan kita. Kita ingin jawaban berupa jalan keluar selekas mungkin. Tetapi ketika kita tidak mendapatkan jawaban itu, kita merasa bahwa Tuhan tidak mendengar atau Ia sedang menghukum kita. Kita tidak sadar bahwa seringkali Tuhan diam atau kadang berbicara dengan suara yang sangat lembut bahkan berbisik.
Tujuan Tuhan melakukan itu agar kita dapat mengambil waktu untuk datang dan mendekat kepadaNya, berdiam di dalam hadiratNya. Di saat seperti itulah kita bisa mendengarkan suaraNya dengan jelas.
Apakah saat ini kamu sedang berteriak-teriak kepadaNya atau..mungkin marah karena seakan-akan Tuhan tidak mendengarkan seruanmu? Sungut-sungut dan kekalutan tidak akan mendatangkan jalan penyelesaian. Yang perlu dilakukan, hanya datang mendekat kepadaNya, duduk diam dalam hadiratNya. Tinggalkan segala kesibukan dan masalah sejenak, karena Tuhan rindu berbicara kepadamu.
By. Fanny
0 comments:
Post a Comment